Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 45


***Etttttt .......


Like dulu ya!!! Hehehe othor mau bawel ah mau malakin like di setiap babnya jangan dilewat-lewat ya sayang-sayangku ♥️♥️😊***


Yang terlihat gugup justru Domanick sendiri sementara Lindsey dia terlihat sudah berdamai dengan masa lalunya, Lindsey sama sekali tidak gugup saat berhadapan dengan Domanick untuk pertama kalinya sejak keduanya bercerai.


Melihat Lindsey dengan pakaian yang minim gadis itu semakin terlihat sensual, jika saat menjadi istri Domanick pakaian dan rok kerja Lindsey tidak terlalu minim, kini Lindsey berpakaian sangat minim dan seksi. Membuat Domanick berkali-kali tidak bisa untuk tidak menatap lekuk tubuh indah Lindsey.


"Aku sedikit mengalami kesulitan di minggu awal saja tapi selebihnya semua karyawan disini banyak membantu ku jadi jauh lebih mudah kak,"


"Oh begitu," Domanick terlihat kaku bertatapan dengan Lindsey.


"Kakak tidak datang ke rumah bertemu dengan Dady dan momy ku?"


"Nanti sepulang dari kantor aku ke sana, kau mau pulang bersama denganku nanti sore?"


"Tidak kak, aku ada janji pergi dengan seseorang!"


"Siapa? David?"


"Iya,"


Getir sekali hati Domanick mendengar Lindsey akan berkencan sore nanti dengan David, rupanya David benar-benar serius sampai-sampai dia bolak balik ke kota ini demi bisa menemui Lindsey padahal kan jaraknya lumayan untuk kesini.


"Hubungan kalian semakin serius kapan kau akan menikah dengannya?"


"Doa kan saja secepatnya kak,"


Sebenarnya hubungan Lindsey dengan David masih hanya sebatas teman biasa. Tak ada cinta untuk David dihati Lindsey tapi berhubung Domanick menyangka hubungannya sudah ketahap serius Lindsey mengiyakan saja.


Untuk beberapa saat Domanick terdiam mendengar Lindsey rupanya sudah menjalani hubungan serius dengan David. Hatinya tidak rela jika nanti Lindsey sampai menikah dengan laki-laki lain, tapi Domanick yakin sudah tidak ada cinta untuknya dihati Lindsey sekarang ini, Domanick sangat sadar betapa tidak pantasnya dia untuk Lindsey.


"Aku doa kan,"


"Terimakasih kak, ayo aku antar untuk melihat audit yang sudah mulai dilakukan!"


Keduanya memasuki lift untuk menuju lantai 5 tempat diadakannya audit dokumen perusahaan. Saat sedang jam menjelang sore begini para karyawan sedang sibuk-sibuknya bahkan tidak ada yang berlalu lalang semua stay di tempat kerjanya masing-masing, termasuk didalam lift pun hanya ada Lindsey dan Domanick.


Tentu saja situasi seperti membuat Domanick menikmati momen bisa berduaan dengan Lindsey bahkan, didalam hatinya pikiran licik Domanick berharap lift mengalami trouble dan mati agar bisa berlama-lama dengan Lindsey.


Rupanya semesta merestui akal licik Domanick karena tiba-tiba lift terguncang dan lampunya mulai kelap-kelip.


"Apa ada masalah dengan lift ini?"


"Lindsey berpegangan lah pada tanganku!" Domanick mengulurkan tangannya.


Tapi guncangan didalam lift itu semakin terasa dan membuat tubuh Domanick dan Lindsey terpelanting, diraihnya pinggul Lindsey hingga tubuh gadis itu jatuh kedalam pelukan Domanick sementara punggung Domanick menahan agar tidak jatuh bersandar pada lift, kedua tangan Domanick memeluk erat tubuh Lindsey.


"Kakak aku takut,"


"Tenanglah kakak disini bersama mu,"


Guncangan itu terus terjadi hingga membuat Domanick memeluk erat tubuh Lindsey sedangkan Lindsey menyembunyikan kepalanya dalam dada bidang Domanick.


Brugh..


Guncangan terakhir membuat lift mati total dan keadaan gelap gulita didalam sana.


"Lindsey jangan takut sebentar lagi pasti akan ada engineering yang datang membetulkan lift ini, kau tenang ya!" Domanick mengusap-usap punggung Lindsey.


"Iya kak kenapa bisa lift ini rusak padahal baru beberapa hari lalu dicek kelayakannya!"


Ketakutan karena lift mati total membuat Lindsey lupa bahwa sejak tadi dia memeluk erat tubuh Domanick, baru setelah menyadarinya Lindsey langsung melepaskan diri.


"Maaf kak Nick aku tidak sengaja,"


Brugg..


Guncangan itu kembali terjadi dan membuat Lindsey kembali menjerit tapi malu untuk memeluk Domanick kembali.


"Jangan gengsi kau nyaman dalam pelukan kakak kan?" Domanick meraih kedua tangan Lindsey melingkarkan kedua tangan Lindsey pada pinggangnya sementara kedua tangan Domanick memeluk erat tubuh Lindsey.


"Kakak mengambil kesempatan untuk memeluk ku?"


"Kau yang takut aku tidak tega melihat mu ketakutan, ngomong-ngomong makin besar dan makin kenyal saja punya mu!" goda Domanick yang tak lagi merasa canggung.


"Dasar me sum," Lindsey baru sadar kalau posisi berpelukan ini membuat kedua semangka importnya terhimpit didada bidang Domanick. Lindsey berusaha melepaskan diri tapi Domanick tak mengizinkan dia kekeh ingin tetap memeluk.


"Kakak lepaskan aku sudah tidak takut!"


"Yakin? Nanti kalau tiba-tiba liftnya berguncang sangat keras bagaimana?"


"Yasudah tapi jangan dirasain!"


"Orang kerasa malah kenyal sekali,"


"Ish lepas!"


"Diam lah aku rindu sekali dengan mu!" Domanick malah mempererat pelukannya sambil menikmati betapa kenyalnya kedua semangka import itu.


Merasakan kedua semangka import milik Lindsey yang sangat kencang dan kenyal, membuat bagian bawah Domanick bereaksi perlahan mengeras dan membesar.


"Sial lobak import ku menegang membuat sesak!" dalam hati Domanick.


Kedua mata Lindsey membulat merasakan sesuatu dibawah sana mengenai perutnya dan terasa bergerak-gerak.


"Kak Nick tidak lupa kan kalau kita ini sepupuan?"


"Iya aku tidak lupa,"


"Lalu kenapa dibawah sana bergerak membesar?"


"Kau merasakannya?"


"Tentu saja,"


"Entahlah setiap aku memikirkan mu lobak import itu selalu mengeras, apalagi berdekatan denganmu seperti ini Sey aku sangat merindukanmu!"


"Cukup kak aku sudah melupakan semua tentang kita,"


"Kau sudah tidak mencintai ku?" Domanick menatap kedua mata Lindsey dengan intens.


"Tentu saja aku sudah tidak mencintai mu dan sekarang aku sudah membuka hati ku untuk orang lain,"


"Kau yakin?" wajah Domanick semakin dekat dengan wajah Lindsey, namun Lindsey memalingkan wajahnya.


Posisi Lindsey masih dalam pelukan Domanick.


"Aku yakin, karena aku memang sudah melupakan semua rasaku untuk mu!" tanpa menatap Domanick.


Domanick memutar tubuhnya hingga membuat posisi Lindsey kini bersandar didinding lift dengan kondisi masih dipelukan Domanick. Jantung Domanick memompa lebih cepat, darahnya berdesir sedekat ini dengan Lindsey.


Domanick mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Lindsey dia sudah tidak tahan ingin sekali melahap bibir lembab merah muda milik Lindsey.


"Jangan lakukan kak aku mohon kita bukan lagi suami isteri!" Lindsey memalingkan wajahnya.


Tapi Domanick yang sudah diselimuti oleh gai rah tidak mendengarkan ucapan Lindsey dan nekat ingin berusaha mencium bibir Lindsey.


"Kakak lepaskan aku!"


"Aku rindu Sey, sebentar saja!"


"Ingatlah aku sepupu mu,"


Lindsey berusaha menghindar sebisanya dan berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Domanick. Hingga ciuman itu pun mendarat dileher jenjang Lindsey.


"Kakak ah emthhh lepas ahhh kak,"


Kenapa Nick pesona mantan isteri bikin jantung ga aman kan??? Iyalah janda perawan gitu loh gimana bisa tahan🤭🤭🤭