Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 91


Malam harinya Domanick datang ke kediaman Tuan Lan untuk menjemput Naura! Sebenarnya bukan tanpa alasan Tuan Lan dan Larisha meminta Domanick tidak memakai jasa pengasuh untuk Naura.


Selain agar hubungan Domanick dan Naura bisa layaknya hubungan harmonis ayah dengan anak, Larisha dan Tuan Lan juga senang Naura dititipkan pada mereka setiap hari, dengan begitu Domanick akan selalu mengunjungi orangtuanya itu.


"Kau tidak menginap saja di rumah ini Nick?" menuangkan teh ke gelas Mili Domanick.


"Tidak mom, aku pulang saja!"


"Nick lalu nanti apa kau akan mengizinkan Lindsey untuk tetap memegang perusahaan kita yang disana?" tanya Tuan Lan penasaran.


"Itu aku belum bicarakan dengan Lindsey dad, tapi aku tidak bisa bayangkan jika sampai Lindsey tetap memegang perusahaan itu artinya kami harus tetap hubungan jarak jauh, aku tidak mau itu!"


"Taruh saja Gilbert disana!"


Gilbert langsung melirik kearah Tuan Lan, dia terkejut atas keputusan yang diambil oleh Tuan Lan! Bukan senang malah Gilbert tidak mau memegang perusahaan karena ingin selalu ada disamping Domanick.


"Bisa juga, bagaimana Bert?"


"Maaf Tuan apa boleh aku menolak?"


"Apa alasan mu menolak?" tanya Tuan Lan serius.


"Aku tidak bisa meninggalkan Tuan Nick, aku sudah terbiasa bekerja disampingnya dan rasanya tidak mungkin jika aku meninggalkannya!"


Tentu saja mom Larisha dan Dady Lan langsung terbelalak, dengan perkataan Gilbert yang terdengar romantis.


"Bert, kau tidak mungkin suka lobak kan?" Dady Lan melirik aneh kearah Gilbert.


"Dad!" Domanick memekik, bisa-bisanya Dady Lan menganggap Gilbert menyukainya.


"Tentu saja tidak Tuan, aku normal sangat normal! Tapi Tuan Nick adalah segalanya untukku Tuan,"


Teringat ketika dulu Gilbert hanyalah salah satu bodyguard di keluarga Leya, hingga memiliki kisah cinta tak terduga dengan Leya! Namun ketika orangtua Leya mengetahui itu, mereka langsung memecat Gilbert, menghinanya habis-habisan bahkan meludahi wajahnya.


Semua orang tidak ada yang menghargainya dulu! Tapi berkat uluran tangan Domanick, lihatlah Gilbert memiliki kekayaan yang fantastis sekarang. Bahkan uang tabungannya bisa saja dia pakai untuk membeli saham rumah sakit milik keluarga Leya yang dulu sudah menghinanya.


Mana mungkin Gilbert mau berpisah dengan Domanick! Apalagi musuh group Limson sangat banyak, Gilbert adalah garda terdepan orang yang rela mati demi melindungi Domanick.


Dady Lan dan Larisha pun tertawa kecil karena benar juga apa yang dikatakan oleh Domanick.


"Maaf Tuan!"


"Sudahlah ayo kita pulang! Mom aku ke kamar dulu ambil Naura,"


" Ya sudah sana, pelan-pelan gendongnya agar Naura tidak sampai terbangun!" kata mom Larisha.


Akhirnya Domanick pergi ke kamar untuk membawa pulang Naura, gadis kecil itu sudah tertidur sehingga Domanick harus menggendongnya untuk dibawa ke mobil.


Domanick dan Gilbert berpamitan pada Dady Lan dan Mom Larisha untuk pulang ke rumah!


Sesampainya di kediamannya sendiri, Domanick yang melihat Naura tertidur sangat lelap memiliki pikiran licik di otaknya.


"Bert, Naura tidur di kamar mu saja ya malam ini!"


"Memangnya kamar mu kenapa Tuan?"


"Aku mau memeriksa beberapa pekerjaan diatas ranjang sambil tiduran, jadi sempit bila ada Naura!" bohong Domanick, padahal dia sudah menyiapkan rencana.


"Baiklah Tuan!" Gilbert meraih Naura dari gendongan Domanick untuk dia bawa ke kamarnya.


Sementara Domanick langsung buru-buru masuk kedalam kamarnya! Tanpa basa-basi, Domanick segera mengeluarkan handphone miliknya dari aki celana untuk melakukan panggilan video call dengan Lindsey.


Kring.


Kring..


Handphone Lindsey berdering, namun Lindsey yang masih berada didalam kamar mandi tidak menyangka panggilan video itu dari Domanick. Merasa teleponnya diabaikan, Domanick pun mengirimkan emot bertanduk pada Lindsey.


Padahal dia sudah tidak tahan lagi dengan hasratt yang tidak bisa dia tuntaskan saat dipaksa harus menahan bertemu Lindsey oleh orangtuanya! Alhasil setiap detik Domanick selalu gelisah karena tidak sabarannya lobak import miliknya itu.


Diletakannya kembali handphone itu diatas meja dan Domanick menenggelamkan wajahnya pada bantal, merasa sudah payah sekali karena menginginkan sebuah kepuasan.


Lindsey yang baru saja selesai mandi, dengan handuk yang masih melilit didadanya melihat handphonenya terlebih dahulu dan mendapati beberapa panggilan video tidak terjawab dari Domanick, dan ada juga pesan emot marah dari Domanick.