Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 87


Malam hari setelah semua pekerjaan kantor telah selesai, Domanick dan Gilbert pulang ke rumah Tuan Lan untuk menjemput Naura sekaligus memberitahukan Tuan Lan dan Larisha tentang niatnya untuk kembali menikahi Lindsey.


Setibanya di rumah Tuan Lan, terlihat ketiganya tengah menonton televisi acara kartun kesukaan Naura, tumben sekali anak itu jam segini belum tidur biasanya jam 19.00 saja dia sudah berada di alam mimpi.


"Hai mom, dad,"


"Darimana saja.kau Nick, anak mu ini kau tinggal-tinggal dua hari lamanya!"


"Iya Dady kenapa Nola ditinggal?" tanya gadis kecil itu.


"Karena Dady mu ini sibuk cari momy buat Naura, Naura seneng kan kalau Dady kasih momy baru untuk Naura?"


"Cenang," jawabnya polos.


"Halah alasan cari ibu buat Naura, bilang saja kau yang sudah kebelet!"


"Aku kebelet? Untuk apa aku kebelet, kalau kau aku tinggal datang jadi aku tidak pernah kebelet,"


"Hei hei hei, kalian ini ngomongin apa? Di sini ada Naura malah bicara ranjang terus!" gerutu Mom Risha.


"Tuh tanya sendiri kenapa suami momy selalu cari masalah terus denganku!"


Domanick duduk disamping kiri Naura dan Gilbert duduk disamping kanan Naura.


"Nick kau sudah bicara belum dengan aunty Luna?"


"Sudah mom, mereka merestui niat kami! Tinggal kalian saja, siap tidak untuk kembali menggelar resepsi?"


"Tentu saja siap! Dady mu itu sudah sangat tua Nick, hidup rumah tanggalah dengan benar dan rukun, biar Dady mu itu tidak stres lagi!" pinta Larisha.


Domanick melirik kearah Dady Lan yang sedang menatapnya ketus. Benar juga apa yang dikatakan oleh momy Risha, Dady Lan sekarang sudah semakin tua, disaat usianya masih tua begini, Dady Lan bahkan masih stres memikirkan nasib anaknya yang satu ini.


Sebenarnya sederhana saja keinginan Tuan Lan, melihat semua anaknya memiliki pasangan hidup dan tidak gila kerja. Tapi entah kenapa hanya Domanick yang sulit sekali diatur, dia malah tetap gila kerja dan rumah tangganya harus kandas.


"Dad tenanglah kali ini aku janji tidak akan macam-macam lagi! Aku jamin Lindsey akan bahagia bersamaku,"


"Sebelum menuju tanggal pernikahan, pastikan kalau tidak akan pernah lagi ada Raline-Raline dan Naura-Naura lain selanjutnya, Dady tidak mau Lindsey sampai kecewa lagi dan Dady tidak mau sampai ada cucu Dady yang ternyata terlantar!"


"Iya dad aku janji,"


"Ya sudah Minggu depan kita datang ke rumah Lindsey dan tentukan tanggal pernikahan kalian!"


"Tidak lamaran dulu dad?"


"Untuk apa? Langsung saja menikah sekalian buat pesta pernikahan paling mewah!"


Setelah membicarakan perkara pernikahan dengan orangtuanya, Domanick pulang ke rumahnya bersama dengan Gilbert dan Naura.


Satu Minggu berlalu, hari Domanick rela menunda seluruh pekerjaannya demi fokus untuk bertandang ke kediaman Lindsey bersama dengan orangtuanya, tujuan mereka adalah menentukan tanggal pernikahan Domanick dan Lindsey yang akan segera menikah.


Menempuh perjalanan 3 jam sebenarnya bagi Tuan Lan yang sudah berusia lanjut membuat pinggangnya sakit, tapi berhubung helikopter milik group Limson sedang dipakai semua untuk proses operasional kirim barang yang minus atau ada retur barang yang memang urgent tidak bisa ditunda! Mereka memilih menggunakan jalur darat saja.


Berpergian dalam satu mobil begini juga adalah momen langka bagi Dady Lan dan momy Risha, karena selama ini Domanick sibuk dan tidak pernah mereka pergi bersama seperti sekarang.


Begitulah jika sudah tua, hal yang paling dirindukan dari anak-anaknya adalah masa-masa kecil mereka yang tidak akan pernah terulang kembali!


Akhirnya mereka sampai di kediaman Lindsey! Mereka turun dari mobil dan sudah disambut oleh Lindsey serta kedua orangtuanya yang menunggu diteras rumah.


Hari ini Lindsey memakai riasan wajah yang sedikit tebal, maklum dia sangat ingin terlihat cantik ketika bertemu lagi dengan Domanick setelah satu Minggu memendam rindu.


Domanick pun mengukir senyum pada gadis pujaan hatinya itu, dan Lindsey membalas senyuman itu! Entah kenapa meskipun sudah menjalani hubungan cukup jauh dengan Domanick, tapi setiap kali bertemu dengan Domanick membuat Lindsey seperti merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Selalu indah dan selalu membahagiakan saat melihat wajah Domanick.


Mereka masuk kedalam rumah setelah saling sapa terlebih dahulu! Didalam rumah juga nampak ruang keluarga yang sedikit dirias dengan ditaruhnya bunga-bunga fresh yang disepanjang sisi ruangan tersebut.


Ada banyak hidangan makanan tertata rapi diatas meja, mereka semua duduk dan suasana sedikit agak tegang karena ini momen saatnya mereka berbicara dengan serius.


Tak terkecuali Naura, anak itu ke sana kemari mengambil permen atau wafer apapun yang dia suka. Gilbert sendiri baru kali ini melihat wajah Tuannya nampak gugup padahal ini kan bukan kali pertamanya akan menikah lagi dengan Lindsey.


Terlihat Domanick menundukkan wajahnya sesekali, berbeda dengan Lindsey yang terus menatap kearah Domanick.


Pembicaraan pun dimulai dengan Tuan Lan yang berbicara terlebih dahulu.


"Tan, Luna, aku tau kalian pasti sudah mendengar dari anak-anak kita ini tentang niat mereka untuk kembali menikah,"


"Iya kak Lan," serempak.


"Karena itu aku sebagai orangtua tentu saja sangat mendukung dan akan mengabulkan keinginan dari anak ku Nick! Aku yakin kalian juga pasti akan mendukung niat dari keduanya karena keinginan kita sebagai orangtua hanyalah satu! Anak-anak kita bisa menjalani rumah tangganya dengan bahagia dan penuh kasih!"


"Benar kak Lan itu lah harapan kami, mudah-mudahan Nick bisa menjaga kepercayaan kami kali ini!"


"Iya kami sendiri berharap Lindsey dan Nick bisa lebih sabar dalam menghadapi apapun cobaan rumah tangga mereka kelak nantinya! Kami tidak mau sampai ada perpisahan lagi diantara kalian nantinya!" sambung mom Luna.


"Bagaimana Nick, itu semacam syarat dari orangtua dari wanita yang ingin kau nikahi kau sanggup?"


"Sanggup dad! Tolong percayakan Lindsey sekali lagi pada ku Mom dan Dady Tan!" Domanick menjawab dengan berwibawa.


Hati Lindsey sungguh meleleh kali ini, bagaimana tidak sorot mata Domanick memancarkan kesungguhan dan keteguhan untuk kembali bisa menikah dengannya! Lindsey sangat terharu atas perubahan Domanick yang dulunya seorang Cassanova dengan dikelilingi banyak wanita, kini demi dirinya Domanick rela meninggalkan kebiasaan tersebut.


Akhirnya pembicaraan tersebut berlanjut pada intinya, tanggal berapa pernikahan itu digelar! Mereka semua bermusyawarah untuk menentukan tanggal dan hari baik agar tidak bentrok dengan pekerjaan ataupun hal-hal yang lainnya.


Setelah bermusyawarah dan sempat ada beberapa pertimbangan, akhirnya disepakati pernikahan itu akan digelar pada tanggal 2 Desember! Ada waktu satu bulan lebih sedikit untuk kedua keluarga mempersiapkan persiapan pesta pernikahan yang akan digelar semeriah mungkin di negara ini.


"Sebaiknya jelang pernikahan kalian tidak usah bertemu dulu!" kata Tuan Lan.


Lindsey dan Domanick pun menengok kearah Dady Lan secara bersamaan, ekspresi keduanya sama-sama melongo.


Melongo karena takut ga bisa tahan ya Nick😃Bagus itu Mak setuju banget sama usulan Dady Lan! Dipingit aja tuh keduanya biar puasa sebulan lebih😂