Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 47


Jangan lupa untuk like disetiap babnya πŸ™πŸ™


Btw akhirnya nongol juga ini di banner si Nick dan Lindsey pasti karena dukungan dari kalian ga maen-maen deh😍😍😍😍 terimakasih banyak yaπŸ™πŸ™



David pun meraih tangan Lindsey dan tersenyum lembut berusaha menyembunyikan kekesalannya.


"Sey aku senang karena ternyata kau tidak ikut menikmatinya itu berarti kau benar sudah melupakan rasa cinta mu untuknya!"


"Tapi Dev,"


"Aku tau kau belum bisa membuka hatimu untukku, tapi kau sudah melupakan rasa cinta mu pada Nick saja aku sudah senang kok Sey, itu artinya peluang untukku sangat terbuka lebar!"


"Maaf ya Dev tapi aku masih trauma dengan sakit hatinya!"


"Tidak apa-apa aku akan sabar menunggu sampai kau siap naik ke pelaminan bersama ku!"


Sementara itu Domanick, Gilbert dan Naura baru saja tiba di kediaman Tan dan Laluna mereka disambut oleh seorang pelayan lalu diminta masuk kedalam rumah!


Di sana Tan dan Laluna sedang duduk di halaman belakang rumah sambil menikmati kopi hangat, dilihatnya Domanick datang.


"Hai aunty!" sapa Domanick.


Plak..


Dipukulnya lengan sebelah kanan Domanick oleh Laluna karena Domanick memanggilnya dengan aunty.


"Aduh kok dipukul si?"


"Panggil aku momy aku masih berharap kau jadi menantuku!"


"Iya Nick kau kembali memanggil kami Paman dan aunty? Tidak perlu begitu Nick!" timpal Tan.


"Aku hanya tidak mau kalian semakin terluka jika aku tetap memanggil kalian dengan sebutan momy dan Dady!"


"Ya kami memang terluka tapi itu dulu! Sudahlah yang berlalu biarkan berlalu Nick, tapi kau tidak perlu sampai mengganti nama panggilan untuk kami!" kata Laluna.


Mereka duduk sambil melakukan perbincangan ringan, bahkan hingga malam menjelang Domanick, Gilbert dan Naura masih berada di rumah Tan dan Laluna mereka membicarakan banyak hal dan Gilbert tentu saja mengolok-ngolok Domanick didepan mantan mertuanya itu.


Domanick dikatakan gagal move on hingga dikatai impoten oleh Gilbert jika tidak dengan Lindsey.


Hahaha...


Mereka tertawa terbahak-bahak begitu juga Naura, meskipun dia tidak mengerti tentang percakapan orang dewasa tapi anak itu selalu menirukan apa yang dilakukan oleh Domanick.


Malam harinya Lindsey tiba di kediamannya dan David pun ikut masuk kedalam rumah. Lindsey melihat orangtuanya tengah bercengkrama dengan Domanick dan yang lainnya, dan David yang melihat Domanick ada di rumah Lindsey semakin merasa kesal.


"Mom dad, ini ada David!"


David pun menggandeng tangan Lindsey dan itu dilihat oleh Domanick.


"Halo Paman, Bibi kalian jangan bosen ya aku main terus kesini,"


"Duduk-duduk Dev untuk apa kami bosan, justru Lindsey banyak menyusahkan mu kan? Minta dijemput ya anak itu?"


"Ah tidak kok Paman, aku sendiri memang yang ingin selalu menjemput Lindsey!" duduk dibangku dekat Domanick.


"Caper," gumam Domanick.


"Ya sudah kalian tunggu dulu disini momy akan bantu pelayan siapkan makanan, pokoknya jangan ada yang pulang dulu kita makan malam sama-sama!"


Tatapan David pada Lindsey benar-benar membuat Domanick kesal. Dari sinilah Domanick menyadari bahwa dia sebenarnya sudah jatuh cinta pada Lindsey, hingga hatinya merasa terbakar melihat David dan Lindsey saling tatap-tatapan seperti itu.


"Aku tidak rela!" dalam hatinya.


Setelah makan malam itu David pulang sedangkan Domanick tidak diizinkan pulang oleh Tan dan Laluna, apalagi Naura sudah tertidur pulas! Tan dan Laluna meminta Domanick, Gilbert dan Naura untuk menginap di rumah ini.


Tentu saja Domanick setuju, Naura pun tidur bersama dengan Tan dan Laluna, sosok Naura membuat Laluna mengingat saat-saat dulu Lindsey masih kecil hingga Laluna pun senang Naura ada di rumah ini.


Gilbert sudah tertidur di ruangan tamu, sementara Domanick memilih meminum wine di ruangan televisi! Tanpa diduga Lindsey melewati ruangan televisi hendak menuju dapur.


"Sey bisa kita bicara?" sebuah suara berat yang membuat Lindsey menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa kak?"


"Apa aku harus bicara dengan posisi mu berdiri membelakangi ku seperti itu?"


Lindsey kekeh enggan duduk maka Domanick yang berdiri lalu menghampiri Lindsey.


"Kakak minta maaf atas kejadian sore tadi, kau masih marah?"


"Jangan diulangi lagi!" ketus Lindsey.


"Iya maaf ya kakak terlalu memaksa tadi, boleh kakak tanya sesuatu padamu?"


"Tanya saja!" dengan ketus.


"Apa kakak tidak pantas untukmu?"


Mendapatkan pertanyaan itu Lindsey hanya bisa diam seribu bahasa, bibirnya membeku tak tau harus berkata apa! Domanick meraih satu tangan Lindsey.


"Kalau kakak masih ada kepantasan dimata mu, maka izinkan kakak untuk berjuang kembali meraih hati mu dan meyakinkan mu akan masa depan bersama yang indah bersama kakak,"


Entahlah hatinya yang memang masih goyah ataukah memang kata-kata yang keluar dari mulut Domanick yang terlalu manis, hingga Lindsey merasa ingin memberikan kesempatan itu! Tapi jika mengingat rasa sakit kebelakang apalagi Raline masih ada meskipun wanita itu sudah tidak berdaya, hati Lindsey kembali sesak dan sakit.


"Jika kau hanya diam kakak anggap kau memberikan kesempatan itu untuk kakak,"


Domanick memeluk Lindsey dari belakang sementara satu tangannya masih menggenggam erat tangan Lindsey. Dihirupnya aroma rambut panjang nan terurai milik Lindsey.


"Kakak sangat merindukanmu Sey!"


Berada sedekat ini membuat jantung Lindsey merasa tidak aman karena berdetak terlalu cepat. Domanick memejamkan kedua matanya seraya menikmati aroma wangi rambut panjang Lindsey.


"Kak lepaskan aku! Aku tidak mau jatuh kedalam lubang yang sama, lupakan semuanya dan mulailah dengan hidup kita masing-masing!" Lindsey melepaskan pelukan itu lalu pergi berlalu dari hadapan Domanick.


Hanya rasa sesal dan kesal pada diri sendiri yang saat ini dirasakan oleh Domanick, ini semua karena ulah masa lalunya yang kelam sampai-sampai rumah tangganya dengan Lindsey harus berakhir seperti ini, dan disaat Domanick menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Lindsey justru Lindsey menutup rapat pintu hatinya.


Tidak ada yang bisa disalahkan selain dirinya sendiri. Lindsey kembali lewat dihadapan Domanick setelah mengambil air putih di dapur.


"Maafkan kakak Sey maaf karena membuatmu kembali harus bertemu laki-laki seperti ku! Setelah audit selesai kakak janji tidak akan lagi mengganggu mu!"


Mendengar perkataan Domanick hati Lindsey merasa terenyuh! Sakit rasanya memendam perasaan cintanya pada Domanick, tapi Lindsey terlalu takut untuk memulai kembali dengan Domanick.


"Aku harap juga begitu kakak tidak lagi muncul dihadapan ku!"


Setelah mengatakan itu Lindsey berlalu dari hadapan Domanick. Sakit memang mendengar perkataan Lindsey, tapi Domanick yakin hati Lindsey jauh lebih sakit akibat perbuatan di masa lalunya.


Di sebuah rumah dengan bangunan lama, seorang mantan manager yang banyak memberikan kontribusi untuk perusahaan group Limson merasa kesal dan tidak terima bocah ingusan seperti Lindsey malah menjadi CEO di perusahaan itu! Harusnya dia yang menduduki jabatan itu.