
Perlahan Lindsey kalah dengan pergulatan akal sehat dengan respon tubuhnya yang justru dengan gilanya menikmati apapun yang dilakukan oleh Domanick.
Kedua tangan Lindsey yang tadinya memukul-mukul punggung belakang Domanick seolah dibuat tak berdaya oleh kenikmatan yang sudah menguasai seluruh tubuh dan akal sehatnya.
Ini gila dan ini luar biasa untuk seorang gadis dewasa yang belum pernah merasakan sensasi seperti saat ini, hal yang dilakukan oleh Domanick membuat Lindsey merasakan menjadi wanita dewasa seutuhnya yang memang sudah waktunya untuk Lindsey merasakan kenikmatan dari seorang laki-laki dewasa.
Inilah yang tubuh Lindsey mau dan inilah yang tubuh Lindsey inginkan! Kini pukulan-pukulan tangan Lindsey justru berganti dengan menekan kepala Domanick agar semakin tenggelam dalam semangka importnya.
Dan betapa tidak tau malunya saat suara-suara menjijikkan itu begitu nyaring terdengar di seluruh ruangan kerjanya.
"Ah emthhh ah kakak," sambil menekan kepala Domanick.
Terasa liar namun tidak kasar hi sa pan yang dilakukan Domanick pada semangka import milik Lindsey, membuat Lindsey merasa dimanjakan oleh jutaan rasa nikmat yang memabukkan dirinya.
Satu tangan Lindsey sudah berada diatas kepalanya sementara tubuhnya melengking keatas membuat kedua semangka importnya secara bergantian dan leluasa menjadi santapan sang Cassanova sejati.
Akal sehatnya tidak.lagi berfungsi atau bahkan akal sehatnya tertawan oleh naf su yang semakin tinggi bergejolak dan tidak mampu Lindsey kendalikan lagi. Tubuhnya begitu pasrah semua yang dilakukan Domanick pada tubuhnya membuat Lindsey seperti terbang mengitari surga dunia.
Melayang oleh sensasi-sensasi menggelikan namun juga entahlah semua tak bisa Lindsey utarakan lagi, dengan lahap Domanick meng hi sap terus menerus sambil kedua tangannya me rem as kedua bongkahan besar milik Lindsey.
Hanya melenguhh dan pasrah yang bisa dilakukan oleh Lindsey disaat seperti ini. Domanick layak mendapatkan Cassanova nomor 1 di negara ini karena semua perbuatannya mampu menghancurkan tembok pertahanan yang sudah Lindsey buat.
Tidak ada satu inci pun bagian atas tubuh Lindsey yang Domanick lewatkan, laki-laki biru seolah tidak mau menyia-nyiakan apa yang selama ini dia inginkan dan selama ini dia bayangkan. Bekas saliva Domanick tercecer diseluruh tubuh bagian atas Lindsey itu membuktikan betapa luar biasanya permainan Domanick.
Lidahnya meliuk-liuk memainkan dua pucuk semangka import yang juga dia remat sekuat tenaga dan dia jadikan satu ditengah-tengah.
"Kakak ahhh,"
Dilepaskannya dulu kedua semangka import itu untuk menatap tubuh wanita yang saat ini sudah berdaya dibuatnya.
"Hei kau terlihat sangat menikmatinya Sey, apa permainan ku terlalu kasar?"
Ditatap intens seperti itu oleh Domanick membuat Lindsey tersipu malu, bibirnya membisu untuk menjawab pertanyaan Domanick. Lagipula untuk apa laki-laki itu bertanya kalau sudah tau bahwa Lindsey memang sangat menikmati permainannya.
Lindsey hanya menggelengkan kepalanya sambil merasa malu untuk menatap wajah dari laki-laki yang sedang menikmati tubuhnya.
"Mende sah lah kakak suka kau mengeluarkan suara-suara seksi mu! Tapi kakak ingin mendengar kau menjerit Sey, kakak akan membuatmu menjerit kencang!" lirih Domanick.
Domanick memang sangat menyukai wajah seksi Lindsey saat sedang keenakan seperti sekarang, apalagi jika suara de sa han Lindsey keluar suaranya yang serak dan khas seperti bara api yang semakin membakar gejolak hasratt Domanick semakin berkobar-kobar.
Domanick kembali melahap semangka import milik Lindsey tapi kali ini kedua tangannya tak lagi ikut membantu diatas sana, melainkan turun menyusuri lalu meraba setiap inci indahnya lekuk tubuh Lindsey.
Sempurna satu kata yang Domanick rasa pas untuk mewakilkan kekagumannya dengan tubuh wanita yang saat ini tengah berada dalam penguasaannya!
Kedua tangan Domanick meremat kasar kedua bongkahan bokongg Lindsey hinga tubuhnya semakin melengking keatas. Dirematnya sekuat tenaga oleh Domanick hingga Lindsey semakin keenakan.
"Ah kakak emthhh,"
Sementara pucuk semangkanya masih didalam rongga mulut Domanick, kini kedua tangan Domanick menaikkan rok mini yang dikenakan Lindsey hingga rok itu tersingkap dan menyisakan paha mulus Lindsey Caroline.
Kedua tangan Domanick segera menelusup kedalam rok yang sudah tersingkap namun belum tersingkir dari tubuh Lindsey, sengaja Domanick tidak membukanya karena begini pun Domanick sudah merasa dimabuk kepayang oleh tubuh Lindsey.
Dirabanya kedua paha mulus Lindsey oleh Domanick hingga sesekali dirematnya kedua pangkal paha Lindsey, membuat tubuh gadis itu menengadah keatas merasakan kedua tangan Domanick diarea bawahnya! Ditambah lagi hi sa pan Domanick dikedua semangka import milik Lindsey yang semakin liar.
"Aahhhhhhhh oughttt ahhh ka-kak ahh," jeritan candu yang membuat Domanick merasa puas telah berhasil membuat Lindsey menjerit keenakan.
Padahal sentuhan itu belum dirasa berlebihan oleh Domanick, bagaimana jika Domanick telah sampai ke intinya mungkin Lindsey sudah tidak akan berhenti menjerit-jerit.
Tiba-tiba handphone Domanick bergetar.
Dert.
Dert.
Didiamkan tapi handphone itu terus bergetar membuat Domanick akhirnya mengakhiri terlebih dahulu aksinya untuk mengangkat panggilan masuk tersebut.
"Sey kakak angkat telepon dulu ya!"
Nampak jelas kalau Lindsey masih dalam kondisi keenakan sampai-sampi gadis itu terlihat kecewa karena Domanick mengakhirinya. Keduanya turun dari meja, Lindsey membenahi pakaiannya yang sudah acak-acakan tak beraturan sementara Domanick mengangkat panggilan dari nomor rumah sakit.
"Halo,"
"Halo Tuan Domanick,"
"Iya sus ada apa?"
"Kami ingin mengantarkan bahwa Nyonya Raline mengalami kejang-kejang, mohon untuk pihak keluarga untuk segera datang ke rumah sakit Tuan!"
"Apa? Raline kejang?"
"Benar Tuan kondisinya kritis!"
Domanick segera menutup panggilan telepon dari rumah sakit! Hati Lindsey kembali teriris saat melihat wajah kepanikan Domanick setelah mendengar kabar tentang wanita dari masa lalunya itu.
Seolah lupa dengan apa yang tadi keduanya lakukan, Domanick sama sekali tidak menengok kearah Lindsey dia tidak melihat betapa kecewanya Lindsey saat ini! Yang ada dalam pikiran Domanick adalah menelpon Gilbert.
"Halo Bert hubungi pihak helikopter untuk datang menjemput ku di kantor! Kau juga langsung kesini kita akan pulang ke kota!'
"Loh tapi kan masih satu hari lagi Tuan kita berada disini!"
"Raline kritis aku takut Naura tidak sempat melihat saat-saat terakhir ibunya!"
"Baik Tuan aku akan segera memerintahkan pihak heli untuk menjemput kita!"
Setelah itu panggilan telepon dengan Gilbert terputus. Terlihat jelas wajah khawatir Domanick terhadap Raline, seolah dunianya saat ini hanya Raline saja.
♥️♥️♥️
Iya deh iya si paling peduli sama wanita dimasa lalu yang bentar lagi tinggal nunggu jemputan malaikat 😔😔😔
Panik si panik tapi biasa aja kelesss sampai lupa tadi habis ngapain anak perawan orang.😏