
Mobil itupun tiba di salah satu supermarket besar! Perut Emilia masih sangat mual akibat tadi dibawa kebut-kebutan oleh Gilbert, hal itu sukses membuat Gilbert diam-diam menertawakan Emilia.
"Excusme Tuan, apa kau baru saja menertawakan aku?
"Tidak kok, aku diam saja daritadi,"
"Menyebalkan, padahal aku sudah lihat kau menertawakan aku! Untung tampan," gumam Emilia.
"Kau barusan bilang apa?"
"Tidak bilang apa-apa," gugup Emilia.
"Kalau aku tampan seperti yang baru saja kau ucapkan, tepatilah janji mu padaku! Itu hak ku yang belum kau penuhi!" bisik Gilbert yang kembali mengingatkan saat dulu Emilia menjanjikannya akan memberikan kesucian itu untuk Gilbert.
Mendengar hal itu Emilia pun bergidik geli lalu segera berjalan lebih dulu karena saat ini Emilia tengah senyum malu-malu.
Setelah semua belanja bulanan sudah dibeli, Gilbert dan Emilia kembali ke kediaman Domanick! Keduanya masuk ke dalam rumah, dan Gilbert masih memperhatikan Emilia dari belakang, Domanick yang sedang berada disamping kolam renang pun melihat wajah Gilbert seperti orang sedang jatuh cinta.
"Sutt!!" kode dari Domanick agar Gilbert menengok kearahnya.
Gilbert yang tadinya sedang berada mengekor dibelakang Emilia pun, akhirnya berbelok ke kolam renang tempat Domanick berdiri saat ini.
"Tuan, aku ingin melaporkan kejadian tadi,"
"Kau suka pada Emilia?"
"Tuan, kau ini apa-apaan kenapa malah menanyai hal seperti itu," tersenyum malu.
"Halah sudahlah jangan ditutup-tutupi! Aku tau sekali Bert dari gerak-gerik mu kau mengincarnya kan?"
"Sebenarnya dia gadis yang dulu menipuku Tuan, kepala bocor dan diamuk oleh warga saat di pameran itu dia orangnya!"
"Apa? Jadi gadis yang dulu kau cari itu Emilia? Boleh juga selera mu Bert, dia sudah berani membuat seorang asisten pribadi Domanick Limson dengan mudahnya ditipu, dipukul hingga kepalanya bocor, lalu dihakimi oleh warga! Ini saatnya kau balas dendam pada gadis itu men!!"
Domanick tertawa renyah karena dia tak lagi penasaran dengan sosok wanita yang dulu diceritakan oleh Gilbert.
"Balas dendam?"
"Iya kau bisa menidurinya," Domanick tertawa picik sambil menaikkan satu alisnya.
"Tidak Tuan, mana bisa aku melakukan itu!"
"Tuan aku tidak pernah memaksa wanita!"
"Karena itu cobalah! Lagipula Emilia kan pernah berjanji pada mu ketika kau menolongnya, (Tuan aku janji akan memberikan kesucian ku pada mu, aku tunggu di cafe sebrang hotel ini)!" Domanick menirukan suara wanita.
"Ah sudahlah geli sekali aku mendengar suara mu itu Tuan!"
"Ah kau lemah Bert, aku saja meskipun Lindsey sedang ingin aku tetap menarik paksa tubuhnya keatas ranjang, dan rasanya jauh lebih enak Bert!"
Tapi Gilbert masih ragu-ragu untuk melakukan bisikan-bisikan jahat dari Domanick, tapi membicarakan soal pemaksaan Domanick pun jadi ingin kembali melakukan hal itu pada Lindsey.
"Kau kebanyakan mikir, sudahlah aku akan melakukan itu pada Lindsey sekarang!"
Domanick tersenyum lebar, dia bergegas pergi meninggalkan Gilbert yang sudah dalam kondisi teracuni otak dan pikirannya oleh bisikan jahat Domanick.
Klek..
Domanick membuka pintu kamarnya, tapi tak dia temukan Lindsey didalam sana! Domanick pun kembali mencari-cari dimana Lindsey berada mungkin di kamar Naura, Domanick pun segera menuju ke kamar Naura.
Rupanya benar saja, Lindsey tertidur di kamar Naura karena mulai hari ini Naura tidak akan lagi tidur di kamar Gilbert melainkan tidur di kamarnya sendiri.
Tanpa basa-basi, Domanick segera mengangkat kaos yang dikenakan Lindsey hingga kedua semangka import itu menyembul keluar!
Dan dengan satu kali tarikan dibagian belakang pengait b r a, semangka import itu sudah bisa Domanick nikmati.
Tidak peduli saat ini ada Naura meskipun sudah tertidur, dan tidak peduli kalau Lindsey sudah tidur nyenyak memasuki alam mimpi dengan sekali hap, semangka import itu raip kedalam mulut Domanick.
"Ah," seketika Lindsey mele nguh merasakan dingin geli pada area pucuk semangkanya.
Begitu Lindsey membuka kedua matanya, betapa terkejutnya melihat Domanick sedang melahap habis semangka import miliknya.
Lindsey bahkan tidak mengetahui sejak kapan Domanick masuk ke kamar Naura.
"Kak, lepaskan nanti Naura bangun!" dengan suara bisik-bisik.
Nick bener-bener lu ye, udah mah ngeracunin pikiran Gilbert biar otak dia ikutan gesrek kaya dia, ehh sekarang bisa-bisanya dia pengen praktek maksa memaksa 😅
Maaf ya maak othor upnya jarang-jarang, karena keteteran sama kerjaan di dunia nyata yang melelahkan ini! Ingin rasanya masuk ke dunia novel terus ketemu mafia macam Domanick, sejahtera udah hidup maak