
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Yang masih bau kencur tolong minggir sejenak dari bab ini ya😂
Please bab ini tidak disarankan untuk yang sedang menjalani hubungan jarak jauh.😄
Likenya jangan lupa ye☺️
Melihat banyaknya lelehan tersebut Lindsey langsung berdiri dan berlari ke kamar mandi untuk segera membersihkannya! Domanick yang melihat reaksi Lindsey yang langsung berlari tanpa menunggunya, khawatir jika Lindsey marah dan tidak suka karena hal itu.
Segera Domanick menyusul Lindsey ke kamar mandi! Gadis itu tengah membersihkan wajahnya dan juga tangannya setelah itu Lindsey pun kumur-kumur agar menghilangkan semua sisa-sisanya.
"Sey maafkan kakak, kau tidak suka ya?"
Namun Lindsey hanya menggerakkan tangannya untuk memberikan instruksi tunggu dulu bahwa dia sedang repot membersihkan wajah dan berkumur.
Setelah dirasa sudah bersih semua Lindsey barulah bisa bernafas lega, sudah tidak ada lagi lengket disekitar wajahnya.
"Sayang kau marah?"
Lindsey menggelengkan kepalanya malu untuk bicara.
"Katakan saja Sey! Mari kita tidak lakukan hal seperti tadi lagi jika kau tidak suka!"
"Bukan begitu, aku hanya baru pertama kali jadi agak shock saja kak!"
"Jadi ku menyukainya?" Domanick semakin penasaran.
Dan Lindsey pun menganggukkan kepalanya, rupanya gadis polos itu menikmatinya.
Domanick pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Lindsey.
"Kenapa kau menyukainya? Tidak jijik?"
"Karena melihat wajah kakak yang sedang keenakan, membuat ku suka," jawaban yang sungguh menyenangkan terdengar ditelinga Domanick.
"Kau sudah mau ya diajak nakal oleh kakak," Domanick meraih pipi sebelah kanan Lindsey dengan tangannya.
"Itu masih ada sisa didekat bibirmu,"
"Biar kakak yang bersihkan!"
Cup..
Rupanya bukan dengan tangan Domanick membersihkan sisa-sisa cairan didekat bibir Lindsey, melainkan dengan bibirnya! Keduanya berciuman saling me lu mat bibir satu sama lain.
Domanick melepaskan sejenak ciumannya.
"Ini kan bibir yang tadi jahil bikin lobak kakak merinding keenakan?" goda Domanick.
"Hmm kenapa mau lagi?" tantang Lindsey.
"Semakin lama kau semakin membuatku mabuk kepayang Sey, seluruh tubuhmu candu untuk kakak,"
Domanick kembali melahap bibir Lindsey, mengeluarkan lidahnya untuk men ji lat bibir seksi Lindsey yang lembab, hingga kembali menye sapnya.
Kedua tangan Domanick sudah berada dikedua semangka import yang masih tertutupi itu! Diangkatnya lingerie berwarna hitam itu oleh Domanick hingga kedua semangka itu merekah polos.
Rupanya malam itu Lindsey tidak mengenakan b r a, karena wanita memang baiknya tidak tidur dengan mengenakan br a.
Penggunaan br a saat tidur dianggap dapat menghambat sirkulasi kelenjar getah bening dan mengganggu pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Hal ini diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara, apalagi jika br a tersebut berkawat.
Domanick memilir-milir pucuk semangka besar dan bulat itu dengan kedua tangannya, seperti kelereng yang bundar dan menggemaskan untuk dimainkan sambil diputar-putar.
"Eungghhh kakak,"
Lindsey sudah semakin dibuat gelisah hingga tubuhnya meliuk ke kanan ke kiri akibat pucuknya diputar-putar seperti itu. Domanick melepaskan ciumannya, lalu turun menge cup leher jenjang Lindsey.
Wangi tubuh Lindsey membuat Domanick menye sap leher jenjang itu dengan liar sampai-sampai tubuh Lindsey melengkung kebelakang dan satu tangan Domanick harus menopang pinggul bagian belakang Lindsey.
Puas menyusuri bagian leher jenjang itu, Domanick turun menciumi daging yang menjembul bulat seperti semangka import! Di ji la tinya seluruh bagian semangka import itu hingga kepucuk-pucuknya membuat Lindsey hanya bisa meremat kencang pundak Domanick.
"Ah kakak, emtth," seolah semua sentuhan Domanick ditubuhnya adalah senjata paling ampuh yang tidak mungkin Lindsey tolak.
Sentuhan-sentuhan magic yang dilakukan oleh Domanick disetiap inci tubuhnya membuat Lindsey mele nguh kencang! Seisi kamar mandi penuh dengan rintihan-rintihan manja Lindsey.