
Hari ini Lindsey tampil sangat cantik dan fresh rasanya gadis itu semakin lama semakin dilihat akan jauh lebih terlihat cantik, kecantikan Lindsey memang sedari dia kecil sudah dikagumi oleh Domanick.
Siapa yang menyangka Domanick justru akan jatuh cinta pada akhirnya! Domanick yang sedang mengajak Naura dan Liam di halaman depan rumah pun menghentikan aktivitasnya dan terus menatap kearah Lindsey yang semakin berjalan mendekat.
"Nick kedipkan matamu!" goda Laluna.
Sedangkan Tan dan Lindsey langsung berlalu masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan Tuan Lan.
"Hei Naura kau mau membantu ku tidak?"
"Emm mau!"
"Nanti Naura pura-pura nangis ya ke onty cantik, bilang kalau Naura mau onty tidur jagain Naura,"
"Pula-pula nangis sama onty tantik Dady?"
"Iya Naura bisa kan?"
"Bica!"
"Coba bagaimana pura-pura menangisnya?"
Hiks.
Hiks.
Hiks.
Naura berakting menangis sesuai perintah Domanick.
"Nah betul itu kau pintar sekali! Ingat katakan pada onty cantik kalau Naura mau tidur dengan onty cantik oke!"
"Oke!"
Anak polos itu tidak tau saja kalau dirinya sedang dimanfaatkan oleh Domanick agar bisa membuat Lindsey berada didekatnya.
Pagi hingga sore hari Domanick dan para tamu yang menjenguk Tuan Lan masih berkumpul bersama didalam rumah mewah itu! Tapi memang kamar-kamar sudah terisi penuh! Sebagian anak buah group Limson akan pulang ke markas, mungkin hanya ketua dan keluarga terdekat saja yang akan menginap di rumah ini.
Sore itu Lindsey sedang beristirahat didalam kamar bersama Laluna dan Tan, rencananya Lindsey akan tidur satu kamar dengan orangtuanya.
Tok.
Tok.
Tan membukakan pintu mendengar ada yang mengetuk.
Hiks.
Hiks.
Naura mulai berakting sesuai perintah ayahnya.
"Hei Naura sayang kenapa Naura menangis?" Tan langsung menggendong Naura.
"Atu mau onty tidul belsama ku glandpa!"
Domanick yang mendengarkan dibalik tembok dekat pintu kamar, berusaha menahan tawanya dia tidak menyangka anaknya ternyata sama konyolnya dengan dia.
"Sini sayang," Lindsey pun menggendong Naura sambil menepuk-nepuk punggungnya.
"Ayo onty kita pulang ke lima Nola, ayo cekalang!"
"Sey memang sebaiknya kau turuti keinginan Naura kasihan dia sampai nangis begitu, lagipula kalau kau tidur dengan kami sempit!" kata Laluna.
"Iya mom, memang Dady mu dimana Naura?"
"Tidak tau onty,"
Tak ingin Naura menangis Lindsey pun menggendong Naura keluar dari dalam kamar Tan dan Laluna untuk mencari Domanick. Sementara Domanick yang merasa misinya sukses bergegas pergi dari sana buru-buru ke halaman rumah!
"Pelayan lihat Tuan Nick tidak?"
"Tadi kedepan nona sepertinya mau pulang sore ini!"
"Oh begitu, ayo Naura kita ketemu Dady mu!" sambil menggendong Naura, Lindsey mencari Domanick ke halaman depan rumah...
Di sana Domanick pun mulai berakting.
"Astaga Naura kau darimana saja Dady mencari mu ayo kita pulang!" Domanick meraih Naura dari gendongan Lindsey, dalam hatinya harap-harap cemas takut Naura tidak lanjut berakting.
Tapi sepertinya darah Domanick sangat kental ditubuh gadis kecil itu karena lagi-lagi Naura berakting sesuai keinginan Domanick.
Hiks.
Hiks.
"Atu mau onty tantik ikut kita Dady,"
"Bagus Naura," dalam hati Domanick.
"Aunty tidak mungkin mau ikut kita sayang, sudahlah jangan menangis kasihan sekali kau Naura pasti kau ingin aunty cantik membacakan dongeng untuk mu ya?"
Hiks.
Hiks.
"Naura jangan menangis lagi ya, onty ikut kok ke rumah Naura! Tunggu ya aunty ambil tas dulu!" Lindsey pun masuk dulu kedalam rumah untuk mengambil tasnya.
Sementara Domanick bahkan menciumi pipi Naura saking senangnya anak itu benar-benar jago bersandiwara.
"Naura kau benar-benar anak Dady, kau pintar sayang terimakasih Naura!"
Hehehe..
Gadis kecil itu hanya tersenyum lucu melihat Dadynya kegirangan.
Sore itu Domanick sampai lupa bahwa Gilbert tertinggal di kediaman Tuan Lan, sudah ada Lindsey didalam mobilnya membuat Domanick lupa akan segalanya termasuk lupa berpamitan pulang pada orangtuanya.
Didalam mobil Lindsey dan Domanick hanya saling diam, tapi percayalah didalam hati ya Domanick sedang mengadakan pesta besar-besaran karena berhasil membawa Lindsey ke rumahnya.
Setibanya di kediaman Domanick, Lindsey turun sambil menggandeng Naura masuk kedalam rumah disusul oleh Domanick yang mengekor dibelakangnya!
"Naura kita ke kamar yuk!" ajak Lindsey.
"Ayo onty!" keduanya masuk kedalam kamar Naura sementara Domanick juga terus mengikuti.
Didalam kamar Naura lagi-lagi tidak ada percakapan antara Lindsey dengan Domanick, hanya saja sesekali keduanya saling melirik! Naura naik ke tempat tidur gadis itu menguap karena tadi siang dia tidak sempat tidur siang.
"Naura ngantuk?"
"Iya onty, bacakan Nola dongeng ya onty,"
"Naura makan dulu ya baru habis itu aunty bacakan dongeng buat Naura, oke?"
"Oke deh!"
"Biar aku saja yang ambilkan makanan untuk Naura," kata Domanick.
"Baiklah terimakasih kak,"
Domanick pergi ke meja makan untuk mengambilkan jatah makan malam anak gadisnya, lengkap dengan segelas susu karena Naura biasanya tidak cukup hanya makan tapi harus juga harus ada segelas susu.
Lindsey dengan telaten menyuapi Naura hingga Naura pun menghabiskan seluruh makanan dipiringnya, setelah itu Naura bersiap untuk tidur karena kedua matanya sudah terlihat sayu.
Hanya mendengarkan dongeng yang dibacakan oleh Lindsey sebentar saja, Naura sudah tidur nyenyak.
"Kau belum makan malam Sey, kita makan dulu ya!"
"Iya kak,"
Keduanya keluar dari dalam kamar Naura, sedangkan Gilbert sepertinya dia paham akan keinginan Domanick karena Gilbert tidak pulang ke rumah Domanick hari ini, dia memilih tinggal di kediaman Tuan Lan bersama dengan beberapa anak buah group Limson.
"Terimakasih ya sudah mau menuruti keinginan Naura!"
"Sama-sama kak lagipula aku juga ingin kok menemaninya tidur!"
Keduanya makan malam bersama dan menghabiskan makanan dipiring masing-masing.
"Kak aku tidur di kamar mana?"
"Ayo kakak tunjukkan!" ajak Domanick.
Lindsey pun mengikuti Domanick, padahal bisa saja dia langsung masuk kedalam salah satu kamar tapi entah kenapa setelah beberapa hari tidak bertemu Lindsey jadi canggung kembali.
Dan berhentilah mereka didepan pintu kamar Domanick.
"Ini kan kamar kakak,"
"Kakak mau kau tidur dengan kakak Sey," diraihnya kedua tangan Lindsey.
"Jangan kak aku belum siap untuk ini!"
Tapi Domanick memberikan tatapan memohon dan seolah tidak sanggup lagi menahan kerinduannya pada Lindsey. Dipeluknya tubuh Lindsey dengan erat oleh Domanick.
"Kakak aku mohon lepaskan aku!"
"Tida! Kakak mencintai mu Sey, kakak menginginkan mu! Kakak tdiak sanggup lagi jauh darimu!"
Domanick menciumi leher jenjang Lindsey sementara Lindsey merasa ini terlalu terburu-buru. Tak peduli dengan penolakan yang Lindsey lakukan, Domanick kekeh membawa tubuh gadis itu masuk kedalam kamarnya.
Karena terjadi tolak menolak tubuh Lindsey pun terjatuh diatas ranjang dan Domanick langsung berada diatas tubuhnya.
"Kakak,"
"Tidur dengan kakak malam ini Sey kakak janji tidak akan melakukan hal diluar batas!"
♥️♥️♥️
Duh si bocil Naura mau aja disuruh ga bener sama bapaknya ampun deh kecil-kecil udah jago ngibul😃
Kak Nick mau tidur sama Lindsey malam ini, boleh engga othor nyempil ditengah siapa tau bisa satu lawan 2🤭