Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 51


Domanick yang keburu panik tidak sempat menanyakan apakah Lindsey mau ikut bersamanya atau tidak!


"Kakak pergi dulu Sey besok kakak akan usahakan kembali kesini untuk membicarakan hubungan kita!" dengan terburu-buru Domanick bergegas meninggalkan ruangan kerja Lindsey.


Tak ada sepatah katapun yang terlontar dari bibir Lindsey yang dia lakukan hanya menatap punggung dari laki-laki yang hari ini kembali membuat goresan luka di hatinya.


Rasanya ingin sekali Lindsey bertanya pada Domanick kenapa dia harus se panik itu? Tidak bisakah Domanick bersikap biasa saja dan tidak terburu-buru pergi? Seperti itulah keegoisan Lindsey saat ini.


Untuk apa jika kembali datang hanya untuk kembali menorehkan luka, baru saja Lindsey merasa Domanick telah mencintainya sekarang dan hatinya mulai luluh tapi akhirnya Domanick tidak seperti yang dia harapkan.


Hari itu Domanick dan Gilbert kembali ke kota begitu juga Naura terpaksa mereka menggunakan heli agar secepatnya tiba di rumah sakit.


Sejak hari dimana Domanick pergi ke pusat kota, sejak itu juga tidak ada kabar apapun dari Domanick! Bahkan janjinya untuk datang kembali keesokan hari itu, Domanick juga tidak datang.


Hati Lindsey mulai bergejolak oleh luka yang dibalut dengan kecewa! Sudah dua Minggu berlalu dan Domanick tidak ada sekalipun menghubungi Lindsey.


"Memang sebaiknya aku benar-benar menuntaskan perasaan ku pada mu kak! Aku lelah terluka dan aku lelah menunggu!"


Lindsey dalam lamunan sambil berdiri didekat jendela kaca ruangan kerjanya, jujur saat sentuhan itu dilakukan oleh Domanick ada secercah harapan yang digantungkan setinggi langit oleh Lindsey akan hubungannya dengan Domanick memiliki harapan untuk kembali bersama.


Tapi sejak mendengar Raline kritis Domanick bahkan tidak menepati janjinya untuk kembali pada Lindsey, atau setidaknya mengirimkan pesan pun tidak.


Tok.


Tok.


Tok.


"Masuk!"


Dari arah belakang terdengar langkah berjalan seseorang semakin mendekat kearah Lindsey, menggunakan kedua tangannya orang tersebut menutup kedua mata Lindsey dari belakang.


Lindsey sumringah dan senyum mengembang terukir dibibirnya karena dia berpikir kalau itu adalah Domanick, akhirnya Domanick kembali juga rasanya bahagia sekali! Lindsey pun memegangi kedua tangan yang menutup kedua matanya.


Senyumnya kian merekah saat Lindsey menggenggam erat kedua tangan itu lalu berbalik untuk melihat sosok yang menutup kedua matanya.


Saat berbalik senyuman dibibirnya perlahan memudar! Satu pertanyaan dalam hatinya kenapa bukan dia?


"David,"


"Iya Sey ini aku kau sepertinya tidak senang aku yang datang, apa kau mengharapkan orang lain?"


"Emmt tidak begitu maksudku kau sangat tiba-tiba datang aku kira kau sedang bekerja hari ini!"


"Karyawan ku banyak Sey biarkan saja mereka yang bekerja dan aku fokus pada pekerjaan ku!"


"Fokus pada pekerjaan mu tapi sekarang kau disini?"


"Karena pekerjaan utamaku adalah menemui mu, jatuh cinta kepada mu, dan tergila-gila pada mu!"


"Dev kau itu gombal sekali!" Lindsey pun tersenyum malu diberikan gombalan oleh David.


"Tuh kan senyum kau tidak percaya kalau aku memang sedang fokus pada pekerjaan ini?" David meraih kedua tangan Lindsey.


"Ayolah aku tau kekasih mu dimana-mana,"


"Hei Lindsey itu dulu sebelum aku mantap untuk serius denganmu! Aku sudah melepaskan semua hal-hal tidak penting itu dan aku fokus padamu!"


"Jalani hubungan dengan ku Sey dan lupakan masa lalu mu, kau harus ingat jangan mau menjadi keledai yang jatuh dalam lubang yang sama,"


David terlihat bersungguh-sungguh mencintai Lindsey, dia rela bolak balik dari pusat kota hampir setiap hari hanya demi menemui Lindsey bahkan meskipun itu hanya sekedar mengajak makan malam bersama.


Hari-hari Lindsey selalu ada David sampai-sampai mantan manager yang berniat mencelakai Lindsey pun tidak memiliki celah untuk bisa mencelakainya.


"Dev kau tidak capek setiap hari jauh-jauh kesini menemui ku? 3 jam loh dari pusat kota ke kota ini, aku takut kau sakit kecapean akibat bolak balik kesini!"


"Kau khawatir padaku? Asik akhirnya seorang Lindsey Caroline khawatir padaku!"


"Tidak bukan begitu, maksud ku!"


"Sudah ayo kita jalan-jalan kau sepertinya tidak sedang mood untuk bekerja,"


David mengajak Lindsey untuk jalan-jalan sekaligus makan malam bersama. Tak ada lagi Domanick dihari-hari Lindsey entah kemana laki-laki yang sempat mengobral janji untuk menemui Lindsey kembali, karena kenyataannya dua Minggu berlalu dan batang hidungnya sekalipun tidak pernah nampak dihadapan Lindsey.


Malam itu Lindsey pulang ke rumah setelah makan malam dengan David, hari ini David tidak bisa ikut mampir dulu karena ada kepentingan mendadak jadi Lindsey langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya.


"Lesu banget," Tan menghampiri Lindsey yang sedang tertunduk lesu.


"Habis jalan ya dengan David?"


"Hmm,"


"Dia laki-laki yang baik Sey kami juga sempat ngobrol banyak hal kemarin, lupakan kak Nick kalian bisa berhubungan sebagai sepupu saja jika dia memang tidak seperti yang kau harapkan!"


"Dad aku memang bodoh bisa-bisanya aku menunggunya kembali setelah dia pergi karena panik dengan kondisi wanita lain," air mata Lindsey berlinang dihadapan ayahnya.


Tan yang melihat Lindsey menangis karena mungkin melupakan Domanick belum bisa tapi berharap pun hasilnya selalu kecewa. Tan memilih memberikan dada bidangnya untuk putrinya itu menangis meluapkan kesedihannya.


Cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya, dan Tan selalu bisa menenangkan Lindsey disaat hatinya dilanda kepedihan.


Hari berganti hari dan hubungan Lindsey dengan David semakin terjalin dekat bahkan Lindsey sudah terbiasa diantar jemput oleh David keduanya sering pergi berkencan, menonton film di bioskop saat malam Minggu layaknya sepasang kekasih pada umumnya.


Malam Minggu ke empat sejak Domanick menghilang dari hidup Lindsey bagaikan ditelan bumi, Lindsey berdandan memoles wajahnya dengan make up yang tidak terlalu tebal namun flowless! Menggunakan gaun cantik secantik wajahnya Lindsey bergegas keluar rumah karena David sudah mengirimkan pesan bahwa dia sudah sampai didepan pagar rumah Lindsey.


"Kencan dengan David lagi Sey?" tanya Laluna.


"Iya mom, dah!" sambil berlari menuju depan rumahnya.


Saat membuka gerbang rumah dilihatnya mobil David dihadapan Lindsey, tapi senyum diwajah Lindsey seketika berubah saat diujung jalan sana sebuah mobil berhenti tepat didekat rumahnya! Mobil yang tidak asing lagi bagi Lindsey, dan pemiliknya keluar dari dalam mobil.


David yang melihat Lindsey tak kunjung masuk kedalam mobilnya, segera turun untuk mengajak Lindsey segera masuk kedalam mobilnya! Tapi pada saat David menengok kearah tatapan mata Lindsey, terlihat Domanick berjalan menghampiri Lindsey dan David.


"Kakak ingin bicara denganmu Sey!"


"Kau tidak lihat kami berdua akan pergi kencan malam ini, lain kali saja," sinis David.


♥️♥️♥️


Kenalin nih babang David Guastello tapi sorry to say ya babang David, othor udah terlanjur kepincut sama babang Nick apalagi sama otot-otot pelutnya duh rahimku meronta-ronta ini😄