
Jadi hanya karena nama baiknya saja Domanick memberikan reaksi marah ketika Lindsey pergi dengan laki-laki lain, kedua bola mata Lindsey melotot kearah Domanick karena gengsi laki-laki itu luar biasa tinggi.
Padahal Lindsey yakin sekali kalau sebenarnya Domanick cemburu. Keduanya saling lirik melirik, kemudian Lindsey berdiri hendak pergi dari kamar Domanick lagipula luka ditangannya sudah dibalut dengan perban oleh Gilbert.
"Eh eh mau kemana?"
"Kembali ke kamarku lah, luka kakak kan sudah diobati oleh Gilbert jadi aku tidak perlu lagi ada disini!"
"Tidur disini!" dengan suara pelan.
Lindsey menengok kesamping kiri dan kanannya.
"Siapa? Maksud kakak siap yang kau suruh tidur disini?" saking terkejutnya mendengar Domanick memintanya tidur satu kamar.
"Memangnya didalam kamar ini ada orang lain lagi selain kau Lindsey?"
"Tidak mau!"
"Kenapa?"
"Karena kakak hanya mementingkan nama baik, bukan karena tidak suka aku jalan dengan Dev," Lindsey memicingkan bibirnya lalu bergegas melangkah pergi.
Hingga hampir sampai ke pintu kamar rupanya Domanick menyusul lalu menutup pintu kamarnya.
"Loh kok itu ditutup Tuan?" pelayan dan Gilbert yang sejak tadi masih menguping disamping pintu kaget saat pintu tiba-tiba ditutup.
"Itu artinya kita harus pergi dari sini dan pergi ke kamar masing-masing!" Gilbert beranjak dari sana.
"Eh Tuan mau kemana?"
"Nonton video ranjangan," teriak Gilbert.
"Ya sudah aku juga!" ujar si pelayan wanita yang usianya sekitar 26 tahun itu.
Saat ini Domanick masih berdiri didepan pintu yang sudah tertutup, membuat Lindsey tidak bisa keluar dari dalam kamar ini.
"Kenapa pintunya ditutup?"
"Aku sudah bilang kan, tidur disini," ditariknya tangan Lindsey oleh Domanick dituntunnya keatas ranjang.
"Kakak baju tidurku di kamar ku, aku ambil dulu nanti aku kesini lagi,"
"Tidak usah pakai baju saja," Domanick tersenyum lak nat.
"Cih dasar mes um,"
Bersikap santai rupanya tidak bisa menutupi gugupnya Lindsey saat ini yang akan tidur satu ranjang dengan Domanick untuk pertama kalinya.
Sejak menikah Lindsey dan Domanick tidak pernah sekalipun tidur satu ranjang, tapi malam ini entah kenapa Domanick meminta Lindsey untuk tidur didalam kamarnya.
"Kau malu?"
"Tidak untuk apa aku malu?"
"Gugup? Sampai tidak mau naik keatas ranjang ku?"
"I-ini mau naik kok," Lindsey bergegas naik keatas ranjang dengan spontan menarik bad cover berwarna putih itu hingga menutupi tubuhnya.
Sepertinya Domanick memang memiliki hobi baru sekarang! Dengan melihat Lindsey gugup dan gemetaran seperti itu, Domanick merasa jiwanya sangat senang, terselip senyum semu dibibir Domanick melihat Lindsey menutupi semua tubuhnya dengan bad cover itu.
Domanick pun naik keatas ranjang! Kini sepasang suami istri itu akhirnya berada dalam satu ranjang untuk pertama kalinya, meskipun dulu saat kecil keduanya sering tidur satu ranjang tapi kini status mereka bukan lagi sepupuan melainkan suami istri.
Rasanya canggung melihat Lindsey yang dulunya kecil lucu kini menjelma menjadi sosok yang sangat cantik, dan seksi seperti saat ini.
"Aku tidak percaya lobak import ku sudah berdiri tegak, sepertinya aku memang sudah tertarik pada Lindsey layaknya seorang laki-laki dewasa tertarik pada wanita dewasa! Tidak ada lagi pikiran bahwa Lindsey adalah sepupuku, sekarang aku merasa bahwa seutuhnya Lindsey adalah Istri ku." dalam hati Domanick.
"Kenapa kau menyelimuti tubuhmu hingga hanya wajahmu saja yang bisa aku lihat?"
"Dingin atau takut aku mengge raya ngi tubuh mu?"
Sadar sejak tadi Domanick terus menggodanya dan sengaja membuatnya gugup, Lindsey merasa kesal dan disepelekan membuat keberanian Lindsey sebagai seorang wanita dewasa yang berada dalam satu kamar dengan laki-laki yang dia cintai dan dia kagumi bangkit.
Dilemparkannya bed cover yang menyelimuti tubuhnya Lindsey perlahan mendekati Domanick sambil membuka kancing baju yang dia kenakan saat ini.
"Hei Lindsey kau kenapa?"
"Aku? Kenapa? Kakak pikir jika seorang wanita membuka baju itu kenapa? Tentu saja untuk meminta untuk dipuaskan, kenapa kau tidak?" Lindsey saat ini sudah sangat dekat dengan Domanick nyaris tidak ada jarak sama sekali diantara keduanya.
"Sial kenapa Lindsey menjadi brutal?" gumam Domanick.
"Kakak gugup? Atau lobak kakak mau aku buat berdiri?"
"Hei Lindsey kau kesurupan? Ada roh jahat yang merasuki mu?"
Kedua bahu Domanick dicengkeram oleh Lindsey kemudian didorongnya hingga tubuh Domanick bersandar diheadboard dengan kedua mata yang masih dibuat melongo atas perubahan sikap Lindsey yang tiba-tiba liar.
"Siapa yang mengajari mu jadi liar begini Sey?" dengan suara gugup.
"Memangnya kakak pikir hanya wanita bayaran saja yang bisa galak diranjang? Aku juga bisa kak,"
Hahahaha...
"Kau sama sekali tidak cocok bersikap liar begini Sey, lagipula kau mana tau bagaimana wanita bayaran itu beraksi!"
Lindsey melepaskan pakaian yang dia kenakan, tersisa br a berwarna merah muda dengan sedikit motif bunga yang melekat ditubuh bagian atasnya.
Nampak jelas dihadapan kedua mata Domanick kedua semangka import itu menyembul kencang dan padat dan bulat.
Glek..
Domanick menelan salivanya melihat semangka import Lindsey sebesar itu, Lindsey naik keatas pangkuan Domanick sementara Domanick hanya pasrah dibawah kungkungan Lindsey bersandar diheadboard saling tatap menatap.
"Kau cantik dan seksi sekali istriku,"
Hati Lindsey semakin mekar berbunga saat mendengar Domanick memujinya disertai panggilan istri yang sudah lama dia impikan. Rasanya laki-laki tampan itu semakin tampan saat pasrah begini dibawahnya.
Lindsey berbisik ditelinga Domanick dengan sangat lembut.
"Kakak mau aku melakukan apa?" seperti biasa suara serak dan seksi yang selalu membuat bulu kuduk Domanick berdiri saat berhadapan dengan Lindsey.
"Lindsey," lirih Domanick.
Tanpa ajaran dari siapapun Lindsey menji lat daun telinga Domanick membuat Domanick mele nguh sambil memejamkan kedua matanya.
"Ssssthh ah,"
Dengan naluri sebagai wanita dewasa Lindsey terus menji lat daun telinga Domanick hingga keleher dan Cassanova itu, membuat Domanick semakin tinggi hasrattnya.
"Lindsey oughttt,"
Seolah membalas perbuatan Domanick tempo hari yang memberikan jejak-jejak merah dilehernya! Lindsey pun melakukan hal yang sama pada leher Domanick, dia menye sapnya kuat hingga rasa yang didapat oleh Domanick menjalar keseluruh tubuhnya.
"Ah, kau nakal cantik!" Domanick membalikkan keadaan memutar tubuhnya hingga membuat Lindsey saat ini berada dibawah kungkungannya.
Seolah hewan buas yang tengah kelaparan, Domanick langsung menerkam tubuh Lindsey menciumi leher gadis 21 tahun yang kini berada dibawah tubuhnya, hingga rok mini yang dikenakan oleh Lindsey semakin tersingkap karena Domanick bergerak-gerak sambil terus menciumi setiap inci leher Lindsey.
♥️♥️♥️
Jangan lupa untuk beri dukungan ya buat maak othor biar semangat crazy up terus...
Caranya mudah tinggal kasih like aja disetiap babnya 😊😊😊