Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 64


Melihat reaksi Domanick yang sangat mengkhawatirkan Raline membuat Lindsey tidak tau harus bersikap seperti apa sekarang ini!


Tok.


Tok.


Tok.


"Dady!"


Naura memanggil Domanick, gadis kecil itu sepertinya memiliki kontak batin yang sangat kuat dengan ibunya karena setiap Raline kritis Naura pasti akan merasa gusar bahkan ikutan sakit.


Mendengar suara pintu diketuk, Domanick bergegas mengambil pakaian dilemari sementara Lindsey hanya berdiam diri didalam selimut.


Klek..


Terlihat Naura mengucek kedua matanya dan menatap wajah Domanick.


"Hei Naura kenapa kau terbangun? Baru saja aku akan ke kamar mu! Kita ketemu ibu mu ya di rumah sakit!"


"Acik iya Nola mau ketemu momy, dad,"


Dari arah lantai bawah terdengar suara langkah kaki menaiki satu persatu anak tangga, rupanya itu Gilbert karena Gilbert dihubungi terlebih dahulu oleh pihak rumah sakit sehingga Gilbert buru-buru datang ke rumah Domanick untuk menjemputnya.


"Bert,"


"Tuan rumah sakit menghubungi ku,"


"Iya aku sudah tau!"


"Mari Tuan,"


Domanick pun menggendong Naura dan turun dari lantai atas! Tak sedikitpun Domanick menoleh kearah Lindsey, saat sedang ada urusan seputar Raline atau Naura seakan Lindsey dia lupakan begitu saja.


Batin Lindsey seperti teriris-iris sebuah belati, rasa sakit yang tidak dapat Lindsey utarakan! Melihat laki-laki yang kita cintai dan baru saja merenggut mahkota kesuciannya justru pergi begitu saja meninggalkan Lindsey dalam kesendirian.


Teganya Domanick melakukan ini pada Lindsey, bahkan untuk bergerak saja tubuh Lindsey terasa remuk akibat gempuran Domanick yang tidak ada henti-hentinya, bagaimana bisa Lindsey turun dari ranjang untuk sekedar membersihkan sisa-sisa penyatuannya dengan Domanick.


"Aw sstt rasanya perih sekali area bawahku,"


Lindsey hanya bisa meringis kesakitan, dia berusaha untuk turun dari ranjang tapi area bawahnya terlalu sakit sampai Lindsey mengurungkan niatnya untuk bersih-bersih.


Tak benar meninggalkan Lindsey begitu saja! Rupanya Domanick hanya mengantarkan Naura sampai dimobil, untuk sementara Gilbert dan Naura akan pergi ke rumah sakit lebih dulu sementara Domanick akan menyusul nantinya!"


"Bert kau dan Naura duluan aku,"


"Aku sudah paham Tuan,"


"Kau paham apa?"


"Paham karena di kolam renang banyak benda terapung-apung,"


"Sit, kau meledekku terus!"


Hahahaha....


Gilbert menertawakan Domanick pasalnya saat hendak menuju lantai atas Gilbert sempat menengok kearah jendela kaca samping yang terdapat kolam renang, ada beberapa benda terapung disana!


Begitu didekati rupanya itu benda-benda keramat dari dua orang insan yang sudah kebelet dan belum sempat ke kamar, sehingga apa yang melekat dalam tubuh dua insan itu dilepaskannya begitu saja dan terapung-apung.


Setelah mengantarkan Naura kedalam mobil, Domanick pun kembali masuk kedalam rumah.


Sementara didalam kamar Lindsey tengah memukul-mukul bantal karena kesal Domanick tidak peduli sama sekali terhadapnya! Bahkan meninggalkannya tanpa sepatah katapun.


"Kalau begitu aku akan menghilang dari hidupnya! Breng sek, kak Nick memang hanya mau enaknya saja sedangkan dia tidak benar-benar mencintai ku!"


"Brengsek Domanick laki-laki brengsek!!!"


Lindsey terus berteriak mengutarakan kekesalannya dan memukul-mukul bantal diatas ranjang tersebut.


"Siapa yang brengsek?" Domanick muncul dari balik pintu kamar.


"Hah? Kakak kenapa masih ada disini?" aneh tapi rasanya bahagia sekali melihat Domanick tidak pergi meninggalkannya.


"Kenapa? Kau kaget? Atau senang? Pasti kau berpikir aku laki-laki brengsek yang hanya mau enaknya saja bukan?"


"Tidak, mana mungkin aku berpikiran sepicik itu!"


"Oh ya?"


Domanick mendekati Lindsey menatap wajahnya dari dekat membuat Lindsey memundurkan sedikit wajahnya.


Ditariknya selimut yang sejak tadi menutupi tubuh Lindsey.


"Kakak jangan gila deh Raline sedang sekarat masih saja menarik selimut dan meminta lagi,"


"Apa kau bilang? Aku meminta lagi? Kau saja yang berharap aku menyentuh mu kembali,"


Domanick tersenyum lalu meraih tubuh Lindsey.


"Ehh eh,"


"Sutt,"


"Kok Kakak tau?"


"Tau lah karena milikmu sangat sempit sementara milikku sangat besar," bisik Domanick sambil menggendong tubuh Lindsey.


Digendong ke kamar mandi oleh Domanick membuat Lindsey tersenyum malu, diturunkannya tubuh Lindsey didalam bathtub oleh Domanick.


"Aku bantu bersihkan tubuhmu ya?"


"Hmm,"


"Tumben engga nolak?"


"Sudah terlanjur,"


Keduanya sudah tak lagi merasa canggung, Domanick membantu Lindsey dengan menggosok tubuh Lindsey dengan sabun cair!


"Sey kau ikut ke rumah sakit ya! Aku rasa Raline tidak akan bertahan kali ini,"


"Apa kakak mencintainya?"


"Oh ayolah maksud pertanyaan mu apa?" sambil terus menggosok punggung Lindsey dengan sabun.


"Kakak selalu panik berlebihan saat mendengar Raline kenapa-kenapa! Kalau aku yang diposisi Raline apa kakak akan khawatir sama seperti itu?"


"Pertama sejak dulu hingga detik ini aku tidak pernah mencintai Raline, kedua wanita yang membuat ku jatuh cinta hanya dirimu! Dan yang ketiga aku murni kasihan atau iba pada Raline karena walau bagaimanapun Naura pasti akan sangat sedih diusia ya yang masih balita dia harus kehilangan ibunya!"


"Hanya itu?"


"Ah satu lagi, kalau kau yang berada diposisi Raline, maka aku akan membawamu ke rumah sakit tercanggih di dunia ini agar kau sembuh! Dan aku pastikan kau sembuh,"


"Gombal,"


"I love you sayang,"


"Ish sudah ah aku sudah selesai!"


"Jawab dulu dong Sey,"


"Engga mau! Mana handuknya!"


"Iya iya kakak ambilkan dulu ya,"


Domanick mengambilkan handuk untuk Lindsey kemudian membantu mengeringkan tubuh Lindsey, setelah itu digendongnya kembali tubuh Lindsey yang berbalut handuk kedalam kamar!


"Pakai baju kakak dulu ya,"


"Boleh aku pinjam kaos kakak?"


"Boleh dong jangankan pinjam kaos, pinjam jiwa raga ini juga boleh,"


"Kok aku barusan seperti mendengar suara buaya ya?"


"Apa? Maksudmu aku buaya begitu?"


"Memang benar kan buaya, suara buaya kan begitu! Aku tidak bisa hidup tanpamu! Belah lah dadaku! Atau Kan ku berikan jiwa dan ragaku!"


Tak terima dikatakan buaya Domanick pun meraih tubuh Lindsey, mendorongnya hingga membentur lemari pakaian!


"Kakak mau apa?"


"Katakan sekali lagi aku ini apa tadi katamu?"


"Iya maaf,"


"Jangan sampai kakak membawamu keatas ranjang lagi,"


"Jangan!" dengan manja.


"Cepatlah pakai bajumu jangan sampai lobak import ku ini berulah lagi,"


"Iya baiklah! Kak tapi kan aku sakit kalau harus berjalan,"


"Siapa yang menyuruh mu harus berjalan?"


"Tapi kita kan akan ke rumah sakit?"


"Aku akan terus menggendong mu!"


"Hah? Tidak mu aku malu!"


"Lebih malu mana dengan kau berjalan tapi kedua kakimu tidak bisa rapat?"


Benar juga apa yang dikatakan oleh Domanick, bisa-bisa semua orang akan membicarakan Lindsey bila melihat Lindsey berjalan sambil meringis kesakitan dan kedua kakinya berjalan dengan aneh akibat area intinya masih sangat sakit.


♥️♥️♥️


Maaf ya maak telat update nya lagi lemes banget badan!!


Terimakasih banyak ya yang sudah mendukung terus karya ini engga nyangka nangkring di 1 juga😃


Maaf banget maak engga bales-balesin komenan hari ini🙏🙏🙏