Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 56


Keesokan harinya Domanick mengantar Lindsey ke kantor tapi hatinya masih panas akibat semalam Lindsey mengizinkan David untuk menjenguknya didalam kamar, entah sampai jam berapa mereka berdua mengobrol.


Domanick tidak membuka mulutnya sekalipun sementara Lindsey sesekali melirik Domanick yang tampak pendiam dari biasanya sepanjang perjalanan.


"Nanti ke apotik dulu saja!" Lindsey memulai obrolan.


"Kau sakit? Apa tubuhmu merasakan efek kecelakaan itu?"


"Bukan aku, kita ke apotik beli obat sariawan siapa tau kakak sedang sariawan!" goda Lindsey.


"Hmm untuk apa bicara toh semalam sudah ada yang mengajak mu bicara entah sampai jam berapa," dengan wajah datar dan pandangan tetap fokus menyetir.


"Cemburu?"


Mobil sampai didepan loby kantor dan Domanick menghentikan mobilnya.


"Masuklah! Aku ada urusan dulu!"


"Kakak mau kemana pagi-pagi begini?"


"Kau tidak berhak bertanya padaku, sana keluar!" ketus Domanick mengusir Lindsey agar segera keluar dari mobilnya.


"Kak sebaiknya serahkan kasus ku kemarin pada polisi jangan membahayakan dirimu!"


Domanick tidak bergeming dan memilih diam, hingga akhirnya Lindsey pun keluar dari dalam mobil. Begitu Lindsey turun, mobil itu langsung kembali melaju.


Pagi itu Domanick mendatangi rumah supir kantor Lindsey setelah semalam mencatat alamatnya dari data perusahaan! Rumah yang sederhana dan tampak sepi, tanpa basa-basi Domanick turun dari mobil kemudian menendang pintu rumah sederhana itu hingga pintu itupun jebol.


Brag...


Sang supir baru saja hendak menyendok sarapan kedalam mulutnya, dan dibuat terkejut bukan main karena pintunya melayang kemudian terjatuh dilantai! Domanick pun masuk kedalam rumah itu.


"Tu-Tuan kau,"


Ditariknya kepala supir tersebut kemudian dihajarnya bagian perut serta wajah supir tersebut hingga hidungnya mengeluarkan darah segar.


Bam..


Bam..


Aaa..


"Ampun Tuan aku hanya disuruh aku mohon!"


Supir tersebut sama sekali tidak menyangka kalau Domanick akan datang secepat ini, padahal dia sudah berkemas untuk menjemput sang anak yang ditawan dan akan melarikan diri dari negara ini.


Ditendangnya lalu diinjaknya bagian dada supir yang sudah tidak berdaya itu oleh Domanick!


"Antar aku ketempat keparat itu!"


Bahkan untuk membuka mulut pun supir tersebut sudah tidak bisa menggerakkan rahang mulutnya akibat dihajar membabi buta oleh Domanick.


Domanick menyeret supir tersebut ke tempat janjian supir dengan mantan manager karena mantan manager itu akan melepaskan anak dari supir yang dia Tawan demi berhasilnya rencana mencelakai Lindsey.


Tiba disebuah kediaman mewah terdapat dua security dan Domanick langsung turun menghajar dua security yang berjaga di gerbang, terjadi perkelahian satu lawan dua tapi amarah Domanick yang memuncak membuatnya menghajar dua security itu tanpa ampun.


Brag...


Diakhiri dengan memukul sebuah kursi ketubuh salah seorang security yang sudah tidak berdaya! Selesai dengan urusan security Domanick menyeret supir itu untuk ikut kedalam bersamanya.


Baru membuka pintu rumah itu sudah ada anak buah mantan manager yang langsung mengajak Domanick bertarung, tentunya dengan senang hati meskipun Domanick memakai tangan kosong, sedangkan anak buah mantan manager itu membawa senjata tajam tapi tetap saja Domanick tidak gentar.


Slashh...


Bam.


Bam..


Terjadi perkelahian untuk beberapa saat Domanick selalu berhasil menangkis serangan lawannya dan membalasnya memukul bagian wajahnya, kemudian mematahkan tulang lehernya.


Tentu saja serangan itu terdengar hingga si mantan manager beserta satu anak buah kepercayaannya yang tersisa buru-buru kelantai bawah rumahnya, dan beberapa anak buahnya sudah tewas tergeletak dilantai.


"Hai bung aku disini!" Domanick tengah merapihkan rambutnya dicermin yang terdapat didinding ruang tamu.


"Domanick Limson!" serempak.


Dor.


Dor.


Beberapa tembakan dilayangkan dari lantai atas dan Domanick menghindar dengan cara berguling-guling dilantai lalu bersembunyi dibalik sofa.


"Sial cari dia!" ucap mantan manager yang sebenarnya akan melarikan diri pagi ini dari negara ini sebelum polisi berhasil membekuk mereka, siapa sangka kalau Domanick langsung yang justru datang menuntut balas.


Keduanya turun kelantai bawah mencari-cari Domanick untuk menembaknya! Dan Domanick berhasil menghajar anak buah mantan manager hingga keduanya terlibat perkelahian sengit, fokus utama Domanick adalah merebut pistol tersebut.


Keduanya saling pukul dan Domanick berhasil melemahkan lawan dengan menghajar bagian dadanya secara membabi-buta! Pistol itupun telah beralih ketangan Domanick!


"Ampun Tuan Nick! A-amopun!"


Dor.


Dor.


"Tidak ada ampun bagimu!" Domanick menembakkan pistol kearah kepala manager dan mantan anak buahnya.


Membuat supir yang menyaksikan itu bergidik merinding karena Domanick Limson ternyata benar sosok yang kejam adanya!


"Kenapa diam? Masukan mayat ini kedalam mobil milik mereka sendiri, dan kau kendarai mobil itu oh satu lagi bebaskan dulu anak mu!"


"Ba-baik Tuan," tidak ada protes karena supir itu sadar tidak ikut dibu nuh oleh Domanick saja sudah beruntung, supir tersebut bergegas mencari anaknya dan ditemukan di gudang rumah tersebut.


Supir tadi mengangkut dua mayat itu kedalam mobil milik mantan manager itu sendiri, kemudian dia dan anaknya juga masuk kedalam karena Domanick memerintahkannya untuk mengikuti mobil yang dikemudikan oleh Domanick.


Hingga sampailah mereka dipinggir jalan dekat aliran sungai! Domanick turun dari mobil begitu juga supir dan anak laki-laki nya yang masih berusia 5 tahun.


"Dorong mobil itu ke jurang sana!"


"Ta-tapi Tuan!"


"Lakukan!"


"Baim Tuan," dengan berkeringat dingin ketakutan pada Domanick sang supir pun mendorong mobil hingga akhirnya mobil itupun masuk dan terjun bebas kedalam sungai.


"Aku memaafkan mu karena anak itu! Jika saja kau tidak ada anak itu, maka nasibmu akan sama dengan mereka!"


"Terimakasih banyak Tuan, terimakasih banyak sudah mengampuni ku!"


Beres dengan dua mantan manager yang sekarang sudah tenggelam didasar jurang. Domanick kembali ke kantor Lindsey! Rupanya gadis itu sedang tidak fokus kerja karena memikirkan kemana Domanick pergi pasti ada kaitannya dengan orang yang menjadi dalang kecelakaan yang menimpanya.


Lindsey mondar-mandir didalam ruangannya dan begitu pintu ada yang membuka, Lindsey langsung menoleh dengan wajah penuh kekhawatiran! Domanick pun mengu Lum senyum kemudian langsung menghampiri Lindsey yang masih dia mematung.


Cup...


Secara tiba-tiba Domanick langsung memberikan ciuman pada bibir Lindsey meskipun itu hanya beberapa detik, karena Domanick cepat mengakhirinya! Dia takut kalau Lindsey akan marah.


Lindsey hanya dibuatnya melongo akibat ciuman dibibirnya secara tiba-tiba.


"Jangan bengong bilang kalau enak, maka aku akan mengulanginya lagi!" Domanick menarik dagu Lindsey.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Aduh bang Nick udah cukup kamu membuat othor guling-guling kasmaran! Mau juga bang di kiss tiba-tiba begitu, dikit aja bang asal nempel juga boleh bang othor ga nolak.😃😃


Tapi Domanick emang kejam banget kalau sama musuh langsung Dor engga mau pusing mana dicemplungin lagi kedalam sungai🤫🤫