
Hareudang ya guys mohon yang tidak bisa baca bab nganu-nganu silahkan lewati bab ini, daripada nanti nyalahin othor katanya ceritanya banyak nganunya🤭
Dan Lindsey hanya diam tanpa membalas ciuman Domanick sehingga Domanick pun melepaskan ciumannya!
"Kau tidak mau membalas ciuman ku?"
"Bukankah agenda kita adalah mengantar ku pulang?"
"Ayolah satu kali saja,"
"Tidak jangan gila kak ini dipinggir jalan banyak orang kendaraan, tuh lihat sedang ramai!"
"Memangnya kenapa? Tidak ada larangannya! Ayolah Sey kakak pengen lagi janji engga nambah deh!"
Lindsey pun celingak-celinguk antara dia pun sebenernya sudah ketagihan dengan lobak import milik Domanick, tapi takut bila melakukan ini dipinggir jalan seperti ini.
Tak kunjung mendapatkan jawaban Domanick nekat saja meraba-raba paha mulus Lindsey hingga gadis itu pun menggeliat seperti ulat bulu!
"Emthh kakak jangan disini!"
"Disini saja sensasinya lebih nikmat daripada diatas ranjang!"
Domanick memicingkan senyum dibibirnya, sementara Lindsey masih was was akan ada yang memergoki perbuatan keduanya. Jok mobil milik Lindsey diturunkan oleh Domanick, hingga membuat posisi Lindsey saat ini menjadi terlentang.
Diraba-rabanya paha putih mulus Lindsey oleh Domanick, rasanya setiap jengkal sentuhan Domanick menyeringai hingga keseluruh tubuh Lindsey hingga Lindsey pun sudah tidak peduli lagi dengan kendaraan yang ramai lancar dan suara klakson yang terus terdengar dikedua telinganya.
Sesekali Domanick jahil dengan menggelitik area paha Lindsey hingga membuat Lindsey pun tidak bisa menahan tawanya.
Ckckck..
"Kakak geli tau,"
"Geli enak kan?"
"Hmm,"
Satu tangan Domanick terus memberikan sentuhan-sentuhan magic yang bisa membuat Lindsey melayang ke angkasa! Meskipun kedua tangan Lindsey berusaha menahan tangan Domanick agar berhenti, tapi ujung-ujungnya Lindsey pun membiarkan aksi Domanick bergerak sesuai keinginannya.
Dibukanya oleh tangan Domanick kedua pangkal paha Lindsey agar lebih leluasa lagi memberikan sentuhan-sentuhan yang dapat memabukkan tubuh Lindsey.
Kini kedua pangkal paha itu terbuka lebar hingga senyum licik terpancar dari raut wajah Domanick, Lindsey curiga apa sebenarnya yang akan dilakukan laki-laki yang bira hinya selalu terpancing setia saat ini.
"Apa kau masih ingin menolak?" Domanick menyentuh area inti Lindsey hingga membuat Lindsey pun melenguh disertai tubuh yang meliuk-liuk.
"Aku menginginkan mu kak,"
Rupanya Lindsey sendiri sudah tidak bisa lagi menolak bira hi dalam dirinya, kini hasratt gadis itu sama tingginya dengan hasratt sang Cassanova.
Domanick segera menaiki tubuh Lindsey dan satu tangannya kembali menelusup kedalam rok yang dikenakan oleh Lindsey, hingga sampai ketitik dimana kelemahan wanita bermuara!
Ditekan-tekannya oleh jari telunjuk Domanick hingga Lindsey meremat dada bidang Domanick.
"Kakak berhenti bermain-main, cepatlah lakukan!"
"Ought kau terlalu be naf su sayang, tahan dulu,"
Dengan isengnya Domanick menurunkan kain penutup area sensitif milik Lindsey hingga area milik gadis itu kini telah polos.
"Aku ingin sekali mencium bibir mu, tapi aku lebih ingin mendengar jeritan mu malam ini Sey,,"
"Maksud kakak apa?"
Dan blas jari Domanick masuk kedalam inti milik Lindsey hingga kedua bola mata Lindsey terbelalak saat merasakan sesuatu memasuki area inti miliknya.
"Sudah lembab sekali kau sudah ber naf su sejak tadi sayang?"
"Emthh berhenti menggoda ku kakak ah,"
"Menjerit lah aku suka mendengar suara-suara seksi mu itu!"
"Oughttt kak kau emthh," Lindsey meremat pundak Domanick untuk menetralkan rasa yang luar biasa nikmat dibawah sana.
Sementara Domanick hanya tersenyum menyeringai melihat wajah Lindsey yang sudah diselimuti oleh hasratt yang menggebu-gebu, mendengar suara-suara manja dan seksi yang terus nyaring terdengar didalam mobil yang sudah disulap menjadi tempat untuk bercocok tanam oleh Domanick.
Jeritan-jeritan itu terus keluar dari bibir Lindsey saat dengan kasarnya jari Domanick terus keluar masuk dari dalam miliknya!! Hingga Lindsey pun merasakan tubuhnya bergetar hebat dan merasakan sesuatu akan pecah dibawah sana.
"Kakak ahh a-aku emthh kakak hentikan dulu aku mau,"
"Ahhh,"
Era Ngan panjang menjadi penanda bahwa gadis yang sedang dalam kungkungan Domanick telah sampai pada puncak kenikmatannya.
"Seksi sekali wajahmu saat sedang pelepasan seperti ini, I love you,"
Domanick menge cup bibir Lindsey, kemudian membuka resleting celananya sendiri karena bukan hanya Lindsey yang ingin melayang tinggi ke nirwana tapi juga Domanick sudah sangat menginginkannya.
Ramainya kendaraan yang berlalu lalang tidak mengurungkan keinginan Domanick untuk menikmati tubuh Lindsey! Celana yang dia kenakan sudah turun kebawah, termasuk bagian penutup akhir lobak import yang sejak tadi sudah bertengger meminta untuk dipuaskan.
Dengan terburu-buru Domanick mulai mengarahkan lobak import miliknya kedalam inti milik Lindsey, sangat terasa masih sempit seperti saat pertama melakukannya kemarin hingga Domanick pun harus mendorong secara perlahan agar Lindsey tidak meringis kesakitan.
Saat sedang menikmati proses lobak import yang hampir tenggelam seluruhnya kedalam milik Lindsey, terdengar suara ketukan kaca mobil! Tapi Domanick pun tidak bergeming, mungkin itu hanya salah dengar saja.
"Kak stth,, aku seperti mendengar kaca mobil diketuk!"
"Tidak kau salah dengar sayang, sudah kita nikmati saja Sey udah masuk nih tanggung!"
Lama kelamaan ketukan kaca mobil itupun semakin kencang! Dan ketika menengok kesamping betapa terkejutnya Domanick karena ada dua orang polisi lalu lintas menggedor kaca mobilnya.
Sontak saja Domanick langsung kalang kabut sampai-sampai kepalanya kepentok plafon mobil!
"Astaga polisi Sey," Domanick menaikkan kembali celananya.
"Hah? Polisi?" Lindsey pun langsung beringsut sambil mendorong tubuh Domanick agar turun dari atas tubuhnya.
Tok.
Tok.
Tok.
Kaca mobil terus diketuk, barulah setelah Lindsey duduk diposisinya dan celana Domanick selesai dibenahi, Domanick membuka kaca jendela mobilnya.
Meskipun mobil Domanick adalah mobil yang sangat mahal yang memakai glass protector (kaca film) sehingga dari luar tidak akan bisa melihat adegan apapun yang sedang terjadi didalam mobil, tapi tetap saja kedatangan kedua polisi lalu lintas itu benar-benar menganggu aktivitas si lobak import.
"Sial!" gumam Domanick yang merasa sangat kecewa karena baru saja mulai sudah masuk hanya tinggal digerakkan saja malah datang pengganggu.
"Selamat malam Tuan,"
"Malam," ketus Domanick.
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Tidak ada,"
"Lalu kenapa anda berhenti dibahu jalan? Apa kendaraan anda tidak mogok?"
"Ini kami mau pergi! Sudah ya!"
"Baik bisa tunjukkan surat-surat kendaraannya?"
Domanick pun menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraannya agar kedua polisi itu segera pergi! Setelah memeriksa kelengkapan surat-surat mobil Domanick, kedua polisi itupun mengembalikannya.
"Mohon dilanjutkan lagi perjalanan anda Tuan, jika tidak ada hal yang mendesak kami sarankan untuk tidak berhenti memarkirkan mobil sembarangan seperti ini!"
♥️♥️♥️
Asli maak kasian banget sama si lobak padahal udah kegirangan banget tadi udah masuk😁 Rese banget pak pol engga tau apa kalau si lobak itu sedang dalam mode berdiri tegak🤣