Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 116


Naura menangis histeris, gadis kecil itu meskipun belum mengerti dengan benda yang ditodongkan pada Emilia, tapi dari teriakan semu orang Naura tau kalau dirinya sedang dalam bahaya. Emilia harus berusaha menahan rasa takutnya agar bisa menenangkan Naura, dan pilihannya saat ini hanya satu, yaitu menuruti perintah kedua orang bertubuh besar itu.


Emilia dan Naura digiring masuk kedalam mobil, sementara Miss dan supir bisa langsung menghubungi kepolisian setempat dan juga menghubungi orang tua dari Naura.


Mobil hitam itu membawa Naura dan Emilia secepat kilat meninggalkan bis tadi, salah satu dari kedua orang itu menelpon bos mereka.


"Bos, istri dan anak dari Domanick Limson sudah berada ditangan kita lalu bagaimana?"


"Habisi mereka berdua, buang mayatnya ke kandang harimau ku agar tidak ada jejak!"


"Baik Bos Jazz, harimau anda pasti akan mengunyah keduanya dengan lezat karena mereka cantik-cantik!"


Mendengar pembicaraan orang itu dengan bosnya, Emilia sadar jika terus menurut ikut dengan keduanya maka habislah nyawa dia dan juga Naura, Emilia masih memeluk erat Naura yang sudah mulai bisa ditenangkan. Dia terus mencari cara agar bisa mengelabui kedua orang ini.


"Aku mau buang air besar," kata Emilia.


"Buang air besar saja disitu!"


"Bisa bau nanti!"


"Kami tidak peduli, sudah jangan bicara lagi atau kau ku bunuh sekarang juga!"


Usahanya sia-sia sepertinya mereka tidak akan mungkin menghentikan mobilnya. Emilia pun mencari cara lain, dilihatnya kedua orang itu sudah tidak memegangi pistol.


Dengan perlahan Emilia menurunkan Naura dari pangkuannya, lalu dengan cepat Emilia maju kedepan lalu menarik stir mobil itu, hingga mobil pun mulai oleng.


Kedua orang itu termasuk juga Naura terpental ke sana ke mari, orang yang duduk dibangku supir berusaha mempertahankan stirnya dan memukul Emilia, tapi tekad Emiki kukuh dia tetap menggerakkan stir mobil itu agar mob semakin oleng.


"Hei hentikan kita bisa mati bodoh!"


Mobil itu terus oleng ke sisi kanan hingga akhirnya menabrak pembatas jalan dan meluncur bebas ke jurang! Mobil itu berputar-putar masuk kedalam jurang sebelum akhirnya sampai ditengah-tengah jurang dan mobil pun terbalik dan tersangkut dipohon besar.


Kedua anak buah Jazz yang duduk dikursi depan sudah tertusuk kaca dan keduanya tidak bergerak sedikitpun! Begitu juga Emilia yang meringis kesakitan karena dia memeluk tubuh kecil Naura sebelum mobil lepas landas ke jurang, tapi nahas sebuah kaca menancap ke leher Emilia.


Naura menangis karena tubuhnya pun mengalami banyak luka. Dibelainya rambut Naura oleh Emilia, dan dilihatnya mobil ini sudah terbalik bahkan tercium bau bensin yang menandakan mobil bisa sewaktu-waktu meledak.


Emilia yakin dia tidak akan bisa selamat karena kaca yang menusuk dilehernya terlalu dalam.


"Nola, dengarkan onty sayang!"


"Nola takut onty beldalah!" sambil terus menangis.


"Tidak apa-apa, Nola anak pintar kan?"


"Iya Nola pintal,"


"Kalau begitu, Nola lihat jendela disamping kanan kita?"


"Lihat onty,"


Dengan sisa-sisa tenaganya Emilia berusaha menyelamatkan Naura agar dia bisa hidup! Emilia melihat sebuah tang didekat kursi supir, diraihnya oleh tangan Emilia tang besar itu untuk memecahkan kaca mobil.


Kaca jendela mobil berhasil dipecahkan oleh Emilia! Emilia merasa semakin tidak memiliki tenang lagi, tapi dia berusaha melepaskan pakaiannya agar menutupi tubuh Naura sehingga ketika Naura melewati serpihan kaca itu dia tidak akan terluka.


"Pakai ini sayang,"


"Tidak mau ini banyak dalahnya,"


"Sayang, kau harus keluar dari sini dengan pakai ini, Nola mau kan bertemu momy dan Dady lagi?"


Naura pun mengangguk, dan Emilia sudah menangis karena sepertinya dia tidak akan bisa selamat! Nafasnya sudah semakin sulit, dan bau bensin semakin menyengat.


Dipakaikannya pakaian milik Emilia pada tubuh Naura.


"Ayo sayang, hati-hati Nola harus menunduk dan merangkak perlahan, Nola mengerti kan?"


Naura pun mengangguk dan mematuhi semua yang dikatakan oleh Emilia. Naura merangkak dan menunduk keluar dari jendela mobil.


"Ayo onty,"


Kesadaran Emilia sudah semakin hilang, tapi dia masih bisa melihat Naura masih berada didekat mobil yang akan meledak ini.


"Nola, lihat pohon besar disana?"


"Lihat onty,"


"Nola jalan ke sana lalu tutup kedua mata Nola dengan tangan Nola, nanti hitung sampai di puluh onty bisa sulap dan sudah berada didekat Nola, bisa kan?"


"Bisa onty!"


Naura berjalan menjauh dari mobil terbalik itu, dia pun menutup kedua matanya oleh kedua tangannya lalu menghitung mundur sesuai perintah Emilia.


Disisi lain pihak kepolisian sudah berada disekitar jalan yang dilalui oleh mobil orang suruhan Jazz itu, mereka bergerak cepat setelah mendapatkan laporan dari Miss dan supir anak-anak sekolah.


Begitu juga dengan Lindsey, di rumah dia menerima telepon bahwa Naura dan Emilia diculik oleh orang tidak dikenal saat dalam perjalanan menuju kebun binatang.


Lindsey menjerit histeris, dia langsung menghubungi Domanick tapi tak kunjung diangkat.


"Angkat kak, kau kemana??" Lindsey semakin panik.


Ditempat berbeda Domanick dan Gilbert berikut semua anggota group Limson sudah bergerak menyerang markas mafia yang dipimpin oleh Jazz. Dan Domanick akan membu nuh Jazz sekarang juga.


Pertarungan pun terjadi antara group Limson dengan anak buah Jazz, sementara dari sebuah micropon yang terpasang di markas milik Jazz, terdengar Jazz mulai berbicara.


"Nick, apa kabar? Aku tidak menyangka anak buah ku begitu banyak yang sudah mati ditangan group Limson,"


"Keluar kau Jazz!" teriak Domanick.


"Kau yakin lebih memilih membu nuh ku, dibandingkan dengan menyelamatkan anak dan istri mu yang hendak mengunjungi kebun binatang?"


Mendengar hal itu, Domanick langsung membuka handphonenya dan terlihat beberapa panggilan tak terjawab. Gilbert pun langsung meradang mendengar ancaman Jazz.