Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 84


Tolong yang tidak terlalu suka dengan bab yang terlalu sangat nganu boleh dilewati ya!!!


Buat jomblo atau yang lagi LDR resiko ditanggung sendiri maak kaborrrr dulu😅


De sah an Lindsey bukan hanya terdengar di kamar mandi saja! Melainkan juga sampai ke seluruh sudut ruangan kamar glamping tersebut. Wajahnya terus mendongak keatas kadang juga Lindsey menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang Domanick.


Kedua matanya terpejam menikmati sensasi yang tak kunjung berakhir dibawah sana! Bagaimana bisa diakhiri begitu cepat jika Domanick sangat menyukai wajah sepupunya itu ketika sedang keenakan seperti sekarang ini.


Lindsey dibuatnya mabuk kepayang oleh setiap gerakan jari Domanick yang sekencang-kencangnya keluar masuk dengan bebas dibawah sana. Domanick sendiri sudah merasakan jarinya cukup basah tapi tetap saja dia belum mau mengehentikan aksinya.


Wajah Lindsey semakin berkeringat tubuhnya sangat gelisah dan kedua tangannya mere mas kedua semangka miliknya sendiri. Meskipun tubuhnya sudah lemas tapi Lindsey tidak khawatir karena satu tangan Domanick kini menopang pinggulnya agar tubuh Lindsey tetap bisa berdiri tegak menikmati apa yang diberikan oleh Domanick.


"Eungh kakak oughtt ahh sitt!!!"


"Kau suka honey??? Jawab sayang?"


"Yes, kak ah lakukan terus ought kau luar biasa kak," Lindsey masih menyempatkan untuk menjawab pertanyaan Domanick disela-sela kesibukannya men de sah kencang.


"Wajah mu sungguh ber ga i rah Sey, kakak tidak tahan melihatnya seksi sekali," lirih Domanick yang menikmati pemandangan wajah Lindsey saat Lindsey sedang diselimuti ga i rah yang begitu berapi-api.


Lagi-lagi Lindsey dibuat terbang mengudara menikmati berjuta rasa beribu kenikmatan! Sungguh diluar nalar ada kenikmatan seperti ini yang bisa dirasakan oleh Lindsey.


Setelah hampir lima belas menit Domanick memainkan jarinya sesuka hati dibawah sana, Lindsey merasakan sesuatu akan meledak dibagian intinya! Rasa yang sama saat terakhir kali bertemu dengan Domanick, entah apa itu namanya.


Tubuhnya bergetar hebat dan Lindsey menenggelamkan wajahnya dileher Domanick, hingga kedua tangannya tiba-tiba mencengkram kuat kedua lengan Domanick.


"Oughttt Fu ck!!! Ahhh kakak aku mau eunghhtt,"


"Keluarkan sayang, ayo sayang kakak menantikannya!"


Domanick melakukan gerakannya lebih cepat lagi saat mengetahui Lindsey akan segera mencapai puncak kenikmatannya. Tubuh Lindsey semakin bergetar hebat hingga e r anga n panjang membuatnya mendapatkan pelepasan yang pertama dimalam ini.


Kenapa pertama? Karena selama diculik oleh Domanick, Lindsey pasti akan mendapatkan puncak kenikmatan itu lebih dari sekali tapi bisa jadi puluhan kali.


Domanick memeluk erat tubuh Lindsey yang sudah terkulai lemas dipelukannya. Ditatapnya wajah Domanick oleh Lindsey, laki-laki itu hanya memberikan senyuman manis kala Lindsey menatap wajahnya seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Kau puas?"


"Mau aku jawab jujur atau bohong?"


"Katakan sayang, memohon lah pada kakak kalau kau belum puas!"


Lindsey pun mendekatkan bibirnya ke telinga Domanick lalu berbisik ditelinganya.


"Belum puas kan baru satu kali," bisiknya pelan yang diakhiri dengan menj i l at daun telinga Domanick.


"Kalau begitu memohon lah padaku!"


Masih didalam dekapan manja Domanick, Lindsey menuruti apa yang dipunya oleh Domanick.


"Puaskan aku kak," bisiknya lagi.


Domanick segera meraih dagu Lindsey hingga membuat wajah gadis itu mendongak keatas! Dilu mat nya bibir seksi dan lembut bagaikan kapas oleh Domanick.


Keduanya kembali berciuman dengan sama-sama liar, saling men ye sap lalu mengeluarkan lidah masing-masing untuk kemudian saling membelit dan secara bergantian menelusuri rongga mulut masing-masing.


"Ah, kak,"


Gadis cantik itu hanya bisa pasrah saat tubuhnya dikuasai oleh tubuh kekar dan berotot Domanick! Dibawa berjalan sambil tetap berciuman dan memainkan lidahnya untuk saling membelit.


Hingga sampailah keduanya dibawah shower! Satu tangan Domanick menyalakan shower itu hingga tubuh Lindsey dan Domanick kini diguyur oleh air!


Disertai guyuran angin yang membuat tubuh polos keduanya lebih segar lagi! Domanick memutar tubuh Lindsey membuat kedua tangan Lindsey replex menopang tubuhnya pada tembok.


Dibelakang Lindsey, Domanick tentu saja sudah cukup kejam karena membuat lobak import miliknya menunggu terlalu lama! Kini waktunya lobak import itu dimanjakan oleh himpitan-himpitan manja dari gadis cantik dihadapannya.


Diarahkannya lewat belakang oleh Domanick hingga lobak itu menyusuri jalanan menuju gerbang inti milik Lindsey! Ternyata gerbangnya sudah terbuka lebar dan lobak import itu dengan mudah menemukan gerbang inti yang akan dia masuki.


Ditekannya oleh Domanick hingga lobak itu perlahan masuk tanpa halangan kedalam inti milik Lindsey, membuat Domanick memejamkan kedua matanya merasakan lobaknya mulai dijepit oleh bagian inti Domanick.


"Ah sayang emthh sempit sekali Sey ah,"


De sa Han Domanick mulai nyaring terdengar di dalam kamar mandi ini, begitu juga dengan Lindsey yang merasakan bagian intinya terasa sesak dimasuki oleh lobak import yang berurat sangat super itu. Karena lobak import itu memang lah lobak unggulan hasil dari knalpot traktor sawah Tuan Lan.


Dibawah guyuran air shower yang jatuh membasahi tubuh keduanya, Domanick mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur hingga menciptakan kenikmatan yang luar biasa dibawah sana!


"Ah,,, ayo sayang kau juga bergerak,"


"Emthh kakak ah,"


Lindsey dan Domanick sama-sama bergerak secara bersama-sama hingga tercipta berbagai macam suara didalam kamar mandi tersebut.


Kedua semangka import itu pun bahkan ikut bergerak-gerak sesuai dengan gerakan pinggul Domanick dan pinggul Lindsey.


Melihat kedua semangka import itu bergerak-gerak membuat Domanick gemas dan segera meraih kedua semangka import itu dengan kedua tangannya! Akhirnya sekarang Domanick mempunyai pegangan baru untuk dia lebih bergerak lebih cepat lagi menggerakkan pinggulnya dibawah sana.


"Ahh kakak, aku tidak kuat emthhh,"


"Tubuhmu nikmat sayang, kakak ingin setiap detik menikmatinya Sey ah," Domanick menciumi punggung bagian belakang Lindsey dengan brutal.


"Kak aku mau sampai lagi ah eunght,"


Tubuh Lindsey kembali bergetar sesuatu dibawah sana sepertinya akan kembali meledak! Sungguh gempuran Domanick dibagian intinya membuat Lindsey harus kembali mencapai puncak kenikmatannya.


"Iya sayang ayo keluarkan!" Domanick bergerak lebih cepat dan sangat cepat hingga membuat Lindsey merasa sudah berada dipuncak nirwana.


"Ahhh Kak, kakak aku sampai!"


Lindsey kembali mencapai puncak kenikmatannya, tubuh ya sudah lemas tapi gerakan pinggul Domanick masih luar biasa dibagian intinya.


Lobak import itu dikeluarkan terlebih dahulu, tubuh Lindsey yang sudah lemas itu dibalik oleh Domanick, hingga posisi keduanya kini berhadapan.


"Sayang kau cape? Mau stop dulu?" Domanick merapihkan rambut Lindsey yang acak-acakan lalu mematikan shower.


"Tidak kak, aku tidak cape!" dengan nafas terengah-engah.


"Kau membuatku semakin ber ga i rah kalau begini Sey,"


Domanick kembali mencium bibir Lindsey, lalu mengangkat satu kaki Lindsey dan menaruhnya dipinggang sebelah kanan Domanick.