Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 38


Keduanya saling melempar senyuman, rasanya bahagia sekali bisa saling menatap dan tidur dalam satu kamar dengan laki-laki yang selama ini dia sukai dalam diam.


"Cantik," sambil memainkan dagu Lindsey.


"Apa selamanya kita akan terus sedekat ini kak?"


"Iya tentu saja! Aku akan menjadikanmu satu-satunya,"


"Kakak tidak akan main perempuan lagi? Janji!"


"Iya kakak janji,"


"Aku bahagia sekali malam ini!" Lindsey memeluk tubuh Domanick.


"Mau diterusin nih ceritanya?"


Mendengar Domanick berbicara begitu Lindsey mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Domanick sementara kedua tangannya masih melingkar ditubuh Domanick.


"Siapa takut!"


"Kau nakal ya sekarang,"


"Nanti ya tunggu tangan ini sembuh dulu!"


"Memangnya tangan yang mau dimasukin? Kenapa harus nunggu tangan sembuh dulu?'


Ditepuknya dahi Lindsey oleh Domanick.


"Aw,"


"Memang bukan tangan Sey tapi lebih asik kalau kedua tangan ikut bermain, bukan cuma yang dibawah aja! Kakak akan membuat mu menjerit-jerit tunggu saja!"


"Dasar me sum,"


"Tapi kau suka kan?"


"Hmm,"


"Kau cinta padaku?"


"Sangat, kalau kakak cinta tidak padaku?"


"Sudah tidur sana!" Domanick melepaskan kedua tangan Lindsey yang masih betah memeluknya.


"Masa gitu si, kak Nick jawab dulu!"


"Tidak aku ngantuk!" Domanick langsung memejamkan kedua matanya.


"Menyebalkan!" Lindsey berbalik badan membelakangi Domanick.


Melihat Lindsey berbalik badan menjadi membelakanginya, Domanick pun gusar.


"Lindsey ayolah ini malam pertama kita tidur satu ranjang, masa tidur membelakangi ku!" mencolek pinggang Lindsey.


"Bilang dulu aku cinta Lindsey baru aku tidak akan tidur membelakangi!"


"Cih, gadis muda ini benar-benar,"


Domanick merapatkan tubuhnya pada Lindsey lalu melingkarkan satu tangannya memeluk tubuh langsing Lindsey, mencium aroma harum parfumnya sambil sesekali menge cup leher belakang Lindsey.


Membuat sekujur tubuh Lindsey seperti tersengat listrik, bergetar hebat karena Domanick menikmati leher belakang bahkan kepunggung Lindsey.


"Emthh kakak,"


"Tidurlah, malam ini aku akan membiarkan mu lolos karena tanganku sedang terluka! Besok-besok jangan harap!"


Dipeluk oleh Domanick membuat Lindsey tertidur lelap, sementara Domanick masih terjaga sambil terus menghirup aroma tubuh indah Lindsey, Domanick tersenyum manis.


"Aku tidak menyangka akan jatuh cinta pada Lindsey, bisa jadi aku telah mencintainya sejak lama hanya saja aku tidak menyadari itu! Dipikir-pikir hanya aku yang tidak pernah absen memberikan kejutan ulang tahun untuk Lindsey dari dulu, entahlah sejak dulu aku tidak terima jika ada laki-laki yang mendekatinya!" dalam hati Domanick.


Teringat saat Lindsey memasuki kelas 1 SMA saat itu Domanick mengantarnya pergi sekolah, begitu turun dari mobil Lindsey membuat para siswa terperangah dan membicarakan kecantikannya.


Keesokan harinya, Gilbert tidak akan berangkat ke kantor karena akan pergi ke taman hiburan anak-anak untuk mendapatkan informasi terkait si penguntit yang membayar fotografer amatir itu.


Sementara Domanick pergi ke kantor bersama dengan Lindsey diantar oleh supir kantor. Setibanya di kantor, Domanick berjalan beriringan dengan Lindsey membuat para karyawan wanita iri ingin berada diposisi Lindsey saat ini.


Tiba-tiba Domanick meraih tangan Lindsey, membuat Lindsey melirik kearah wajah tampan yang pandanganya fokus kedepan sementara tangannya dengan erat menggandeng tangan Lindsey.


Pagi-pagi Lindsey sudah dibuat senyum-senyum sendiri dengan perlakuan Domanick, karena ini pertama kalinya Domanick menggandeng tangan Lindsey, diantarnya Lindsey hingga kemeja kerjanya membuat Leon yang melihat keduanya mesra langsung memicingkan bibirnya.


"Kerja yang rajin sebentar lagi kau akan mengambil alih perusahaan Ayahmu!"


"Iya kak,"


"Aku ke ruangan ku dulu! Nanti siang makan siang bersamaku, jangan pergi kemana-mana tanpa aku disamping mu!"


"Baiklah,"


Domanick sadar sejak tadi para karyawan tengah memperhatikan dirinya dan Lindsey, apalagi Leon yang melihat Lindsey dan Domanick sangat serius bola matanya bahkan hampir keluar.


Dilepaskannya tangan Lindsey kemudian diraihnya dengan lembut pinggul Lindsey hingga membuat tubuh Lindsey dan Domanick tak berjarak sama sekali.


Cup..


Sebuah ciuman lembut bibir Domanick mendarat sempurna dibibir ranum berwarna merah muda milik Lindsey. Untuk beberapa detik Domanick mencium bibir manis itu, membuat semua karyawan yang melihat terperangah.


Dilepaskannya secara perlahan ciuman itu oleh Domanick.


"Kakak,"


Domanick melepaskan pinggul Lindsey lalu pergi dari meja kerja istrinya itu. Tanpa Lindsey tau Domanick sedang mengu lum senyum sambil berjalan menuju ruangan kerjanya.


Ekhem...


Sejak tadi Lindsey memang masih bengong tidak percaya merasa semua perlakuan manis Domanick adalah mimpi baginya.


Suara deheman Leon membuat Lindsey langsung menengok kearah kanan kirinya.


"Tega banget si Sey ciuman kok depan aku, potek hatiku ini Sey ya Tuhan sakit tapi tak berdarah!"


"Ye dasar lebay!" kesal Rachel.


"Eh tadi itu bukan mimpi ya?" Lindsey tersenyum mengembang.


"Aghtt siapapun pasti akan ngerasa itu mimpi Sey dicium pagi-pagi oleh seorang Domanick Limson, astaga aku juga mau Sey,"


"Dasar gatel," sindir Leon.


"Apa bedanya denganmu, kau juga gatel kan pengen juga cium Lindsey?"


"Ah sudah-sudah jangan berdebat lanjut kerja!" seru Lindsey sambil memegangi bibirnya sendiri.


Sementara di taman hiburan Gilbert dan fotografer amatir itu sudah janjian ketemu karena fotografer itu berjanji akan membantu Gilbert, dari awal hingga akhir diceritakannya oleh si fotografer amatir itu hari, tanggal dan waktu tepatnya dia dihampiri oleh orang yang menyuruhnya.


Setelah memastikan waktu kejadian, Gilbert meminta cctv taman hiburan itu dibuka untuk melihat wajah laki-laki yang meminta fotografer itu memotret Domanick secara diam-diam, bisa jadi laki-laki itu juga yang mengirimkan papan bunga berikut membuntuti Lindsey.


Ditelaahnya dengan seksama detik-detik gambar cctv itu muncul, dan terlihat wajah dari laki-laki itu! Gilbert meminta petugas taman hiburan memperbesar foto laki-laki tersebut kemudian difotonya wajah laki-laki itu oleh handphone miliknya.


Setelah mendapatkan foto laki-laki tersebut, Gilbert meminta anak buah group Limson mencari identitasnya termasuk alamat tempat tinggalnya saat ini! Sayang wanita yang disebutkan si fotografer tidak tertangkap kamera.


Tidak butuh waktu lama untuk anak buah group Limson menemukan identitas dari foto yang dikirimkan oleh Gilbert, sebuah pesan masuk dari salah satu anggota group Limson pada handphone Gilbert yang berisi identitas laki-laki tersebut.


Dilihatnya identitas laki-laki tersebut dan dia bukanlah salah satu musuh group Limson, dia juga tidak memiliki catatan kriminal hanya seorang mantan security rumah sakit!! Gilbert langsung pergi ke alamat yang tertera di identitas tersebut.


Gilbert bergegas pergi ke alamat yang terdapat pada identitas tersebut.