
Senyuman ceria dan senang terpancar dari wajah YoLun/PingYu yang duduk santai diatas punggung Jula siHitam sambil bersandar didada bidang sang kekasih hati, berdua mereka terbang menikmati suasana malam diatas langit kota Arung.
"Istriku... hal apa yang membuatmu tersenyum seperti itu...? apa ada sesuatu hal yang akan kau lakukan...?", tanya YoLang sambil memeluk erat sang istri dari belakang.
"Tidak sayang... hanya terpikirkan olehku bagaimana nantinya suasana diIstana Naga Emas setelah semua orang berkumpul disana...! tidak seperti sebelumnya hanya aku sendiri, Jula siHitam dan Juli siPutih...!", kata sang istri.
"Kalau nanti Istana Naga sudah tidak cukup lagi... aku akan memindahkan Paviliun yang kubuat dulu dekat dengan Istana Naga... ",
"Baguslah kalau begitu... aku senang bisa bertemu dengan keluargaku... walaupun ada kesedihan yang mendalam juga yang aku rasakan... karena aku sangat berharap akan bertemu dengan ibuku... hiks... hiks... hiks...", suara tangisan sang istri ketika mengingat kembali ibunya.
"Bersabarlah sayang... mungkin ini semua sudah takdir... nanti kalau kita sudah selesai didaratan selatan ini...! akau akan mengajakmu dan ayahmu untuk mencari makam ibumu dan keluargamu yang lain... bagaimana... eenmm...?", kata YoLang sambil menghibur sang kekasih.
"Terimakasih suamiku... aku juga mau minta ijin kepada ayah PiYo dan Ibu MaiLang kalau boleh aku akan memindahkan makam ibu keKota Klentang... agar dekat jika mau bersiarah saat aku merasa rindu pada ibuku... kamu setuju kan suamiku...?", tanya sang istri.
"Hmm... kamu juga harus menanyakan hal ini kepada ayah mertua... kalau ayah dan ibu pasti akan setuju...", kata YoLang selanjutnya.
"Ohh..iya... baiklah aku akan menanyakannya kepada ayah...", kata YoLang.
"Ya sudah... malam mulai dingin... kamu kembali saja kedunia jiwa dulu... biar aku berteleportasi kepenginapan... bagaimana...?", tanya YoLang menunggu persetujuan sang istri sebelum dia mengirimnya kedalam dunia jiwa.
"Ahh... tidak mau... aku ingin berdua denganmu diatas sini... eennmm...?", katanya kemudian menarik kedua tangan sang suami untuk lebih mengeratkan pelukannya yang sebelumnya berada dipinggang kini dia naikkan sampai kedadanya dan mengarahkannya untuk menekan agar terasa hangat dan mengusir sang angin malam yang membawa dingin.
"Apa kamu nyaman dengan hal seperti ini istriku...? eennmm...?", tanya sang suami yang mulai mengikuti kemauan sang istri.
"Heehh... i...i...ya... eennmm... sayang katakan Jula supaya pelan-pelan saja terbangnya...", kata sang istri.
"Jula... dengarkan nyonyamu",
Khhaaakkk... Khhaakkk...
(siap tuan... aku sudah mendengarnya)
Suasana malam yang dingin diatas langit daratan selatan, tidak sanggup membendung sebuah titik kehangatan yang bergelora diatas punggung Jula siHitam sang Rajawali Dua Alam yang sedang membawa kedua tuannya kembali kepenginapan 'Sejahtera' dikota Wui. Lebih dari dua jam mereka melayang diatas langit karena Jula yang menuruti permintaan sang nyonya untuk terbang dengan perlahan, padahal dia merasakan dengan jelas hentakan keras dan cepat dari alunan musik cadas diatas punggungnya, sampai dia mendengar suara keluhan panjang dari sang nyonya kemudian sunyi dimenit kemudian dan samar-samar terdengar detakan jantung yang berdegup cepat berlomba seperti derap langkah kaki kuda yang sedang berpacu.
Tiba diatas langit penginapan sejahtera mereka turun dan Jula dimasukkan YoLang kedalam dunia jiwa, setelah berada didalam penginapan mereka mendapatkan PiYo dan MaiLang sedang bercakap-cakap dengan seseorang yang belum mereka kenal tapi kemudian menyapa,...
"Salam ayah... ibu... paman...!", kata keduanya bersamaan.
"Naaahh...! ini mereka sudah kembali... anak-anakku kemarilah... kenalkan ini tuan Wang... seorang Manager dipaviliun obat kota Wui ini... kami bertemu kemarin dan membicarakan sedikit bisnis diantara kita... tapi itupun kalau kamu menyetujuinya nak...! kata PiYo menjelaskan.
"Hmm... bisnis seperti apa ayah... tapi... maaf sebentar... istriku kamu beristirahatlah dulu kekamar biar aku menemani ayah dengan tamunya...", kata Yolang.
"Baik... maafkan saya harus kembali kekamar untuk beristirahat...", berkata sopan, YoLun pamit kemudian berlalu.
"Ah... iya... aku juga mau beristirahat... silahkan kalian yang melanjutkan pembicaraannya... aku dan menantuku akan kembali kekamar dulu... ayo nak...!", ajak MaiLang kemudian mereka berdua naik kekamar VIP mereka yang berada dilantai 5 penginapan sejahtera ini.
"Ohh... baik..baik... kami juga akan mendiskusikannya dengan kepala keluarga kami yang kebetulan juga berada disini... baiklah sampai ketemu besok paman Wang...", kata Yolang.
"Baiklah kami pamit dan sampai ketemu besok...", kata sang manager kemudian pamit pulang.
Seperginya sang manager, YoLang dan ayahnya PiYo segera menemui sang kakek buyut Surapong untuk membicarakan bisnis yang ditawarkan oleh Paviliun Obat kota Wui kepada keluarga mereka. Tapi sebelum mereka membicarakan masalah bisnis YoLang lebih dulu membuka pembicaraan dengan memberitahu bahwa ayah mertuanya bersama beberapa anggota keluarga Lun sudah ditemukan dan saat ini sudah berada diIstana Naga dalam dunia jiwanya. Demikian juga dengan kabar dari kakek buyutnya yang mengatakan jika akhirnya semua anggota keluarga Mei akan ikut dengan mereka kedaratan tengah dan tinggal menetap dikota Klentang.
"Baguslah... aku senang mendengarnya... kalau sudah berkumpul seperti ini.. aku akan sangat membutuhkan bantuan kakek buyut dan ayah untuk memberikan latihan-latihan dasar kepada anggota keluarga yang baru bergabung... semua sumberdaya yang dibutuhkan akan aku siapkan...",
"Baik nak... kami akan membantumu sebisa kami... dan persiapkan semuanya nak... karena besok semua anggota keluarga nenek buyutmu akan datang kesini...!", kata Surapong.
"Hmmm... begitu ya... kalau begitu ayah dan kakek pelajari proposal ini... aku akan kedalam dunia jiwa dulu mengatur tempat disana...", kata YoLang
Kemudian dia menuju kamarnya untuk menemui sang istri yang sedang bermeditasi, kemudian mengajaknya untuk masuk kedalam dunia jiwa menemui anggota keluarga Lun yang sudah berada diIstana Naga Emas. Dan sesampainya mereka diIstana Naga Emas mereka melihat mulai ada keramaian beberapa kamar dibagian sayap kanan Istana telah berpenghuni dan juga melihat Mayang dan ibunya Maya sedang mengarahkan anggota keluarga Lun disekitar istana untuk memberitahukan tempat-tempat penting diIstana Naga Emas seperti Kebun Herbal, Tanaman Kehidupan, Gudang khusus buah Kehidupan dan Sarang Lebah Ilahi penghasil Madu Kehidupan serta menjelaskan kepada mereka kegunaan dan cara pemakaiannya.
Setelah bertemu dengan anggota keluarga Lun, YoLang meninggalkan sang istri bersama keluarganya dan dia menuju lokasi paviliun yang dibuatnya ketika baru pertama kali mendapatkan dunia jiwa dari gurunya. Dengan kekuatan spiritualnya dia mengangkat gedung paviliun itu dan menempatkannya disamping kiri tidak jauh dari Istana Naga kemudian dia melanjutkan membuat sebuah paviliun lagi disebelah kanan Istana Naga kemudian membuat jalan yang akan menghubungkan kedua pavilun tersebut dengan Istana Naga. Paviliun yang dibuatnya persis sama dengan paviliun ayahnya di kota Klentang, mempunyai gedung disayap kiri dan kanan dengan masing-masing sayap terdapat 2 buah kamar besar sedangkan dibagian induk gedung terdapat ruang tamu, ruang keluarga dan ruangan makan serta 3 buah kamar utama. Kemudian dia kembali kedalam Istana Naga untuk menyiapkan semua kebutuhan yang kira-kira diperlukan oleh seluruh anggota keluarga yang akan mendiami kedua paviliun dan Istana Naganya.
YoLang juga membuat 3 jenis Pil yang sesuai dengan isi kontrak yang sempat dia baca untuk bersiap ketika kedua belah pihak sudah setuju untuk mengadakan kerjasama, Pil-pil tersebut adalah 'Pil Energi' (Pil tingkat-7), Pil Stamina (Pil tingkat-7) dan 'Pil Body' (Pil tingkat-8) untuk mengobati luka atau cedera. YoLang juga membuat 2 jenis pil tingkat legenda sebagai promosi nantinya yaitu 'Pil Balik Bumi' (Pil energi tingkat Legenda) dan 'Pil Peri Biru' (Pil mengobati luka secara instan tingkat Legenda). YoLang juga membuat beberapa teknik sederhana yang mudah dipelajari yang berhubungan dengan meditasi dan teknik latihan penguatan tubuh dan tulang sebagai dasar untuk latihan teknik bertarung nantinya. YoLang menyelesaikan aktivitasnya setelah matahari mulai bersinar dipagi hari, setelah menemui sang istri yang sedang bermeditasi didalam kamar dia keluar dari dunia jiwanya dan sudah berada di dalam kamar penginapan.
Didalam kamar penginapan YoLang menunggu kedatangan sang manager paviliun obat untuk melanjutkan pembicaraan tentang bisnis kerjasama pengadaan dan penjualan Pil, kemudian...
Tok... tok... tok...
"Nak... apakah kamu sudah bangun...?", suara nenek buyutnya dari luar kamar, kemudian dengan segera dia membuka pintu.
Krieeekkk...
"Iya nek ada apa...?", tanya YoLang setelah membuka pintu kamarnya.
"Nak... semua anggota keluarga nenek buyutmu ini sudah berada dikamar nenek bagaimana...? apa kamu bisa mengirim kami keIstana Naga Emasmu...?", tanya sang buyut.
"Ayo kita temui mereka nek...", kata YoLang kemudian mengajak neneknya untuk menemui anggota keluarga Mei tersebut.
Sesampainya dikamar sang buyut dia melihat 6 orang anggota keluarga termasuk SanMei kakak dari nenek buyutnya LinMei dan kemudian memeriksa pikiran dan perasaan dalam hati mereka dan melihat hanya ada kejujuran dan ketulusan yang berada didalamnya, setelah memberikan arahan dia mengirim mereka semua kedalam dunia jiwa.
Whhuuuzzz...
"Hmm... semoga mereka menjadi akrab disana...", katanya dalam hati karena mengingat didalam dunia jiwanya kini terdapat anggota keluarga Lun yang berjumlah 7 orang dan anggota keluarga Mei yang berjumlah 6 orang kemudian ditambah dengan jumlah rombongannya dari kota Klentang yang berjumlah 9 orang, maka dia membayangkan 'Kemeriahan diIstana Naga Emas' jika mereka berkumpul semua didalam ruangan makan dan kehebohan apa yang akan dibuat oleh siCeloteh dan siCerewet nantinya.
"Ahh... satu lagi yang harus diurus... biarkan saja buat kesibukan untuk para buyut dan kakek lainnya...",
Pikirannya berjalan melihat sebuah peluang dalam bisnis dengan paviliun obat karena dikota Klentang keluarga mereka sudah mempunyai kebun obat yang lengkap sebatas pembuatan pil tingkat-8 kebawah sedangkan untuk tingkat Legenda masih harus dicari atau mengambilnya didalam dunia jiwa miliknya, juga dengan adanya kakek RouLang sebagai Master Alkemis yang akan menambah pundi-pundi pendapatan dan menaikkan status nama besar keluarga mereka ketingkat yang lebih tinggi.