
Bayi laki-laki berumur 3 hari terlihat tidur pulas dalam dekapan neneknya karena sepanjang malam tidak tidur, sementara itu didalam kamar pribadi MaiLang masih terlelap dengan mimpinya. Ditempat lain (ruang khusus untuk meditasi) PiYo sedang melakukan meditasi, sudah dua jam berlalu tapi dia masih fokus menstabilkan aliran energi antara titik titik meridian.
Dalam keheningan meditasinya dia merasakan tubuhnya terbang melayang dalam kehampaan, seakan ditarik oleh suatu kekuatan yang besar untuk memasuki sebuah gumpalan awan sebesar paviliunnya, masih dengan posisi lotus didepannya sudah berdiri sosok pria seumuran ayahnya memancarkan cahaya. Sosok tersebut memakai jubah putih dan didadanya terdapat gambar Bintang dan Bulan Sabit kemudian berkata...
"Segala sesuatu dari Tiada..., Ada dan kembali ke...Tiada... takdir telah dimeteraikan.... Ada mencari... menemukan dan melakukan..., jalan hidup sepenuhnya tanggungjawab... Ada....! Ingat... jangan pernah memberitahu kepada siapapun segala sesuatu yang terjadi dengan anakmu... kecuali kamu dan istrimu..., Akhir dari dirimu dan istrimu adalah nama dari Pilihanku yaitu anakmu... Dia akan membawa Cahaya atas Peradaban ini...! Ingat pesanku... karena Aku adalah DEWA".
Seketika PiYo tersadar dari meditasinya saat sosok bercahaya itu menghilang, sambil termenung dia mengingat kembali apa yang baru saja dialaminya dalam meditasi kemudian mengingat semua perkataan sosok yang mengaku sebagai Dewa tersebut.
"Ahhh...", PiYo bangun dari meditasinya dan bangkit berdiri keluar dari ruang meditasi menuju kamar dimana istrinya masih tertidur.
Ibu dan ibu mertuanya masih dia tahan untuk menginap dipaviliun miliknya untuk membantu menjaga dan secara bergantian menggendong cucu mereka, terlebih MaiLang masih dalam tahap pemulihan setelah melahirkan. Karena kelelahan dan semalam tidak tidur kemudian dilanjutkan dengan bermeditasi sampai subuh, maka PiYo langsung berbaring disamping istrinya untuk tidur beristirahat. Dalam tidurnya kembali pengalaman ketika bermeditasi terulang, tapi sosok pria yang hadir dihadapannya saat ini memancarkan cahaya kehijauan dengan memakai jubah berwarna hijau dan didada kiri terdapat sulaman dari benang emas gambar lingkaran lonjong berbentuk Pil Obat kemudian berkata...
"Awal adalah Putih... dan sang Akhir adalah Hitam..., Pelangi adalah Ada setelah Awal... didalam Ada terdapat Kebajikan dan Kebinasaan... tempat Putih dan Hitam duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi... *dan kembali ke**Tiada**...! Berkah untuk anakmu Sang Terpilih... Ingat... ! pesan si Bocah Tampan... karena Aku adalah Dewa...".
Cahaya Hijau seketika lenyap, dan PiYo masih lelap dalam tidurnya kemudian bermimpi aneh kembali. Dihadapanya kini berdiri sosok pria dewasa sambil membusungkan dadanya yang bidang dan berkacak pinggang, dengan jubah memancarkan cahaya keemasan dan didada kiri terdapat sulaman Naga kemudian berkata...
"Ada dimana tempat Kekuatan berada juga bersama si**Lemah..., Kebijaksanaan adalah Kunci dari segala Ketidakmampuan dan Putus Asa... dan Tanggungjawab untuk Kesempurnaan Ada...! Berkah untuk anakmu Sang Terpilih...! dan Ingatlah pesan si Bocah Jelek... karena Aku adalah Dewa***".
PiYo tersadar dari mimpinya saat cahaya keemasan itu lenyap, kemudian dia bangkit dan duduk termenung sambil mengingat-ingat kembali tiga mimpi aneh yang dialaminya. Kemudian dia melihat kesamping dan hanya guling yang ada. Perlahan dia beranjak dari tempat tidur dan dengan malas berjalan keluar menuju meja makan.
"Hmm... Iya istriku...! mmm... kemari dan duduklah disini...!", kata PiYo sambil menepuk-nepuk kursi disebelahnya.
"Kenapa sayang...? wajahmu seperti punya hutang yang sudah jatuh tempo...! hehehe...", kata MaiLang bercanda.
"Apakah kamu pernah bermimpi istriku...?", tanya PiYo dengan serius.
"Pernah sayang...! tapi itukan hanya bunga-bunga tidur... dan hal itu sering terjadi kalau tubuh kita dalam kondisi kelelahan saat sebelum tidur...", kata sang istri sambil mengambilkan makan untuknya.
"Iya... itu benar...! hanya yang aku alami sungguh aneh...! karena datangnya berulang sampai tiga kali... suasana kejadiannya sama tapi sosok yang mendatangiku berbeda-beda...!", kata PiYo sambil sesekali menyuap makanan kedalam mulutnya.
"Ahh... kamu kelelahan suamiku...! semalam suntuk tidak tidur dan sampai pagi kamu bermeditasi... habiskan makananmu...! terus kembalilah beristirahat... putra kita lagi tidur dengan kedua neneknya...", kata MaiLang.
"Ya... baiklah...! tapi aku serius istriku...! ini seperti nyata... sepertinya mereka sedang memberitahu tentang sesuatu kepadaku...", kata PiYo sambil menghabiskan makanannya.
Masih dengan ingatan mimpinya PiYo berjalan menuju bagian depan paviliun dan melihat beberapa penjaga sedang berada di gerbang masuk paviliun, sambil duduk dia membuat beberapa tulisan diatas kertas dan sesekali mencoret dan menulis kembali kemudian berdiri,
"Nah...! ketemu...! hahaha... cocok... bagus...", katanya dengan gembira.