Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kristal Energi


Setiap Minggu porsi dan frekuensi latihan bertambah tapi masih dalam batas batas kewajaran bagi seorang anak dibawah 6 tahun walau dapat dikatakan diatas kemampuan normal seorang anak seusianya, jika diambil perbandingan pelatihan YoLang saat ini untuk anak berusia 10~15 tahun. Hal ini wajar karena yang melatihnya seorang Dewa dan yang dilatih calon Penguasa.


Seminggu berlalu proses penempaan tubuh YoLang masih tetap berlangsung,...


"Guru... pemahamanku tentang teknik Pedang dan Mata Cahaya mulai tidak berkembang, apakah ada yang salah...? mohon bantuannya guru...!", kata YoLang.


"Benar muridku... itu dikarenakan kamu belum memiliki Energi Spiritual... ketika kamu memilikinya... guru yakin semuanya dapat kamu pahami secara sempurna... jangan kau pikirkan serahkan pada gurumu yang tampan ini... sekarang mantapkan lagi teknik tebasan seribu pedang... aku akan istirahat sebentar dipondokmu...!", kata sang guru sambil berlalu.


"Baik guru...!", kata sang murid.


Dengan lincah dan sangat cepat YoLang memainkan teknik 'Tebasan Seribu Pedang', sementara itu didalam pondok sang guru mengeluarkan setumpuk benda bercahaya dari dalam cincin jiwanya kemudian meletakkan tumpukan batu bercahaya yang adalah batu 'Kristal Energi' tersebut dibawah tempat duduk sang murid jika sedang bermeditasi.


Langit kemerahan mulai terlihat diufuk barat pertanda petang mulai menjelang, YoLang menyudahi latihannya kemudian pergi membersihkan diri dan naik keatas pondok dengan memanjat tali, sesampainya didalam pondok dia langsung menyapa gurunya...


"Salam... guru...!", kata sang murid.


"Bagaimana latihanmu muridku...!", kata Dewa Cahaya.


"Dengan arahan guru semua yang diberikan dapat murid ini pahami dengan baik... demikian juga dengan teknik tinggal menunggu murid mendapatkan energi spiritual...!", kata YoLang menjelaskan.


"Bagus... pondasi tubuhmu sudah baik... teknik meditasi sudah kau kuasai dengan sempurna... demikian juga dengan teknik langkah cahaya walaupun belum sempurna tapi kecepatan gerak sudah bisa kau gabungkan dengan teknik tebasan seribu pedang dan dengan gabungan kedua teknik itu kau tidak akan terkalahkan di alam fana ini...!", kata sang guru.


"Untuk teknik mata cahaya dan hujan pedang... memang aku memberikannya diawal agar kamu mulai terbiasa...! walau itu hanya sebatas tahap pengenalan... karena ketika penguasaan kedua teknik tersebut mencapai 30 ~50% akan sangat mengganggu kondisi jiwamu yang masih belia... untuk itu sedari awal kamu sudah kuberikan latihan penguatan jiwa...!", kata gurunya.


"Memang kamu masih anak-anak... tapi kau berbeda dengan yang lain... kau memiliki jenis tubuh yang spesial sejak dalam kandungan ibumu yaitu 'Tubuh Kekosongan'... pemilik tubuh jenis ini hanya ada satu diseluruh alam semesta ini yaitu kau seorang... karena dengan tubuh yang spesial itu Daya Ingat, Daya Tahan, Kekuatan dan Pertumbuhan Phisikmu melebihi manusia lain dialam semesta ini... itulah salah satu Rahasia sehingga kau yang terpilih...!", kata Dewa Cahaya sang guru.


"Malam ini kamu akan melakukan meditasi... pergunakan semua kemampuan yang kau miliki untuk menyerap seluruh energi disekitarmu... aku tidak akan mengganggumu... mulailah muridku...!", kata sang guru kemudian menghilang.


Whhuuuzzz...


"Sayang...! kau jemputlah YoLang... jangan biarkan dia berlatih dengan keras dengan perutnya yang kosong...", kata MaiLang.


"Kita tunggu sebentar lagi... mungkin dia sedang menuju kesini... jangan khawatirkan putra kita... lagi pula dia bersama gurunya...!", kata sang suami menenangkan sang istri.


Whhuuuzzz...


Tiba-tiba sebuah bayangan sosok berjubah putih muncul dihadapan mereka kemudian ada kabut putih bercahaya keluar dari sosok itu menyelimuti ruangan dimana mereka berada dan kemudian redup menghilang.


"Salam Dewa Guru...!", kata PiYo dan MaiLang bersamaan kemudian sikap berlutut dengan satu kaki.


"Bangkitlah... berkah untuk kalian berdua anakku... dan terimalah karunia dari Surgawi...!", kata sang Dewa sambil kedua telapak tangannya menyentuh kepala pasangan suami istri itu, seketika tampaklah cahaya sinar putih dikedua tangannya dan memasuki kepala PiYo dan MaiLang.


Whhuuuzzz...


Whhuuuzzz...


Seketika banyak tulisan dan kata-kata serta berbagai pengetahuan yang sebelumnya tidak mereka ketahui bergema dari dalam pikiran mereka berdua dan hampir membuat keduanya pingsan...


"Terimakasih Dewa Guru...!", PiYo dan MaiLang serempak.


"Pahamilah semua pengetahuan yang kuberikan agar kalian mengetahui apa dan bagaimana Alam Semesta ini... juga tentang siapa dan misi putra kalian di masa depan...!", kata Dewa Cahaya.


"Bantulah dia melewati masa pelatihannya... sampai dia benar-benar siap untuk menjalani takdirnya sebagai Pemimpin dan Penguasa Alam Semesta ini...!", kata sang Dewa.