
Dari kejauhan terlihat sebuah kota yang besar dan banyak kapal-kapal layar berukuran besar dan kecil sedang bersandar didermaga pelabuhan kota Tanjung daratan selatan Benua Besar, memiliki 5 daratan yaitu daratan tengah, daratan utara, daratan timur, daratan selatan dan daratan barat dan masing-masing daratan mempunyai kerajaannya dibawah kekaisaran yang berada didaratan tengah. Kekaisaran Mabolan dipimpin oleh Kaisar MaYung dan pusat kekaisaran berada di kota KungYa Daratan Tengah Benua Besar, daratan tengah sendiri mempunyai 3 kota besar yaitu kota KungBei disebelah utara, kota KungNan disebelah selatan dan kota KungXi disebelah barat.
Sedangkan Daratan Selatan dimana terdapat sebuah pelabuhan terbesar diBenua Besar ini yang berada di kota TangJun dengan kekuasaan pemerintahan oleh Kerajaan ThangZan yang berada di kota YanZan dan ada terdapat 4 kota besar lainnya didaratan selatan ini, kemudian Daratan Barat dibawah pemerintahan Kerajaan Manjo yang berpusat di kota WuRang dan terdapat 5 kota besar lainnya. Kemudian Daratan Utara dengan Kerajaan BeiZuan dan kota LhuBei sebagai pusat kerajaan dan ada 6 kota besar yang menyebar didaratan utara ini, selanjutnya Daratan Timur terdapat Kerajaan Shima yang berpudat di kota Lhusan serta memiliki 5 kota besar yang mayoritas penduduknya merupakan penduduk keturunan campuran penduduk asli dan bangsa kate yang berasal dari bagian timur samudera tak berujung.
Daratan Selatan tempat dimana kapal Naga Laut berlabuh adalah pusat perdagangan di Benua Besar, karena semua barang-barang dari seluruh daratan akan mengalir kedaratan selatan ini untuk diperdagangkan kebenua-benua lain seperti benua pulau hijau, benua pulau merah dan lainnya melalui pelabuhan Kota TangJun yang merupakan pelabuhan terbesar di Benua Besar ini.
Setelah berlabuh dan bersandar dengan baik didermaga pelabuhan Kota TangJun, YoLang mengumpulkan semua anggota keluarganya dan para petinggi dikapal Naga Laut,...
"Sebelum ada yang turun kedarat saya mohon perhatiannya...! jangan menunjukkan kekuatan kita yang sebenarnya... segel kekuatan sampai tingkat Hitam saja...! jangan membuat tindakan yang akan menjadi perhatian banyak orang...", kata YoLang.
"Paman Wang Yhu akan mengawasi orang-orang kita dari dermaga pelabuhan... sedangkan paman XongTe akan tetap tinggal diatas kapal untuk berjaga bersama seluruh pasukan...", kata YoLang menambahkan.
"Adik Gon segera melapor kepada penguasa pelabuhan tentang kedatangan kita...!", kata YoLang kepada mereka semua.
"Baik tuan muda...! akan kami laksanakan perintah tuan muda...!", jawab Wang Yhu.
"Saya akan turun sekarang kakak...! untuk melaporkan kedatangan kapal kita dipelabuhan ini...!", kata sang kapten LunGon.
"Sebentar nak...! nanti nak Gon akan bersama ayah dan ibumu... karena kami juga bermaksud untuk mendaftarkan nama perusahaan dagang kita dikota ini...!", kata PiYo.
"Baiklah ayah... gunakan nama Naga Emas... sebagai nama perusahaan dagang kita seperti nama kapalnya...!", kata YoLang.
"Iya nak... ayah dan Ibumu sudah membuat sebuah nama perusahan dagang untuk didaftarkan diKerajaan TangZan melalui penguasa kota TangJun ini... nama Perusahaan Dagang kita adalah 'JinLong'... dan sebagai pemilik perusahaan itu adalah keluarga kita aku ayahmu PiYo, ibumu MaiLang, Kamu sendiri YoLang, istrimu YoLun, istrimu Mayang dan adikmu LoryMei sebagai pemegang sahamnya...!", kata PiYo menjelaskan.
"Hmm... nama yang bagus... hehehe... baik silahkan dilanjutkan ayah... dan terimakasih sudah mau mengurusnya...!", kata YoLang.
"Ayo nak Gon... kita berangkat sekarang...!", ajak PiYo kepada LunGon.
YoLang juga menugaskan kepada Lory Mei untuk memberi kabar kepada para buyutnya diKota Klentang, sang istri YoLun pergi kedesa YaoYo untuk menemui kakek MuChin dan AngNie pergi keKota Arung untuk memberikan kabar kepada ayahnya AngLee demikian juga dengan paman AmPhong pergi keKota Sompoi diBenua Merah menemui kakek AmHudi dan keluarga besar Am' melalui gerbang teleportasi yang dibuat YoLang untuk mengabarkan bahwa kapal Naga Laut telah sampai diBenua Besar dan meminta mereka semua mempersiapkan barang-barang untuk diperdagangkan diBenua Besar.
Disisi lain YoLang yang berada disebuah ruangan besar menyerupai ruang pertemuan, dimana terdapat sebuah meja besar yang dikelilingi 24 buah kursi. Ruangan itu dibuatnya saat pelayaran menuju Benua Besar yang diperuntukkan sebagai ruang pertemuan untuk membahas masalah-masalah bersama seluruh anggota keluarga dan para petinggi pasukan kapal Naga Laut. Dia mulai menyusun rencana petualangan di Benua Besar, tapi dia menunggu kedatangan para buyutnya serta keluarga mertuanya untuk mendapatkan informasi atau usul dan saran dari mereka.
Setelah 3 jam menunggu terlihat rombongan 6 orang dari desa YaoYo yang dipimpin langsung oleh kakek MuChin memasuki ruangan pertemuan itu,...
"Ahh... nak Yo... tidak usah sungkan seperti itu kapada kami...! hehehe... datang ke benua besar hanyalah sebuah mimpi sebelumnya tapi dengan adanya nak YoLang akhirnya menjadi kenyataan...!", kata kakek MuChin senang.
"Bagaimana kabarnya desa YaoYo kakek... paman...?", tanya YoLang kemudian.
"Semua rencana kita berjalan dengan baik... jalan menuju pantai timur sudah dalam pengerjaan tahap akhir... lahan untuk lokasi dermaga pelabuhan serta pemukiman sudah dibersihkan... dan tinggal menunggu pembangunannya...! silahakan nak YoLang melihat-lihat dan merekomendasikan gambar pembangunan wilayah itu...! kami sudah siap mengerjakannya dibantu dengan keluarga dari Kota Klentang...!", kata kakek MuChin menjelaskan.
"Ahh... bagus kakek..! saya senang mendengarnya... saya akan menyempatkan waktu untuk berkunjung kesana...!", kata YoLang senang.
Mereka berdiskusi panjang lebar tentang perkembangan desa YaoYo yang semakin terkenal didaratan utara, juga tentang penambang baja karbon untuk bahan pembuatan kapal serta pelestarian hutan kayu jati yang sudah banyak tumbuh disekitar Danau Es. Demikian juga dengan 1.000 orang murid perguruan Belati Emas yang sudah dipindahkan keperguruan Klan Mu, untuk membantu pekerjaan di desa YaoYo yang sedang membuat pelabuhan dipantai timur serta memperkuat dan menjaga keamanan desa YaoYo. Setelah selesai membicarakan semua permasalahan rombongan dari desa YaoYo pamit turun dari kapal untuk melihat-lihat kota TangJun.
Rombongan berikutnya yang datang adalah dari kota Sompoi dan dari kota Arung, mereka adalah keluarga Am' dibawah pimpinan kakek AmHudi dan paman AngLee yang datang bersama istrinya dan AngBei kakak dari AngNie sekaligus sahabat baik LunGon...
"Ahh... kebetulan kakek dan paman datang bersamaan...! hehehe...", sambut yoLang.
"Ya... kami sudah saling berkunjung sebelumnya... nak Yo... dan kami sudah membuat rencana dengan 2 kapalmu yang sudah selesai direnovasi itu...!", kata kakek AmHudi.
"Bagaimana rencana kakek AmHudi dan paman AngLie...?", tanya YoLang.
"Begini nak Yo... AngBei sudah setuju untuk mengoperasi 1 buah kapal layar milikmu... dan dia sudah mengumpulkan anak buah kapalnya dan akan dibantu oleh anggota keluarga Am'... bagaimana nak...?", tanya AngLee menjelaskan rencananya kepada YoLang.
"Hmm... bagus... terus yang satunya lagi bagaimana...?", tanya YoLang.
"Nah itu... kami sudah menyiapkan beberapa anggota keluarga AM'... tapi kami juga akan mengikutsertakan anggota keluarga nak YoLang... baik ygn dari kota Klentang dan dari desa YaoYo...! bagaimana...?", kata kakek AmHudi.
"Kalau begitu kakek dan paman AngLee nanti bicarakan hal itu dengan Kakek Putong dan kakek MuChin... saya akan setuju saja kalau diantara kakek sudah sepakat...!", kata YoLang.
"Baiklah nak... kami merencanakan akan membuat rute pelayaran ke benua pulau hitam...!", kata paman AngLee.
"Bagus paman... saya mendukung sepenuhnya apa yang sudah paman dan kakek AmHudi rencanakan...!", kata YoLang. Diskusi diantara mereka berlangsung sampai Surapong dan LinMei serta rombongan keluarga dari kota Klentang memasuki ruangan pertemuan tersebut.
Hari pertama diBenua Besar diwarnai dengan kedatangan banyak anggota keluarga melalui gerbang teleportasi, dan berbagai rencana telah dibuat YoLang ketika mendapat informasi dan beberapa usulan dari para buyut dan kakek-neneknya, dan yang menjadi prioritasnya adalah menuju tempat leluhurnya keluarga Mei atau Klan Mei dikota Xong Daratan Barat kemudian dia juga akan mencari keluarga Lun atau Klan Lun yang berada dikota NanBei Daratan Utara.