Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kabut Beracun Danau Merah


YoLang membawa kedua istrinya dan sang adik LoryMei menginap disebuah hotel sederhana tapi terlihat terurus dengan rapi petugas dan pelayan yang menyambut merekapun nampak ramah, mereka menempati 2 buah kamar terbaik yang dimiliki hotel tersebut walaupun tidak terlihat mewah tapi kamarnya terasa nyaman karena ruangannya yang berukuran besar. Didalam kamar telah dilengkapi dengan sofa juga terdapat ruangan makan tersendiri dan setiap saatnya makan para pelayan hotel akan berdatangan membawa makanan didalam kamar itu, siang harinya YoLang menarik Wang Yhu dan Lung Wei bersama istrinya Ing Hua serta masing-masing 5 orang Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga. Mereka dibentuk 3 kelompok oleh YoLang yaitu kelompok yang akan akan mencari informasi dipusat bisnis kota Gao Wei dipimpin oleh LoryMei dengan 5 orang pasukan Putri Naga, kemudian Wang Yhu bersama 5 orang Pasukan Naga akan menuju pasar besar yang berada didalam kota dan kelompok ketiga Jendral Lung Wei bersama istrinya Ing Hua yang akan menyamar menuju komplex Istana Kerajaan Gao untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan YoLang.


Sementara itu seperti biasa YoLang dan kedua istrinya YoLun dan Mayang akan menuju perpustakaan kota karena mereka merasa bahwa perpustakaan adalah sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya kebenarannya. Setelah makan siang terlihat 3 orang pelayan kembali masuk kekamar yang mereka sewa untuk membersihkan meja makan dan mengambil kembali perabotan yang telah selesai digunakan ketika makan,...


"Bibi... apakah bibi berasal dari daerah daratan Nam Yan ini...?", tanya YoLun kepada sang pelayan.


"Benar nyonya... kami berasal daerah ini tepatnya dari Desa Kwa Jing 10 kilometer arah utara kota Gao Wei...!", kata sang pelayan.


"Hmm... apakah ada hubungan keluarga dengan pemilik hotel ini...? atau hanya sebagai pekerja saja disini...!", tanya YoLun lebih lanjut.


"Ahh tidak... kami memang datang ke Kota Gao Wei untuk bekerja...! membantu kebutuhan keluarga kami didesa... dan kami setiap minggu mendapat libur 1 hari dan dapat kembali kedesa kami...!", kata sang pelayan menjelaskan.


"Ohh... begitu...! apa bibi sekalian senang bekerja di hotel ini...? dan apakah pemilik hotel berlaku baik kepada semua pekerja dihotel ini...!", tanya YoLun selanjutnya.


"Ohh... iya... tuan Soen sangat baik dan ramah kepada kami... setiap mendapat keuntungan yang lebih tuan Soen selalu memberikan kami tambahan bonus... dan setiap ada perayaan hari besar kami juga dibelikan pakaian baru...!", kata sang pelayan memberikan penjelasan.


"Bagus... sungguh beruntung bisa bekerja kepada tuan Soen ini...! terimakasih bibi... ini ada sedikit bonus dari kami...! terimalah jangan sungkan...!", kata YoLun kemudian memberikan masing-masing 300 koin emas kepada ketiga pelayan itu.


"Ahh... terimakasih nyonya... kami permisi dulu dan selamat beristirahat...!", kata mereka kemudian berlalu.


Setelah itu YoLang dan kedua istrnya keluar dari hotel dan menuju gedung perpustakaan kota, sesampainya disana suasana sudah sepi karena hari sudah siang saat para pengunjung beristirahat makan siang. YoLang dan kedua istrinya mulai menyebar melihat-lihat berbagai jenis buku dan kitab-kitab kuno yang berada didalam perpustakaan itu, Yolang telah memberitahukan untuk mencari buku atau kitab yang berhubungan dengan sejarah atau kejadian yang pernah terjadi di Daratan Nam Yan ini. Menjelang sore mereka kembali dengan membawa beberapa buah buku dan kitab kuno serta sebuah peta kuno yang menggambarkan tentang keberadaan kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Daratan Nam Yan ini, sesampainya di hotel tempat mereka menginap terlihat LoryMei dan anggota Pasukan Putri Naga telah kembali dan sedang menunggu mereka diruangan tamu hotel.


"Bagaimana adik...? apa yang kalian temukan...?", tanya YoLang kepada sang adik.


"Tidak ada yang aneh dan menarik...! semua pelayan dan pemilik toko-toko itu tidak ada yang mengeluhkan tentang hidup mereka...! semua seperti berjalan dengan baik dan mereka semua menikmati kehidupan sehari-hari dikota ini... ada juga kehebohan yang terjadi karena persoalan rumah tangga yang biasa terjadi setiap hari... seperti suami mabok dan pergi rumah bordil...!", kata LoryMei menceritakan hasil pencarian informasi yang dia lakukan bersama anggota Pasukan Putri Naga.


"Hmmm... baiklah... kembalilah kekamar kalian dan beristirahatlah...! jika tidak ada sesuatu yang aneh dan patut kita curigai dikota ini... berarti nanti malam kita akan melanjutkan perjalanan kita...!", kata YoLang menjelaskan.


"Baik kakak... tapi sebaiknya aku dan pasukan putri naga dikirim kembali kedunia jiwa biar kami bisa berkultivasi disana...!", kata LoryMei kemudian...


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


"Suamiku kami berdua juga kirim kedunia jiwa... kami mau melihat keadaan ibu yang sedang hamil besar...!", kata Mayang.


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


YoLang kemudian mulai membaca 4 buah buku dan 2 buah kitab kuno yang mereka dapatkan diperpustakaan kota sambil menunggu kelompok paman Wang Yhu dan Lung Wei bersama istrinya Ing Hua kembali dari tugas pencarian informasi yang diberikan YoLang, belum habis membaca sebuah buku terlihat Lung Wei bersama istrinya Ing Hua sudah kembali dari tugas mereka dan mulai menceritakan hasil pencarian infomasi yang mereka lakukan...


"Kami tidak mengalami kesulitan untuk masuk dilingkungan Kerajaan Gao... semua prajurit di Istana Kerajaan sangat ramah dan dapat diajak berbicara banyak hal... sepertinya tidak ada yang ditutup-tutupi... Yang Mulia Raja Gao Chun sangat adil dan bijaksana dalam memimpin pemerintahannya dan sangat disukai oleh berbagai kalangan di Kerajaan ini... bagi yang dalam kesulitan dibebaskan dari membayar pajak... bahkan diberi bantuan modal untuk bisa berbisnis... kesejahteraan penduduk diKerajaan ini ditunjang dengan usaha pertambangan emas dan biji logam yang dikelola oleh kerajaan... dan benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan seluruh penduduknya...!", kata Jendral Lung Wei menceritakan hasil pencarian informasinya bersama sang istri Ing Hua.


"Hmm... sungguh seorang Raja yang adil dan bijaksana... baiklah... terimakasih paman Lung Wei dan bibi Ing Hua...! silahkan kembali beristirahat didalam dunia jiwa... jika tidak ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan diKerajaan ini... nanti malam kita akan melanjutkan perjalanan kita keKota lain...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...! kami siap dikirim kembali kedalam dunia jiwa...!", kata Lung Wei sambil bersiap.


Whhuuuzzz...


YoLang kembali melanjutkan membaca buku yang tertunda sambil menunggu Wang Yhu dan anggota Pasukan Naga yang masih melakukan pencarian informasi dipasar besar dalam kota Gao Wei, sampai selesai membaca sebuah buku rombongan paman Wang Yhu belum juga kembali. Ketika para pelayan mulai berdatangan membawa makan malam dan mengaturnya diatas meja makan didalam kamar, terlihat paman Wang Yhu dan rombongannya berdatangan dan langsung menuju kekamar YoLang...


"Ahh... paman Wang Yhu sangat beruntung... datang bertepatan saat makan malam telah tersaji diatas meja...! hehehe... ayo silahkan duduk... kalian juga...! makanan sebanyak ini tidak akan habis olehku dan paman Wang Yhu...!", kata YoLang mengajak Wang Yhu dan 5 orang Pasukan Naga untuk bersama menikmati makan malam yang sudah siap diatas meja makan.


"Terimakasih bibi-bibi pelayan...! kami akan memanggil bibi jika kami sudah selesai makan...!", kata YoLang.


"Ahh... baik tuan...! silahkan panggil kami jika ada sesuatu yang diperlukan... kami permisi...!", kata sang pelayan kemudian berlalu.


"Nah... bagaimana hasil pencarian informasi yang paman dan anggota pasukan naga lakukan...?", tanya YoLang sambil menikmati makan malam mereka.


"Tidak banyak tuan muda... hanya saja ada yang aneh dengan sebuah cerita dari seorang penjual daging hewan buas dipasar besar itu... bahwa dibagian sebelah timur ada sebuah danau yang misterius dan para penduduk menyebutnya dengan 'Danau Merah'... karena setiap siang hari danau tersebut akan tertutup oleh kabut asap berwarna merah... dan setiap kali kabut asap itu keluar pasti banyak tumbuhan dan hewan yang berada disekitar danau itu mati... sehingga sudah puluhan tahun tidak ada lagi yang berani mendekati kawasan itu karena mereka takut dengan 'Kabut Beracun Danau Merah' tersebut... hanya itu yang kami dapatkan... selebihnya terlihat baik-baik saja...!", kata Wang Yhu menceritakan hasil pencarian informasi yang dilakukannya bersama 5 orang Pasukan Naga.


"Hmm... danau itu berada diantara 2 kota besar yaitu kota Gao Kong dan Gao Jing... baiklah nanti setelah selesai makan malam kita akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Gao Kong... untuk mencari informasi tambahan tentang Danau Merah ini... silahkan lanjutkan makan kalian... setelah selesai paman Wang Yhu tolong menyelesaikan pembayaran biaya hotel dan sampaikan bahwa kita akan segera meninggalkan hotel ini...!", kata YoLang.


"Baik tuan muda...! akan saya selesaikan semuanya...!", kata paman Wang Yhu sambil melanjutkan makan malamnya.


Yolang mengirim paman Wang Yhu dan 5 orang Pasukan Naga kembali kedalam dunia jiwa dan menarik YoLun untuk menemaninya melanjutkan perjalanan menuju Kota Gao Khong dibagian sebelah tenggara Daratan Nam Yan dan melanjutkan mencari informasi yang lebih dalam tentang 'Danau Merah', diatas punggung Jula siHitam mereka melesat dengan cepat bagai cahaya melintas dalam kegelapan malam diatas langit Daratan Nam Yan.