
YoLang kembali kekamar mewah diIstana Naga dunia jiwanya, setelah dia merasa tidak ada lagi gejolak energi didalam tubuhnya, kemudian dia melihat YoLun masih fokus dengan meditasinya dan dia mulai memeriksa kedalam tubuh sang istri untuk memastikan proses penyesuaian organ-organ dalam apakah sudah berjalan sesuai dengan harapannya.
"Hmmm... sangat cepat... bagus...!", gumamnya dalam hati sambil menatap sang istri yang tidak terganggu dengan kehadirannya.
"Istriku... bangunlah...!", kata YoLang lembut.
"Eh... sayang... ada apa...", tanya sang istri.
"Bagaimana perasaanmu...? aku lihat proses penyesuaiannya berjalan dengan sangat baik...!", kata sang suami sambil mendekat dan membantu sang kekasih berdiri.
"Huhh... iya sayang... kalau begitu mulai besok bantu aku mulai latihan phisik lagi ya...!", katanya memohon.
"Iya... besok kamu cobalah tempat latihan yang baru aku buat... dan malam ini akan aku berikan tambahan pengetahuan sekalian kita lihat kemampuan 'Tubuh Roh' milikmu itu...! duduklah...!", kata sang suami kemudian menggiring istrinya untuk duduk ditempat tidur, dan dengan ujung jarinya dia menyentuh sudut kening sang istri dan mentransfer seluruh pengetahuan tentang Alam Semesta, teknik-teknik tingkat Surgawi, pengetahuan tetang Alkemis, Tabib, Penempa, Array/Formasi dan semua miliknya yang belum dia berikan kepada sang istri.
"Nah... itu tambahan pengetahuan dari yang sebelumnya aku transfer...! pahamilah dan kuasai dengan cepat...! untuk jenis profesi silahkan kamu pilih yang paling kamu sukai kemudian perdalam...!", kata sang suami menjelaskan.
"Wooaaahhh... banyak sekali sayang... tapi tidak masalah... aku akan akan memahami semuanya... biar aku dapat membantumu suamiku...!", kata sang istri terlihat bersemangat.
"Hemm... baik... sekarang bermeditasilah... besok banyak yang akan aku berikan... termasuk membuat pusat energi spiritual ditubuhmu... yaitu Dantian... kemudian aku akan membantu membuka semua titik meridianmu...!", kata YoLang
"Baik suamiku... eemmm...?", katanya sambil menggoda sang suami.
"Hehehe... chhuuuppp...!", kemudian bersama melakukan ritual malam mereka.
Hari masih pagi sekali tapi didalam kamar mewah YoLang sedang menyiapkan peralatan tabibnya untuk melakukan proses pembuatan selaput Dantian ditubuh sang istri,...
"Sayang...! telanlah dulu Pil 'Membangkitkan Langit' ini... kemudian seraplah secara perlahan... setelah itu berbaringlah telentang... aku akan melakukan teknik akupunktur dibawah bagian pusarmu dan beberapa titik... tidak akan terasa sakit...", kata YoLang menjelaskan.
"Baik suamiku..." kemudian melepas semua pakaiannya dan berbaring telentang sambil menyerap khasiat Pil Membangkitkan Langit yang ditelannya.
Sementara itu YoLang dengan menggunakan teknik pengobatan 'Jari Dewa' mulai menusukkan jarum dibeberapa titik tubuh sang istri, dan dengan menggunakan kekuatan spiritualnya dia membantu aliran energi Pil Membangkitkan Langit menuju 2 inci dibawah pusar sang istri. Secara perlahan dia melihat mulai terbentuk sebuah selaput darah bergerak berputar dan lama kelamaan mulai berubah bentuk menjadi sebuah selaput energi yang dinamakan dantian, terbentuknya dantian bawah milik YoLun mendesak aliran hawa murni diseluruh jalur meridian sehingga membuka seluruh titik meridiannya sampai berjumlah 361 titik.
YoLang melihat semua yang terjadi didalam tubuh sang istri merasa puas dan senang, dan dia mulai secara perlahan memasukkan energi spiritual kedalam dantian sang istri yang terlihat mulai berkembang dari sebesar baskom menjadi sebesar bak mandi, kemudian meningkat sehingga sekarang telah terbentuk sebuah kolam energi.
"Hahhh... istirahat dulu istriku... aku akan memulihkan kekuatan dan staminaku...! kamu mulailah menyerap energi alam... kemudian rubahlah menjadi energi spiritual... terus alirkan kearah dantian barumu... dan telanlah juga Pil 'Balik Bumi' ini akan mengisi energi spiritual di dantianmu dengan cepat...!", kata YoLang menjelaskan kemudian melakukan meditasi untuk memulihkan kekuatan dan staminanya. Matahari sudah mulai naik tinggi tapi keduanya masih fokus dengan meditasi mereka masing-masing, sang suami dengan proses pemulihan kekuatan dan stamina sementara sang istri sedang menyerap energi spiritual untuk mengisi dantiannya yang baru.
Menjelang tengah hari YoLang terbangun dari meditasinya dan segera melihat kondisi tubuh sang istri dan melihat sedang terjadi gejolak energi spiritual didalam dantian YoLun, hal itu menandakan energi baru didalam tubuh sang istri sudah menjadi sumber kekuatannya dan dia yakin beberapa saat lagi sang istri akan mengalami kenaikan tingkat kekuatan untuk menerobos Puncak kekuatan Ranah Alam Fana (Emas Akhir) menuju Ranah Alam Tinggi/Alam Kultivator (Surgawi Awal). Setelah menunggu beberapa saat YoLang melihat desakan energi yang besar keluar dari kolam energi dantian YoLun dan...
Bhhuuuummmm... Surgawi Awal
"Hmmm... selamat istriku... kau telah menjadi seorang kultivator sekarang... hehehe...", sambut YoLang dengan senyum setelah melihat istrinya terbangun.
"Hahh... hahh... aku stabilkan kekuatanku dulu suamiku...", katanya kemudian kembali bermeditasi,
"Lakukanlah... aku akan membantumu...", katanya kemudian menempelkan kedua telapak tangannya dipunggung sang istri untuk membantunya menstabilkan aliran energi spiritual yang masih bergejolak.
Dengan energi baru YoLun merasakan kekuatannya bertambah, dia ingin segera melakukan latihan phisik dengan menggunakan energi barunya itu serta mencoba menggunakan inti kekuatan energi petir miliknya, dan setelah merasa aliran energinya sudah stabil dia bangun...
"Nah... bagaimana perasaanmu sayang...?", tanya sang suami.
"Aku merasa kekuatanku bertambah... hehehe... tunggu nanti malam aku akan mengalahkanmu... sampai kamu minta ampun... aku tidak mau kalah terus... hehehe... ayo... aku mau latihan phisik di lapangan latihan...!", katanya kemudian mengajak latihan phisik.
"Ohhh... ya sudah lakukanlah...!", kata sang istri pasrah kemudian membiarkan sang suami melakukan beberapa totokan dan suntikan energi dibagian dada dan kepalanya.
"Mmm... sedikit lagi sayang... bantu aku alirkan energi spiritualmu keorgan hati dan titik ini...!", katanya sambil menunjuk titik dibagian tengah antara alis matanya sambil terus mengalirkan energi spiritual kedalam tubuh sang istri.
"Hmmm... emmm... hahhh...!", keduanya bekerja sama membangkitkan dantian tengah dan dantian atas sang istri.
Dantian tengah yang berada dalam organ hati adalah titik energi pusat kekuatan elemen atau tempat para elemen kekuatan berada dan membentuk akar elemen/akar roh kemudian dantian atas yang berada diantara kedua alis mata adalah pusat kontrol dari semua kekuatan dalam tubuh yaitu kekuatan hawa murni jika menggunakan tenaga dalam, kekuatan spiritual, kekuatan elemen dan inti kekuatan tubuh sedangkan dantian bawah yang berbentuk kolam energi adalah tempat energi itu sendiri yang dapat dialirkan keseluruh bagian tubuh yang akan digunakan untuk mengeluarkan kekuatan. Setelah melihat semuanya sudah terbentuk dan berfungsi dengan baik,...
"Nah... selesai... sekarang tugasmu selama beberapa hari adalah menselaraskan inti kekuatan tubuhmu dengan dantian atas sebagai pusat kontrol... mengambil energi dari dantian bawah terus gabungkan dengan kekuatan elemen dari dantian tengah terus salurkan ketangan atau kaki untuk membuat pukulan atau serangan... setelah lancar dan cepat... mulailah menggunakan pukulan spiritual dengan cara yang sama... aku yakin kamu akan dengan cepat menguasainya... setelah itu hanya dengan berpikir dan menunjukkan jarimu... kamu sudah bisa merobohkan sebuah pohon besar... hehehe...", kata YoLang dengan semangat.
"Kalau semua sudah lancar barulah berlatih dengan senjata andalanmu itu... 'Asmara Intan Petir' Busur Ilahi dengan elemen petir didalamnya... dengan anak panah petir spiritual sebuah batu sebesar pondok latihanku akan hancur berantakan... hehehe... kalau sudah menguasai semua itu... baru akan... eemmm...!", katanya menjelaskan dan sedikit menggoda sang istri untuk memberi semangat.
"Owhh... begitu... baiklah... aku akan berlatih dengan sungguh sungguh dan aku menantikan saat itu...eemmm...? hehehe", katanya menggoda balik sang suami.
Selama 1 minggu YoLang mengikuti latihan phisik sang istri, sambil melakukan penguatan pondasi tubuhnya dengan melakukan latihan penempaan phisik dan jiwa yang dibuat YoLang menggunakan teknik Array/Formasi, YoLun juga melakukan latihan diMenara Meditasi yang didalamnya mengalir energi spiritual untuk diserap. Dengan semangat YoLun menjalani latihan-latihannya yang diarahkan sang suami dengan satu tekad akan membantu sang Terpilih dalam menjalankan tugasnya dimasa depan karena setelah mendapat semua pengetahuan yang diberikan YoLang dia menyadari betapa berat tugas suaminya. Selain berlatih phisik secara bertahap YoLun juga mulai mempelajari teknik-teknik profesi keahlian membuat Pil, membuat senjata dan membuat formasi.
Minggu kedua latihan YoLun mulai menggunakan senjatanya yaitu Busur Ilahi 'Asmara Intan Petir' senjata yang tidak memerlukan anak panah phisik, tetapi menggunakan anak panah spiritual...
"Hujan Amarah Petir"
Hiaaaattt...
Sshuuuttt...sshuuuttt... sshuuuttt...
Dhuuaarr... dhuuaarr.. dhuuaarr...
Sshuuuttt... Dhuuaarrr...
"Meteor Petir Pemusnah"
Hiiaaattt...
SShhuuutttt....
Bhhooooommmmm......
Sambil berteriak nama tekniknya YoLun berlatih menajamkan serangan-serangan spiritualnya dengan Busur Ilahinya, Teknik ciptaan YoLang untuk senjata jenis busur diambil dari teknik-teknik andalannya kemudian merubah bentuk gerakan dan penggunaannya kejenis senjata Busur dan teknik yang dia ciptakan untuk istrinya adalah teknik tingkat Surgawi. Selain teknik bertarung YoLun juga mulai menguasai teknik 'Langkah Petir' turunan dari teknik 'Langkah Cahaya' kemudian teknik 'Mata Cahaya' menjadi teknik 'Mata Petir' sedangkan untuk teknik tangan kosong sang suami memberikan 2 buah teknik yang dia namakan teknik 'Tinju Badai Petir' dan 'Siluman Jari Petir'. Tiada mengenal waktu dan istirahat YoLun terus berlatih dan mengasah kemampuannya menuju penguasaan yang sempurna...
"Istriku... sedikit lagi kamu akan menguasai semua teknik dengan sempurna... jangan lupa kemampuanmu pendukung yang lain... keahlian itu juga harus ditingkatkan... paling tidak harus mencapai tingkat Surgawi... dan kau bisa mengandalkan kemampuan jenis Tubuh Rohmu itu...!", kata YoLang memberi semangat kepada sang istri.
"Iya sayang... aku akan berusaha yang terbaik untukmu... kau sudah mengangkatku sampai ketitik ini... sudah menjadi kewajibanku menjadi kuat agar seimbang denganmu... karena aku akan mendampingimu dalam setiap tugas yang Langit berikan padamu... aku pastikan itu suamiku...! eemmm...?", katanya meyakinkan sang suami.
"Kau memang istri yang terbaik...! chuupph...", katanya kemudian memberikan kecupan kearah siLesung dipipi sang istri.
"Kalau kamu ada urusan pergilah... biar Jula dan Juli yang menemaniku berlatih... biar bisa bermain petir dengan mereka berdua...!", kata YoLun kemudian mengajak kedua Rajawali Dua Alam untuk berlatih bersamanya.
Kemudian YoLang keluar dari dalam dunia jiwanya untuk melihat perkembangan kedua gadis kecil yang sedang berlatih dipondok latihan belakang paviliun keluarga mereka.
Mayang dengan tubuh Yin miliknya sangat kontras dengan inti kekuatannya Es Abadi juga ditunjang dengan senjata tingkat Ilahi 'Pedang Intan Naga Es' pada setiap seranganya mengakibatkan pusaran angin dingin dan mengeluarkan jarum-jarum spiritual es serta terjangan pukulan spiritual yang bisa membekukan target. dan sebaliknya Lory Mei dengan tubuh Phoenixnya identik dengan Api Phoenix yang legendaris dengan menggunakan Senjata Ilahi 'Pedang Amukan Phoenix Api' dapat menghanguskan target menjadi butiran debu. Para pendamping YoLang terlihat begitu lengkap ada Api yang menghanguskan, juga ada Es yang dingin membeku serta ada Petir yang menghancurkan dan didalam pikiran YoLang untuk alam Fana sampai alam Dewa dia tidak akan menemukan kesulitan tapi dengan pengetahuannya dia melihat bahwa ditingkat Alam Surgawi begitu banyak kekuatan para Dewa yang dirasakannya belum bisa dia hadapi, untuk itu dia berusaha untuk lebih meningkatkan orang-orang yang dekat dengannya termasuk ayah bundanya dan ibu Maya yang dia rencanakan akan dia bawa dalam petualangannya dimasa depan.