Titisan Dewa

Titisan Dewa
Gangguan para Bandit kota TangJun


"Maaf nak YoLang jika kami mengganggu pagi-pagi begini...", kata Kakek MuChin.


"Ahh... tidak apa-apa kakek... saya tahu para tetua sekalian akan pergi kelokasi pembangunan dermaga pelabuhan... dan saya berharap tidak ada halangan selama proses pembangunannya... jika ada sesuatu yang memerlukan bantuan saya segera kabari saya dibenua besar...", kata YoLang kepada mereka.


"Ya... untuk sementara ini semua berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan... dan kami akan sering berkunjung ketempat nak YoLang dibenua besar untuk melaporkan perkembangan pembangunan disini...", kata kakek MuChin.


"Bagus saya akan menunggu kedatangan para tetua sekalian...", kata YoLang.


"Baik kami akan segera ke lokasi pembangunan... kami pamit undur diri...", kata mereka kemudian berlalu.


Setelah kepergian para tetua Klan Mu, YoLang segera menemui paman AnTam, bibi YueChan dan AnBin untuk segera bersiap, karena setelah sarapan mereka akan segera pergi keBenua Besar dengan menggunakan gerbang teleportasi. Setelah selesai sarapan paman AnTam memberikan arahan kepada paman MuTeng yang akan menggantikannya untuk menjaga dan merawat Wisma Pendiri Desa, berbagai pekerjaan utama seperti yang telah disampaikan YoLang juga diberitahukan kepada paman MuTeng untuk dilaksanakan.


Rombongan itu muncul dibagian buritan kapal Naga Emas, dan YoLang menunjukkan sebuah kamar besar kepada paman AnTam dan bibi YueChan sedangkan AnBin akan menempati kamar di Dek-Pasukan yang masih tersedia banyak kamar kosong. YoLang langsung menuju anjungan kapal dimana sang kapten kapal LunGon berada,...


"Heii adik Gon... bagaimana keadaan kapal kita...?", tanya YoLang ketika sudah berada dianjungan kapal.


"Ahh... kakak... kami pikir kakak akan pergi dalam waktu yang lama...! sampai-sampai kami sudah mengerahkan seluruh pasukan Naga untuk menjaga area berlabuhnya kapal kita ini dan kawasan area kediaman yang sementara dibangun... karena beberapa hari yang lalu banyak orang-orang tak dikenal mendatangi kapal ini dan kawasan pembangunan kita... mereka mencari sang pemilik yang kaitannya dengan pembayaran pajak...", kata LunGon.


"Hmm... pajak...? kan itu sudah dibayarkan sekaligus saat mengurus akta kepemilikan tanah yang baru...! apakah mereka memberitahukan siapa dan dari mana mereka datang...?", tanya YoLang.


"Mereka hanya bilang... bahwa kita harus membayar pajak kemereka baru proses pembangunan dapat dilanjutkan...dan mereka tidak memberitahukan siapa dan dari mana mereka berasal...! tapi aku mencurigai mereka adalah kawanan bandit kota ini yang bertindak semena-mena terhadap orang baru...", kata LunGon menjelaskan.


"Baiklah... sampaikan kepada semua perwira tinggi untuk bertemu diruang pertemuan kapal Naga nanti malam...", kata YoLang kemudian berlalu menuju kamarnya.


Didalam kamar YoLang memberitahukan kejadian tersebut kepada sang istri, kemudian mengirim pesan kepada ayah dan ibunya, ibu Maya, Mayang, ayah mertuanya LunPing, paman-pamannya LunChao, LunFei dan LunFai serta sang adik LoryMei untuk bersiap ditarik keluar dari dalam dunia jiwa. Sehingga menyisakan beberapa orang anggota keluarga Lun saja didalam Istana Naga Emas, mereka yang tinggal tingkat kekuatannya masih rendah sehingga sangat beresiko jika ikut keluar menghadapi para bandit-bandit pengacau yang rata-rata tingkat kekuatannya sudah berada ditingkat Coklat keatas. YoLang yang sudah berada digeladak kapal segera mengeluarkan anggota keluarganya itu,...


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


Sosok 9 orang itu telah berdiri diatas geladak kapal Naga Emas kemudian,...


"Nak... ada apa sehingga kamu menarik kami semua keluar...?", tanya PiYo kepada putranya.


"Tidak terlalu serius ayah... hanya saja akan menjadi tempat latihan yang bagus buat ayah dan yang lainnya... karena kita akan menghajar bandit-bandit yang tidak tahu diri...", kata YoLang sambil tersenyum.


"Nah... bagus kalau begitu... pamanmu ini sudah lama ingin bertarung dengan yang mempunyai pikiran sendiri dan nyata... tidak seperti ditempat latihan yang kau buat... hanya melawan boneka-boneka kayu ilusi itu... hehehe... kali ini berikan kesempatan kepada paman mencoba kekuatan ini...", kata paman LunChao bersemangat.


"Baiklah paman nanti akan merasakannya besok... sekarang bersiap-siaplah... nanti Mayang dan Lory akan membagikan Pil Stamina, PilBody, Pil Peri Biru dan Pil Selimut Surgawi... gunakan pil-pil itu saat pertarungan terjadi... jangan lupa aktifkan kalung jimat/artefak pelindung yang saya berikan dulu... dan nanti malam kita akan adakan pertemuan dengan seluruh perwira tinggi pasukan Naga Emas", kata YoLang menjelaskan.


"Baik nak... kami menunggu waktu itu...", kata LunPing sang ayah mertua yang saat ini tingkat kekuatannya sudah berada di tingkat Surgawi Puncak dan sedikit lagi menerobos ketingkat Raja Awal.


"Ehh... ayah mertua tinggal sedikit lagi menerobos tingkat selanjutnya... sebaiknya siang ini ayah melakukan terobosan... nanti akan dibantu PingYu/YoLun...", kata YoLang kemudian menyuruh sang istri untuk membantu ayahnya menerobos.


"Ahh... baiklah nak... ayo putriku bantu ayahmu ini...", kata LunPing kepada putrinya kemudian mereka menuju kamar LunPing yang berada dideretan kamar mewah milik anggota keluarga inti.


YoLang mengunjungi kawasan pembangunan tempat kediamannya yang baru, kemudian membuat array/formasi tingkat Surgawi untuk melindungi seluruh area miliknya itu. Didepan pintu masuk kawasan itu terlihat puluhan pasukan yang menyamar sebagai orang biasa sedang berjaga dengan tingkat kekuatan mereka samarkan ke tingkat Merah Awal, dan dari atas langit terlihat paman WangYhu dan paman XongTe mengawasi pergerakan disekitar kawasan itu,...


"Saudara Xong... apakah sudah memberitahukan tuan muda YoLang bahwa kita tidak bisa mengikuti pertemuan malam ini...?", tanya WangYhu.


"Tuan muda sendiri yang memerintahkan kepada kita untuk tetap berjaga malam ini sampai besok pagi... karena besok kita juga hanya akan mengawasi dari kejauhan... yang akan turun nantinya hanya pasukan elit Naga Merah dan Naga Hijau serta beberapa anggota keluarga yang tingkat kekuatannya sudah berada di ranah Alam Tinggi...", kata paman XongTe menjelaskan.


"Saya rasa begitu saudaraku... Ahh... sungguh beruntung kita bertemu dengan tuan muda YoLang... seandainya sejak awal kita mengikuti tuan muda... nasib kita akan lebih baik dari sekarang... aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk mencari dimana keberadaan sibrengsek BaiZhu itu... dia harus membayar hutang-hutangnya kepada kita...hahh...", kata paman Xong Te mendengus kesal mengingat masa lalunya ketika mengikuti organisasi Assosiasi Matahari Merah dan menjadi bajak laut.


"Hmm... dia harus membayar berlipat-lipat... karena sudah membunuh semua keluargaku... dan memaksa aku untuk ikut dengannya berbuat jahat kepada banyak orang... hahh...", kata paman Wang Yhu yang bernasib sama.


Penjagaan dikawasan pembangunan kediaman YoLang sudah diperketat, 2 orang perwira utamanya mengawasi lokasi itu. Sementara itu perwira lainnya sedang mengikuti pertemuan bersama YoLang dengan anggota keluarga inti,...


"Jadi seperti yang sudah disampaikan adik iparku LunGon... bahwa mereka yang datang 3 hari yang lalu itu adalah sekelompok Bandit kota TangJun... dan sesuai janji mereka besok akan datang kembali untuk menagih pajak kepada kita...",


"Untuk itu yang bekerja membangun tetap bekerja... pasukan Naga Merah dan Naga Hijau yang akan menghadapi mereka dibawah pimpinan komandannya... kemudian perwira tinggi lainnya mengawasi dari jauh... anggota keluarga inti yang akan membantu pasukan Naga dipimpin oleh paman AmPhong dan adik ipar LunGon...",


"Begitu juga dengan ayah dan ibu, ibu Maya dan ayah Mertua ikut mengawasi saja... dan jika situasi memerlukan bantuan baru bisa turun membantu... ingat... sebisanya melumpuhkan mereka... tapi kalau sudah tidak bisa yah... musnahkan saja tanpa rasa sakit yang berlebihan...", kata YoLang menjelaskan panjang lebar kepada semua yang hadir pada pertemuan itu.


"Hmm... adik Lory dan istriku Mayang... kendalikan emosi kalian... jangan berlebihan... eennmm...?", kata YoLang kepada sang adik dan calon istrinya yang selalu tidak bisa mengendalikan emosinya saat bertarung.


Setelah menjelaskan rencana menyambut para bandit kota TangJun dan membagi tugas kepada pasukan Naga dan anggota keluarga inti, YoLang menemui ayah mertuanya dan sang istri yang sedang membantu LunPing menerobos tingkat kekuatan di kamar milik LunPing,...


Tok... tok... tok...


"Masuklah pintu tidak terkunci...", kata suara istrinya dari dalam kamar.


"Bagaimana... apa sudah selesai...?", tanya YoLan setelah melihat ayah mertuanya masih dalam posisi Lotus.


"Sedikit lagi... tapi kelihatannya energi dalam dantian ayah masih belum cukup untuk menerobos...!", kata sang istri.


"Hmm... minumkan pil energi 1 butir lagi dan bantu ayah mertua untuk menyerapnya...", kata YoLang.


"Baik...", kata YoLun/PingYu kemudian memberikan sebutir 'Pil Balik Bumi' kepada ayahnya dan membantu menyerap kandungan energi dari pil tersebut agar cepat terserap kedalam dantian ayahnya.


Setelah menunggu 1 jam, YoLang melihat pergerakan energi dari dalam dantian ayah mertuanya,...


"Bersiap... bantu ayah untuk menstabilkan aliran energinya nanti saat menerobos...", kata YoLang kepada sang istri dan,...


Bhuummm...


"Ahh... akhirnya menerobos juga... mmm... Raja Awal...!", kata LunPing tersenyum senang karena berhasil menerobos tingkat kekuatannya.


"Hmm... pondasi ayah mertua sangat kokoh... seringlah bermeditasi didalam menara dan sebaiknya ayah mertua menkonsumsi pil energi setiap 3 hari sekali agar kekuatannya cepat naik...!", kata YoLang.


"Ahh... begitu...! baiklah akan ayah lakukan... tapi ayah juga setiap hari makan buah kehidupan...? apakah tidak akan berpengaruh...?", tanya LunPing.


"Tidak apa-apa ayah... asalkan ayah juga tetap melatih tubuh, tulang dan otot setiap hari...", kata putrinya PingYu/YoLun.


"Benar ayah... hehehe... paling tidak ayah sudah mendekati tingkat kekuatan ibu Maya... eennmm...?", kata YoLang menggoda sang ayah mertuanya, karena YoLang dapat membaca pikiran dan isi hati sang ayah mertua yang terdapat benih-benih cinta diantara sang ayah mertua dan calon ibu mertuanya itu.


"Suamiku... jangan kau menggoda ayahku begitu... hihihi... sudah ayah lanjutkan meditasinya kami akan kembali melihat-lihat kawasan pembangunan kediaman kita...!", kata PingYu/YoLun kemudian mengajak sang suami meninggalkan kamar LunPing dan menuju kawasan pembangunan dipinggiran kota TangJun.