Titisan Dewa

Titisan Dewa
Memburu Zhuan Ban 4


YoLang dan YoLun sudah berhadapan dengan masing-masing tagetnya, YoLang berhadapan dengan Zhuan Bun yang adalah sosok terkuat diantara anggota 'Sekte Pintu Dewa' sementara itu YoLun berhadapan dengan Zhuan Ban sosok terkuat kedua yang juga adalah Patriak 'Klan Pintu Dewa' yang markasnya didesa Jing Bun telah diambil alih kembali serta seluruh anggotanya didaratan Dong Yan telah dibasmi dan sebagian telah dijadikan pasukan boneka oleh YoLang dan anggotanya...


"Kalian telah salah memilih musuh anak muda... terimalah pelajaran dariku...", kata Zhuan Ban kemudian melancarkan serangannya,...


"Dewa Menari Diatas Awan"


Whuuzzz... Whuuzzz... Whuuzzz...


"Pukulan Dewa Merah"


Whhuusss... Dhhuuaarrrr...


Whhuusss... Dhhuuaarrrr...


Whhuusss... Dhhuuaarrrr...


Serangan spiritual tangan kosong yang sangat kuat dapat dihindari oleh YoLang, kemudian membalas serangan tersebut,...


"Langkah Cahaya"


Whuuzzz... Whuuzzz... Whuuzzz...


"Amukan Badai Naga"


Whhuusss... Whhuusss... Whhuusss...


Dhuuaarrr... Dhuuaarrr... Dhuuaarrr...


"Hahaha... hanya itukah kekuatanmu anak muda...? rasakan seranganku ini...", kata Zhua Bun yang meremehkan serangan YoLang sambil mencabut senjatanya berupa pedang yang memancarkan sinar berwarna merah...


"Pedang Dewa Merah Membara"


Whhuunnggg...


Swiinngg... Bhhoommm...


Swiinngg... Bhhoommm...


Swiinngg... Bhhoommm...


Melihat serangan berbahaya itu YoLang kembali mengerahkan teknik meringankan tubuhnya untuk menghindari serangan pedang spiritual dari Zhua Bun sambil mengirimkan serangan balasannya...


"Tarian Meteor Jiwa"


Swuushh... Swuushh... Swuushh...


"Tapak Naga Cahaya Jiwa"


Swooshh... Dhhuuaarr...


Swooshh... Dhhuuaarr...


Swooshh... Dhhuuaarr...


Melihat serangannya masih dapat dihindari oleh Zhuan Bun YoLang segera mengeluarkan pedang tingkat Ilahi miliknya...


"Pedang Cahaya"


Whhuuunnnggg...


"Tebasan Seribu Pedang"


Swiiinnnggg...


Bhhooommm... Ahhkk...


"Bajingan... terkutuk kau anak muda...", teriak Zhuan Bun kesakitan.


Dan menyusul serangan berikutnya dari Yolang yang sudah tidak memberikan kesempatan lagi kepada Zhuan Bun untuk membalas serangannya...


"Niat Pedang"


Whhuuunnnggg...


"Hujan Pedang"


Whuutt... Whuutt... Whuutt... Whuutt...


Seketika puluhan bilah pedang spiritual terbentuk diatas kepala YoLang dan mengarah ketubuh Zhuan Bun...


Shhuuuttt... Dhuuaaarrr...


Shhuuuttt... Dhuuaaarrr...


Shhuuuttt... Dhuuaaarrr...


Aahhhkkk...


"Ba...ba...ji...jing...an... Aarghhkk...", suara terputus-putus keluar dari mulut Zhuan Bun yang sedang menuju alam bawah dengan lehernya hampir putus dan terpisah dari tubuhnya dan seluruh tubuh Zhuan Bun menghitam terbakar oleh serangan bilah pedang spiritual YoLang.


"Putraku... ahhh... bajingan kalian... akan kubalaskan perbuatan kalian ini...", teriak Zhuan Ban yang melihat sang putra tewas ditangan YoLang, kemudian mengirimkan serangan tangan kosongnya kearah YoLun yang mencegatnya menuju mayat Zhuan Bun...


Hiiiaaattt...


Whuusss... whuusss... whuusss...


"Lawanmu adalah aku orang tua... nih terimalah serangan kecilku ini...", kata YoLun kemudian melancarkan serangan tangan kosongnya...


"Tinju Badai Petir"


Swuusss... Swuusss... Swuusss...


Dhuuaarr... Dhuuaarr... Dhuuaarr...


"Setaaannn J4l@ng... mampuslah kau...", teriak Zhuan Ban yang emosinya sudah tingkat Dewa dan menggunakan senjata pedangnya yang mengeluarkan sinar merah...


Srriinnnggg...


"Pedang Merah Penghisap Darah"


Whhuuunnnggg...


"Ilmu Pedang Pintu Dewa"


Chiiiaaattt...


Swiinnggg... Dhhuuaarr...


Swiinnggg... Dhhuuaarr...


Swiinnggg... Dhhuuaarr...


YoLun dengan cepat menhindar serangan itu...


"Langkah Petir"


Whhuuuzzz... Whhuuuzzz... Whhuuuzzz...


"Seranganmu tidak berguna dihadapanku pak tua... nah bersiaplah untuk menemani anakmu kealam bawah...", kata YoLun sambil mengerahkan kekuatannya...


"Meteor Petir Pemusnah"


Hiiiaaattt...


Swooossshhh...


Bhhooommm...


"Hujan Amarah Petir"


Whhuuttt... Whhuuttt... Whhuuttt...


Jjeeedddeeerrr... aahhkkk...


Jjeeedddeeerrr... aa... hh... kkk...


Jjeeedddeeerrr... a... ahh... kkk...


Dengan tubuh terbakar oleh petir spiritual, Zhuan Ban sang Patriak Klan Pintu Dewa itu akhirnya terkapar diatas tanah dengan tubuh menghitam kemudian tewas. Asap hitam tebal membumbung tinggi menyelimuti langit puncak tertinggi gunung pedang karena sebagian gedung berbentuk pentagram tersebut terbakar, angin yang berhembus dengan kencang menambah api semakin besar melahap bangunan yang terbuat bahan kayu tersebut. Pertarungan dimarkas Sekte Pintu Dewa telah berakhir dengan tumbangnya para pemimpin dan elit sekte dalam keadaan tewas dengan berbagai kondisi,...


"Kumpulkan mayat dan potongan-potongan tubuh itu kemudian kuburkan dalam satu lobang... yang lain segera periksa dan sisir seluruh area markas klan ini... ambil semua barang berharga... senjata, kitab-kitab dan tanaman herbal digudang yang tersisa...", kata YoLang memberi instruksi kepada para perwira Pasukan Naga.


"Siap laksanakan tuan muda...", kata paman Wang Yhu.


"Suamiku... bagaimana dengan 2 Sekte yang berencana akan menggulingkan pemerintahan Kerajaan Liu...? apa tidak sebaiknya kita bereskan sekaligus saja...?", tanya YoLun kepada sang suami.


"Jangan dulu... kita masih harus mencari tahu apa penyebabnya baru kita bertindak... paling tidak kita harus menyelidiki tentang keberadaan Kerajaan Liu itu... bagaimana kepemimpinan Raja LiuKang... apakah sudah sesuai dengan keinginan rakyatnya atau tidak...?", kata YoLang memberikan pertimbangannya.


"Hmm... tapi sudah jelas para anggota ketua sekte itu mempunyai niat membunuh yang kuat dari aura yang terpancar dari dalam tubuh mereka...!", kata YoLun melanjutkan.


"Kamu benar istriku... tapi tetap kita harus menyelidiki... siapa tau niat membunuh mereka disebabkan oleh perbuatan pihak Kerajaan Liu yang bertindak sewenang-wenang terhadap mereka...? hal itu yang harus kita pertimbangkan...", kata YoLang memberikan penjelasan.


"Baiklah... kita akan menyelidikinya lebih lanjut...", kata YoLun kemudian membantu membersihkan markas Sekte Pintu Dewa itu yang sudah porak poranda dan dibeberapa bagian masih terlihat asap hitam mengepul keatas langit.


Setelah selesai menguburkan mayat para anggota Sekte Pintu Dewa dan memberiskan markas mereka dari bekas-bekas pertempuran, YoLang mngumpulkan para perwira Pasukan Naga dan anggota keluarganya dibagian tengah markas itu,...


"Yang membawa tawanan... segera keluarkan mereka semua dan kumpulkan dibagian tengah lapangan...", kata YoLang kepada mereka.


"Siap tuan muda... saya mendapat 12 orang dimarkas ini dan 6 orang dikawasan hutan menuju 7 puncak gunung pedang ini...", kata paman WangYhu kemudian mengeluarkan para tawanan yang masih terikat dengan tali spiritual ditengah lapangan.


"Saya ada 7 orang tuan muda...", kata Jendral Xong Te.


"Siap... saya mendapat 16 orang tawanan...", kata Jendral Prapat Tung.


"Saya ada 9 orang tuan muda...", kata paman Lung Wei.


"Kakak... aku mendapat 21 orang...", kata LorryMei.


"Tuan muda... saya berhasil mendapatkan 14 orang anggota sekte ini...", kata Jendral Ai Yin.


"Saya juga ada 8 orang tuan muda...", kata Jendral Ai Yun.


"Aku ada total 27 orang sudah termasuk yang dari kawasan hutan...", kata YoLun sang istri.


"Apa sudah semuanya...?", tanya YoLang dan tiba-tiba...


Khhaaakkk... bruukk... bruukk...


Khhaaakkk... bruukk... bruukk...


"Weehh... Jula dan Juli juga mendapat tawanan... hehehe...", kata YoLang yang kaget melihat ada 4 orang tawanan meluncur dari atas langit.


"Suamiku... apakah mereka semua akan dijadikan pasukan boneka...?", tanya Mayang.


"Ya... hanya itu saja jalan yang bisa kulakukan... karena pikiran jahat dan niat membunuh mereka sudah sangat sulit untuk dihilangkan... lebih baik dijadikan pasukan boneka dan mereka masih bisa digunakan untuk hal-hal yan bertujuan baik...", kata YoLang menjelaskan.


Setelah mengumpulkan para tawanan itu YoLang mulai menghilangkan ingatan dan kebiasaan mereka yang buruk kemudian menanamkan ingatan yang baru tanpa menghilangkan ingatan tentang kekuatan dan teknik-teknik mereka, kemudian YoLang menyerahkan ke-125 orang pasukan boneka tersebut kepada perwira Paukan Naga...


"Paman Wang Yhu... tolong distribusi kepada setiap perwira Pasukan Naga secara merata... dan untuk sementara simpan dalam ruang dimensi cincin jiwa...", kata YoLang.


"Siap laksanakan tuan muda...", kata Jendral Wang Yhu sebagai Panglima Pasukan naga yang mendapat tambahan anggota pasukan boneka, sebelumnya hanya berjumlah 22 orang dan sekarang ditambah lagi 125 orang hingga total pasukan bonekanya saat ini berjumlah 145 orang dengan tingkat kekuatan mulai dari Raja Awal hingga Kaisar Puncak.


"Bagus... selanjutnya kita akan kembali ke Kota LiuSui untuk menyelidiki konflik antara Kerajaan Liu dengan gabungan 2 kelompok 'Sekte Pedang Langit' dan 'Sekte Raja Pedang'... selain paman Wang Yhu dan paman Lung Wei selebihnya akan saya kirim kedalam dunia jiwa tapi tetap bersiaga karena sewaktu-waktu akan saya tarik...", kata YoLang kemudian mengirim para perwira Paukan Naga dan anggota keluarganya kedalam dunia jiwa.


Diluar tersisa YoLang, YoLun, Paman Wang Yhu dan paman Lung Wei seta Jula siHitam dan Juli siPutih.