
"Kalian tidak usah khawatir tentang makan minum dan tidur putramu... dia akan mencarinya sendiri ketika memerlukannya... siapkan saja beberapa stel pakaian untuknya... aku akan memberikan padanya nanti... dan untuk saat ini sampai beberapa bulan kedepan jangan mengganggunya... biarkan dia fokus dan berkonsentrasi untuk peningkatan kekuatannya....", kata Dewa Cahaya guru YoLang.
"Terimakasih Dewa Guru... segera akan aku siapkan pakaiannya...!", kata MaiLang kemudian menuju kamar anaknya untuk menyiapkan pakaian sang putra.
#Dipondok YoLang
Dengan penguasaan teknik 'Pusaran Cahaya' yang sudah sempurna, YoLang mulai menyerap Energi Spiritual dari batu Kristal Energi yang berada dibawah tempat dia duduk. YoLang juga bermeditasi menyerap Energi Alam Langit dan Bumi dengan mengedarkan kekuatan Hawa Murninya. Dengan pemahaman yang telah dikuasainya dia dapat membedakan antara Energi Alam Langit dan Bumi dan Energi Spiritual dia mengarahkan energi Alam ketitik-titik Meridian sedangkan energi Spiritual menuju ke sebuah selaput berbentuk kantong yang berada 3 inci dibawah pusar yang dinamakan Dantian.
Bhhuumm...
Suara ledakan energi dari dalam tubuhnya pertanda kenaikan tahap tingkatan, YoLang sekarang berada ditingkat Biru Mahir, aliran energi Spiritual yang besar terus mengalir deras memasuki tubuhnya memenuhi kantong selaput tersebut,...
Bhhuumm...
Bhhuumm...
Kembali dua suara ledakan energi dari dalam tubuhnya, tingkat Merah Awal.
Dengan pemahaman yang dimilikinya kantong selaput yang dinamakan Dantian adalah tempat untuk menampung Energi Spiritual yang masuk kedalam tubuh. Sudah 2 jam YoLang melakukan meditasi dan semakin banyak energi yang diserap memasuki tubuhnya, terlihat selaput Dantiannya semakin luas karena dipenuhi Energi Spiritual sehingga sudah membentuk sebuah kolam kecil.
#Di Paviliun
"Dewa Guru...! mohon ijin untuk bertanya...!", kata PiYo yang sekarang duduk bersila dihadapan Dewa Cahaya guru YoLang.
"Ya... ya... aku mengerti... jangan khawatir... aku telah membuat sebuah Formasi atau Array Pelindung diruangan ini yaitu sebuah Formasi tingkat tinggi untuk melindungi semua yang berada dalam Kubah Pelindung... sehingga para pelayanmu tidak akan mendengar pembicaraan kita juga mereka tidak bisa melihatku...! Array seperti ini juga ada di pondok putramu...!", kata sang Dewa menjelaskan.
Padahal Piyo belum mengatakan apa pertanyaannya tapi langsung dijawab, dia belum mengetahui bahwa didepannya adalah seorang Dewa yang memiliki teknik membaca pikiran seseorang yaitu teknik 'Mata Cahaya' yang juga telah dipelajari oleh anaknya YoLang.
"Terimakasih Dewa Guru...!", kata PiYo dan MaiLang bersamaan, sambil MaiLang menyodorkan peti kayu berisikan banyak pakaian anaknya kehadapan sang Dewa.
"Hmm... ini terlalu banyak...! beberapa stel saja yang akan kubawa...", kata sang Dewa kemudian membuka peti dan mengambil 5 stel pakaian berlainan warna dan menyimpan kedalam cincin jiwanya.
Whhuuuzzz...
Lima stel pakaian itu lenyap dihadapan mereka, membuat sepasangan suami isteri terkaget dan terheran-heran didalam hati mereka berandai-andai...
"Betapa saktinya orang ini...! apakah anakku akan menjadi sepertinya...?", pasangan suami istri itu membatin dalam hati.
"Baiklah...! aku pergi dulu dan ingatlah semua pesanku...!", kata sang Dewa kemudian menghilang dari hadapan mereka.
Whhuuuzzz...
Sesampainya di pondok dia melihat sang murid masih fokus dengan meditasinya yang sedang menyerap energi Spiritual dari batu Kristal Energi yang berada dibawah tempat duduknya, dia juga melihat muridnya telah berhasil membentuk Dantian yang luasnya sudah sebesar Kolam, dengan senyum puas dia menatap sang murid,...
"Jenius... benar-benar tepat memilihmu nak... hmm... tiga tahapan tingkat naik hanya dalam beberapa jam...! sangat berbakat...!", kata sang guru dalam hati.
"Muridku...! stabilkan dulu semua energi dalam tubuhmu... setelah stabil istirahatlah biarkan Energi Spiritualmu menyesuaikan diri dengan tubuhmu...!", kata sang guru kepada muridnya yang masih tetap bermeditasi. Kemudian secara diam-diam dia memindahkan pakaian dan beberapa jenis tumpukan batu Kristal Energi yang menggunung kedalam cincin jiwa milik muridnya.
Lewat tengah malam YoLang menyelesaikan meditasinya kemudian merasakan tubuhnya semakin ringan, namun kekuatannya semakin besar apalagi dengan kenaikan 3 tingkat dan sekarang menjadi tingkat Merah Awal. Tingkat kekuatan YoLang saat ini telah melewati tingkat ayahnya yang Biru Akhir, ada senyum yang terpancarkan dari wajah bocah berusia 5 tahun lebih itu.
"Ahh... muridku kau sudah selesai...? mmm... bagus... bagus... sekarang dengarkan...! saat ini kamu telah memiliki Energi Spiritual yang berada dalam Dantianmu dengan jumlah Energi yang berada didalam 'Kolam Energi' (Dantian) itu kamu sudah dapat menyelesaikan tingkat pemahaman semua teknik yang ada padamu sampai sempurna... setelah itu lanjutkan menyerap Energi Spiritual dari batu Kristal Energi sampai Kristalnya habis... mulailah muridku...!", kata sang guru.
YoLang kembali bermeditasi sambil mulai menyempurnakan 4 teknik yang belum 100% (sempurna), dari semua ilmu yang diberikan oleh Dewa Cahaya saat ini baru 50% yang bisa dilihat (terbuka) oleh YoLang dan sisanya yang 50% masih tersegel.