
Perjalanan pengawalan barang menuju Kota Gao Guan di Daratan Nam Yan membutuhkan waktu selama 20 hari, dan jika menunggang kuda maka perjalanan menjadi lebih cepat menjadi 14 hari. Dengan persediaan kuda yang tangguh dan kuat dari dalam dunia jiwa milik YoLang maka semua anggota pasukan pengawal pengiriman barang dari perusahaan ekspedisi 'Kuda Kilat' menggunakan kuda dalam perjalanan mereka itu, dan dengan strategi yang YoLang dan Zhen Lamba buat maka mereka dengan tenang melewati perbatasan Daratan Seo Yan dan memasuki Daratan Nam Yan. Disebuah tempat dalam hutan YoLang telah menunggu kedatangan rombongan tersebut dan dengan kemampuan teleportasinya dia telah mengambil ingatan Zhen Lamba tentang lokasi desa tempat tinggal para anggota keluarganya, YoLang memindahkan seluruh anggota rombongan ekspedisi itu kedesa tersebut sementara itu dia dengan kedua istrinya, Lory Mei dan Panglima Wang Yhu serta paman MuDhong telah menyamar dengan memakai Topeng menunggu kedatangan Bora Khai bersama anggotanya yang berjumlah 5 orang yang akan mencegat rombongan Zhen Lamba yang sedang mengawal barang.
Lory Mei yang berada diatas punggung Juli senantiasa mengirimkan pesan suara kepada YoLang dan kelompoknya didalam hutan, Lory Mei mengikuti pergerakan kelompok Bandit 'Penguasa Bertopeng' yang semakin dekat jaraknya dengan kelompok YoLang berada, sementara itu rombongan Jendral Lung Wei dan Zhen Lamba telah berada di 'Desa Ujung' sementara beristirahat dan menanti kedatangan YoLang bersama rombongannya yang sedang menjebak para Bandit "Penguasa Bertopeng'...
"Kakak... jarak 6 orang bandit-bandit ini sudah berada 1 kilometer dari tempatmu menunggu... bersiap-siaplah kalian disana...", kata isi pesan suara dari LoryMei yang diterima YoLang.
"Perhatian... adikku sudah mengirim posisi terakhir mereka... paman MuDhong dan paman Wang Yhu dari sebelah kanan... YoLun dan Mayang dari sebelah kiri... aku akan mencegat mereka dari depan... samarkan aura keberadaan kalian dan tunggu aba-aba dariku untuk menyerang secara bersamaan... ingat jangan beri mereka kesempatan... segera lumpuhkan yang bisa dilumpuhkan jika tidak segera habisi...! jangan buang-buang waktu...! mereka sudah layak untuk pergi ke Alam Bawah...!", kata YoLang mengatur strategi penyergapan mereka.
"Baik tuan muda... dan siap melaksanakan perintah...!", jawab paman Wang Yhu.
"Nak... berilah waktu untuk pamanmu merasakan pertarungan di Alam Kultivator ini... hehehe... sudah lama tidak bertarung sampai tangan paman terasa gatal...", kata paman MuDhong berantusias.
"Kakaaakkk...! mereka sudah berada di 500 meter dengan posisimu... berhati-hatilah...! mereka dalam posisi jaring 123... jaraknya setiap 100 meter... yang 1 didepan tingkat Raja Akhir... berikutnya 2 orang Kaisar Awal dan terakhir 3 orang termasuk siBora Khai...! aku akan menyerang dari atas...!", kata suara kiriman Lory Mei.
"Siap-siap...! 500 meter lagi... nah itu mereka... cepat ambil posisi masing-masing dan segera gunakan topeng kalian...!", perintah YoLang kemudian keempat sosok tersebut melesat menyebar disisi kiri dan kanan jalan lintas tersebut sementara YoLang masih berdiri dijalan untuk mencegat perjalanan kelompok bandit itu.
Samar-samar dari kejauhan YoLang mendengar suara percakapan para bandit itu...
"Aneh... kemana perginya mereka...? seharusnya mereka mengikuti jalan lintas ini...! tapi sejauh 2 kilometer aku tidak merasakan keberadaan anggota ekspedisi 'Kuda Kilat' itu...!", kata sosok berbadan gemuk.
"Sudah jangan berisik... tetap siaga dan gunakan kekuatan kalian mencari dimana mereka berada...!", suara Bora Khai.
"Baik kakak...! ayo Wei Shu kamu yang terdepan lebih cepat lagi...!", kata suara Bhora Khoi.
YoLang melihat jarak diantara mereka semakin dekat karena percakapan yang dia dengar semakin jelas, kemudian dia berjalan pelan menyongsong kedatangan para bandit itu sambil mengenakan topengnya...
"Ehh...! itu ada orang...! mmm... memakai topeng juga seperti kita... hmm... apakah sudah ada kelompok bertopeng lainnya dikawasan hutan ini...?", Bora Khoi berkata dari posisi kedua, sementara itu Bora WeiShu sudah berhadapan dengan YoLang.
"Siapa kamu...! dari kelompok topeng mana kamu berasal...! cepat katakan kalau kamu masih menyayangi nyawamu...!", kata Bor Wei Shu garang.
"Aku adalah aku...! kelompokku hanya aku...! dan aku adalah 'siPembasmi Penguasa Bertopeng'... hahaha...", kata YoLang sambil menyindir Bora Wei Shu untuk memancing emosinya.
"Hahaha... seorang diri...? Surgawi Akhir...? heii... bukalah topengmu itu biar muka bopengmu dapat kulihat...!", katanya kemudian membalas sindiran YoLang.
"Kenapa kalau aku sendiri...? tau dari mana kalau aku utusan terakhir dari surga untuk mengambil nyawamu...?", kata YoLang tambah memanasi sosok didepannya.
"Brengsek...! bocah tolol...! maju kamu kesini... hadapi aku utusan dewa kuning...! hahaha...", kata Bora WeiShu mulai naik emosinya.
"Kakeknya dewa kuning telah memerintahkan aku untuk mengantarmu kembali kejalan kuning... sini ikutlah denganku...!",
"Asyhhuuu... nih makan tape kuningku...!", Bora Wei Shu melesat dan bersalto diudara sambil mengirimkan pukulan spiritual tangan kosongnya kearah tubuh YoLang...
HIiaattt...
Whhuunngg...
Whus... whus... whus... whus...
YoLang yang sudah bersiaga langsung menghindar kemudian membalas serangan Bora Wei Shu dengan teknik warisan dari gurunya Dewa Naga...
"Langkah Cahaya"
"Amukan Badai Naga"
Whuutt... whuutt... whuutt
Dhuaarr... dhuaarr... dhuaarr...
Aahkk...
Bruuukkk...
"Bangsat...! hahh... aahhkkk...", Bora Wei Shu jatuh tersungkur diatas tanah akibat mendapat serangan spiritual YoLang dan tidak sampai disitu, YoLang masih dengan serangan selanjutnya...
"Cahaya Meraih Bintang"
Whhhuuuzzz...
Srrreeeetttt...
Tubuh Bora Wei Shu tertarik oleh sebuah kekuatan spiritual dan sampai mendekat keposisi dimana YoLang sedang berdiri dan kemudian...
"Cahaya Menggengam Bulan"
Whuuunngg...
Whhhuuzzz...
Telapak tangan kanan YoLang menempel dikepala Bora Wei Shu kemudian menyerap seluruh kekuatannya dan sekaligus membuat tubuhnya tak bisa bergerak seperti orang lumpuh serta tak bisa bersuara seperti orang bisu,...
"Nah... diamlah anak manis...! sebentar lagi kakek dewa kuning akan menjemputmu...!", kata YoLang sambil menarik tangannya dan membuat tali spiritual untuk mengikat tubuh Bora Wei Shu.
"mmpph... mmphh... mmmppphhh...",
"Heiii... berhenti... apa yang kau lakukan terhadap saudaraku itu...! siapa kamu hahh...!", kata Bora Khoi.
"Kakak Khoi... hajar saja orang ini... lihat dia telah melukai saudara kita Wei Shu...!", kata sosok disebelah Bora Khoi sambil langsung mencabut pedangnya dan menyerang YoLang...
Swiiinnggg...
Trraaanngg...
"Heiiit... sabar dulu topeng jelek...! sesama topeng jangan main keroyokan...!", tiba-tiba 2 sosok bertopeng lainnya muncul dari arah sebelah kanan dan menangkis serangan yang menuju kearah YoLang.
"Chuuiihhh...! masih anak kecil ternyata...! panggillah semua orang-orangmu...! dan terimalah hukuman dari dewa kuning...!", kata-kata pedas keluar dari mulut paman Wang Yhu yang dulunya pernah menjadi seorang perompak namun sadar setelah mendapat pengajaran oleh YoLang.
Swiinngg... swiinngg...
Paman Wang Yhu dan paman MuDhong telah mencabut pedang tingkat Surgawi milik mereka dan tanpa komando keduanya lalu menyerang Bora Khai dan Bora JingShu...
#Wang Yhu
"Langkah Langit dan Bumi"
"Tebasan Amarah Langit"
Ssiinnggg... ssiinnggg... ssiinnggg...
Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...
Bruuukkk...
Aahhkkk...
#MuDhong
"Langkah Gelombang Petir"
"Pedang Petir Membelah Lautan"
Sriingg... sriingg... sriingg...
Jddeerr... jddeerr... jddeerr...
Bruuukkk...
Aahhkkk...
Tanpa pembalasan Bora Khoi dan Bora JinShu terjatuh dan tersungkur diatas tanah dengan tubuh yang terluka terkena sabetan pedang serta sengatan petir dari pedang petir milik paman MuDhong, kemudian keduanya diikat dengan tali spiritual buatan paman Wang Yhu dan paman MuDhong. Sementara itu YoLang terus bergerak maju menuju kearah datangnya Bora Khai beserta 2 orang anggotanya dan diposisi sebelah kirinya YoLun dan Mayang dengan aura tubuh yang disamarkan masih mengendap-endap mencari celah untuk menjebak ketiga orang yang dengan cepat melesat menuju kearah YoLang, tapi tiba-tiba dari atas langit melesat turun sosok bertopeng lainnya kemudian...
"Langkah Phoenix Api "
"Putri Phoenix Menari diAtas Awan"
Hiiaaattt...
Whhuuzz... bhoomm...
Whhuuzz... bhoomm...
Whhuuzz... bhoomm...
"Amukan Phoenix Api"
Swiinngg... swiinngg... swiinngg...
Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...
Brruuukkk... aahhkk...
Brruuukkk... aahhkk...
Bora HuLai dan Bora HuLei terlempar sejauh 10 meter dengan tubuh terluka ambruk diatas tanah dan tidak bergerak lagi, sementara itu Bora Khai walupun masih bisa menghindari serang LoryMei yang tiba-tiba dari atas langit masih mendapatkan luka dibagian punggungnya. Kemudian dengan marah...
"Bajingan siapa kalian...! hahh...! ", kata Bora Khai yang sambil menahan sakit.
"Tua Bangka...! terimalah akhirmu... sudah cukup waktumu didunia ini... kembalilah kejalan kuning karena kakekmu dewa kuning sudah menantimu...!", kata Mayang yang tiba-tiba muncul dari sebelah kiri.
"Langkah Seribu Bintang"
"Cahaya Intan Menebar Pesona"
Whuuzz... whuuzz... whuuzz..
Wheerr... wheerr... wheerr...
Jlleebb... jlleebb... jlleebb...
Bhhoomm... bhhoomm... bhhoomm...
Aahhkkk...
Tanpa perlawanan Bora Khai tewas dengan tubuh hancur berserakan diatas tanah, kemudian paman MuDhong dan paman Wang Yhu tiba ditempat pertempuran itu sambil menarik 3 sosok yang sedang terikat tali spiritual. Bora WeiShu, Bora JingShu dan Bora Khoi yang masih terikat sangat terkejut melihat potongan-potongan tubuh yang berserakan diatas tanah, dan mereka mengenali sosok yang sudah hancur itu adalah kakak dan pemimpin mereka Bora Khai karena melihat sisa-sisa potongan pakaian yang masih bisa mereka kenali...
"Ahh... yang akan Menjebak berakhir karena Terjebak oleh karena keserakahan mereka sendiri...!", kata YoLun.
"Kumpulkan potongan tubuh mayat itu dan kuburkan bersama dengan kedua mayat itu... selanjutnya bersihkan area ini dari sisa-sisa aura kehidupan mereka dan bekas pertempuran...! kemudian adik Lory masukkan ketiga orang ini kedalam ruang dimensi cincin jiwamu... kita akan segera menyusul paman Zhen Lamba dan menyerahkan ketiga orang ini kepadanya... biarkan paman Zhen Lamba yang akan memutuskan nasib ketiga orang ini...!", kata YoLang kepada kelompoknya itu.
"Baik kakak...!", kata LoryMei dan segera melakukan apa yang dikatakan YoLang dibantu dengan yang lainya.
Setelah semua selesai membersihkan kawasan area pertempuran itu YoLang membuat gerbang teleportasi yang mengarah ke 'Desa Ujung' dimana paman Zhen Lamba dan anggota keluarganya berada,...
Whhuuuzzz...
Dari kekosongan ke-6 orang itu muncul dipinggiran Desa Ujung dan kemudian memasuki desa dan menemui rombongan ekspedisi 'Kuda Kilat' yang sementara beristirahat, YoLang menemui paman Zhen Lamba dan menjelaskan situasi mereka saat ini dan kemudian LoryMei mengeluarkan 3 orang tawanan dari dalam ruang dimensi cincin jiwanya dan menyerahkan ketiga tawanan itu kepada paman Zhen Lamba. Setelah mengetahui pimpinan kelompok Bandit 'Penguasa Bertopeng' telah tewas dan menyisahkan 3 anggotanya maka paman Zhen Lamba memutuskan untuk memenjarakan ketiga anggota bandit itu didalam penjara bawah tanah dimana mereka pernah mengalaminya. Setelah beristirahat rombongan ekspedisi itu melanjutkan perjalanan mereka mengantar barang ke Kota Gao Guan dan dipihak lain YoLang dan kelompoknya tetap tinggal di 'Desa Ujung' untuk menyelidiki kawasan 'Hutan Ujung Laut' sambil mencari tanaman herbal