Titisan Dewa

Titisan Dewa
Mengunjungi Keluarga diAlam Fana


Setelah menyapa semua anggota keluarga inti dan para perwira utama Pasukan Naga Emas, YoLang menuju barak Pasukan Naga yang berada dibagian belakang gedung induk Kediaman Naga Emas itu didamping oleh kakek Surapong dan nenek Lin Mei serta kakek Lun Xiao dan nenek Shin YuWen. YoLang kemudian mengeluarkan pasangan pintu gerbang antar alam yang sudah dibuatnya dan memasangnya disebuah ruangan berukuran besar sehingga akan ada ruang bagi para pasukan penjaga gerbang tersebut. Selesai memasang gerbang tersebut YoLang menaburkan ribuan Batu Roh disekeliling pintu gerbang teleportasi itu untuk mengaktifkannya, terlihat cahaya hijau terpancar dari sekeliling gerbang portal itu pertanda sudah aktif dan siap untuk digunakan. Kemudian dia mencobanya untuk masuk dan berhasil dengan baik walau harus melalui sebuah lorong hampa dengan waktu yang cukup lama yaitu selama 30 menit untuk sampai ke Alam Tinggi/Alam Kultivator, dia kemudian mengirim pesan suara kepada kedua istrinya, ayah dan ibunya serta kedua mertuanya dan juga sang adik LoryMei serta kepada paman Wang Yhu.


#Alam Fana


"Kenapa mereka lama sekali...? ini sudah lebih dari 2 jam... apakah gerbang teleportasi ini berfungsi dengan baik...?", kata LinMei yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan cucunya yang baru lahir itu.


"Sabarlah saudari Lin... kata YoLang perjalanan akan membutuhkan waktu yang lama paling cepat 30 menit untuk sampai disana... dan dalam perjalanan itu akan melewati lorong hampa... serta biaya untuk mengaktifkan gerbang ini harus menggunakan 1.000 buah batu roh... huhh... sangat besar kebutuhan batu roh yang harus kita siapkan...", kata Shin YuWen.


"Ya... kita harus mengaturnya... mungkin hanya bisa berkunjung kesana sebulan sekali... dan juga YoLang memberitahukan bahwa dalam sekali jalan paling banyak hanya 10 orang yang masuk dan tidak boleh lebih... karena akan sangat berbahaya bisa tertarik oleh sebuah kekuatan dalam lorong hampa itu...", kata Surapong.


"Wah... kita harus berhati-hati dan menyiapkan para pasukan penjaga yang kuat dan handal... dan juga mereka harus diberi peringatan agar menjaga gerbang ini dengan taruhan jiwa mereka...", kata Lun Xiao.


Beberapa saat kemudian munculah 8 sosok dari dalam gerbang itu kemudian,...


"Neneeeekkk... aku datang...", teriak sicerewet LoryMei dan berlari memeluk sang nenek buyut LinMei


"Kakek... Nenek...", sapa YoLun yang sedang menggendong adiknya Lun Bao kepada Lun Xiao dan Shin YuWen.


"Wah...! cucuku...! hehehe... wajahnya seperti LunPing... kesinikan nak...! biar nenek yang menggendongnya...", kata Shin YuWen kemudian mengambil Lun Bao dari pelukan YoLun.


"Ayo kita kegedung induk saja... dan paman Wang Yhu silahkan melihat para Pasukan Naga... kalau memerlukan sesuatu saya akan berada dikediaman pribadi dalam gedung induk...", kata YoLang.


"Baik tuan muda... saya permisi dulu...!", kata Paman Wang Yhu kemudian berlalu menuju barak Pasukan Naga.


Sesampainya digedung induk dimana tempat kediaman pribadi YoLang bersama kedua orantuanya dan kedua mertuanya berada, kehebohan mulai terjadi dengan suara LoryMei yang sedang menyapa semua anggota keluarga karena kedua kakek dan neneknya sebelah ayah Piyo yaitu PuTong dan Muning dan sebelah ibu MaiLang yaitu KaiLang dan Sun Weng juga telah hadir dalam ruangan itu. Terlihat juga paman Lun Chao dan bibi Sitti Han serta putri mereka Lun Hansi juga paman Bua dan bibi Sarah yang mengurusi Paviliun Naga Emas serta putri mereka Len Ma...


"Len Ma...! bagaiman kabarmu...? ehh... bagaimana khabar Jie Tien apakah kalian sudah punya pasangan eennmm...? dan bagaimana dengan RexoLin...? kekuatannya sudah ditingkat apa...? apakah mereka tidak pernah berkunjung kesini...?", tanya Lory Mei.


"Wehh...! satu-satu bertanyanya cereweeettt...! huhh... kamu itu tidak pernah berubah... aku masih sendiri dan Jie Tien sudah bertunangan dengan AngBie... banyak pemuda yang takut mendekatiku... karena kalau mendekat nihh...! creekkk...!", kata Len Ma sambil memperagakan tangannya seperti meremas leher, Len Ma dan Jie Tien yang seumuran dan lebih tua 3 tahun dari YoLang dan saat ini mereka berdua berusia 21 tahun tapi belum memiliki kekasih sedangkan RexoLin putra paman Randang dan bibi Rose seusia dengan Lory Mei yaitu 15 tahun.


"Hehehe... kalau diAlam Tinggi ada yang setampan adik YoLang boleh juga tuh...! hahaha...", kata LenMa bergurau.


"Hmm... nanti akan aku kenalkan dengan seseorang...! sabarlah dia dan kakaknya sedang berlatih diMarkas Klan Naga Emas diAlam Tinggi... dia seorang pemuda tampan dan jenius... tingkat kekuatannya sudah lebih tinggi dari kakek buyut Surapong...! hehehe...", kata LoryMei yang mulai mencomblangi saudarinya itu.


"Ahh... kau mulai menggodaku ya...! perlihatkan dulu tampangnya... kalau memenuhi syaratku yah... mungkin akan ada kesempatan baginya... hihihi...", kata LenMa tertawa.


Jendral YunThao dan 7 orang perwira lainnya telah kembali dari menjalankan tugas yang diberikan YoLang yaitu mengunjungi 5 benua dan mengabarkan kedatangan sang junjungan kepada semua anggota keluarga Besar Naga Emas, setibanya dia bertemu dengan sang Panglima Pasukan Naga Jendral Wang Yhu,...


"Salam Panglima Wang Yhu...! wah... tingkat kekuatannya sudah tak terlihat olehku... hehehe... aku harus banyak berlatih dan bermeditasi lagi...", sapa Yun Thao kepada Wang Yhu dibarak Pasukan Naga.


"Hahh... tingkatanmu juga sudah naik banyak... hanya bedanya jika diAlam Tinggi tingkat kekuatan harus sesuai dengan ketetapan tuan muda... yaitu minimal harus berada diRanah Puncak Alam Tinggi atau Alam Kultivator... dan disana meditasi disebut kultivasi... bersiaplah... kalian juga akan segera dibawa oleh tuan muda... untuk itu hadapkan kesaya para calon perwira itu... aku akan melihat dan memeriksa mereka...", kata Jendral Wang Yhu kepada bawahannya itu yang sekarang menggantikannya sebagai Panglima Pasukan Naga di Alam Fana.


"Baik Panglima...! segera saya panggilkan mereka...!", kata Jendral Yun Thao kemudian berlalu menuju barak untuk mengumpulkan 12 orang calon perwira utama seperti yang disampaikannya kepada YoLang.


Ditempat lain YoLang secara diam-diam kembali kepuncak tertinggi pegunungan pedang dimana markas 'Klan Naga Emas' berada dan memasukkan ketiga orang ayah dan anak keluarga Bao serta paman AmPhong sekeluarga dan juga paman MuDhong dan istrinya serta AnBin dan MuLei yang sedang hamil, YoLang memberikan mereka kesempatan untuk mengunjungi anggota keluarga mereka di Desa YaoYo Benua Pulau Hijau dan diKota SomPoi Benua Pulau Merah sedangkan Bao Cheng, Bao Qian dan Bao Jian akan dia perkenalkan dan memberi kejutan kepada adiknya LoryMei yang sepengetahuan YoLang secara sembunyi-sembunyi telah menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih dengan Bao Qian hal ini diketahui YoLang karena dia bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang. Kemudian dia kembali ke 'Kediaman Naga Emas' dan menemui seluruh anggota keluarganya yang sudah mulai berdatangan dari 5 benua.


"Selamat datang kembali tuan muda...! maafkan kami yang segara kesini padahal Jendral Yun Thao mengatakan pertemuan akan dilakukan 2 minggu lagi... hehehe...", sapa Shang Tang dan istrinya Chun Lei serta Shang Wei dan Windy Shu dari Benua Pulau Hitam.


"Wah... paman Tang dan paman Wei...! ahh... tidak apa-apa... saya malah merasa senang...! apa kabar bibi Suchi dan bibi Windi... bagaimana keadaan benua pulau hitam dan juga bagaimana kabar keluarga lainnya yang berada disana...?", sambut YoLang kepada mereka.


"Keadaan benua pulau hitam baik-baik saja tuan muda... dan semua anggota keluarga kita disana semakin maju... baik bisnisnya dan tingkat kekuatan mereka... semua anggota keluarga inti termasuk keluarga Shu di Kota Mayori sekarang sudah berada ditingkat Raja Mahir sampai Raja Puncak... dan ada 7 orang anggota keluarga yang telah menerobos kekuatan Ranah Alam Fana dan sudah berada di Tingkat Surgawi Mahir dan belum mengalami kesengsaraan Petir Langit...", kata Shang Tang memberikan penjelasannya.


"Baik paman...! siapkan mereka kita akan menunggu anggota keluarga lainnya dan setelah berkumpul semua kita akan berangkat bersama...!", kata YoLang


"Baik tuan muda... akan aku persiapkan mereka dan segera membawa mereka kesini...", kata paman Shang Tang melanjutkan.


Sementara itu paman MuDhong telah pergi ke Desa YaoYo bersama istrinya dan juga AnBin bersama istrinya MuLei, demikian juga dengan paman AmPhong sekeluarga yang sudah menuju Kota Sompoi.