Titisan Dewa

Titisan Dewa
Kemarahan sang Adik


Malam baru saja menjelang, nampak sosok hitam sedang mengendap-endap diatas bumbungan sebuah gedung berlantai 2 ditengah kota Shang. LoryMei dengan menggunakan pakaian hitam mulai menyelidiki markas kelompok yang dia curigai, dengan kesadaran spiritualnya dia melihat ada puluhan orang didalam gedung itu. 6 orang sedang duduk membicarakan rencana mereka dilantai 2 sedangkan puluhan lainnya sedang bersiap-siap dengan senjata mereka berkumpul dilantai 1,...


"Kakak pertama... saya sudah menghubungi anggota assosiasi... dan mereka menyatakan akan membantu dengan 3 buah kapal dari arah laut untuk mengepung kapal Naga Laut itu...!", kata seseorang.


"Bagus... adik ketiga...! kalau begitu kamu bawa 20 orang dan gunakan tali untuk naik keatas kapal...!", kata sang pemimpin.


"Kemudian kamu adik kedua...! naik dari tangga kapal dengan menyamar sebagai utusan dari penguasa pelabuhan untuk memeriksa kapal...! buatlah seolah-olah ada barang yang mencurigakan didalam kapal...!", kata sosok yang dipanggil kakak pertama.


"Baik kakak pertama... akan aku lakukan sebaik mungkin...!", kata sosok yang dipanggil adik kedua.


Dari atas bumbungan gedung LoryMei mendengar percakapan mereka sambil tersenyum kecut dengan wajah yang sudah memerah karena marah, kemudian dengan perlahan dia membuka 4 buah atap genteng dan melesat turun dan berdiri diatas meja tempat 6 orang itu sedang berdiskusi,...


Whhuusss...


Tap...


"Ehh... siap kamu...!", kata salah seorang diantara mereka.


"Aku...? aku adalah Dewa Matahari Hitam...! pemimpin assosiasi matahari merah... kenapa...? apa kalian tidak mengenalku...?", kata LoryMei.


"Hahh... jangan main-main kamu...? kami mengenal siapa pemimpin Assosiasi Matahari Merah...! kamu mau menipu kami hahh...?", kata sang pemimpin yang mereka panggi sebagai kakak pertama.


"Hehehe... terserah kalian... aku hanya datang untuk mengatakan... urungkan niat kalian atau nyawa kalian sebagai taruhannya...!", kata LoryMei sambil membuat formasi didalam ruangan lantai 2 tersebut agar tidak terlihat atau terdengar dari luar.


Whuunnggg...


Whhuuusss...


"Apa yang kamu lakukan...? adik kedua cepat panggil anggota kita dibawah...!", kata sang pemimpin yang dipanggil sebagai kakak pertama.


"Percuma...! tidak ada satupun yang bisa keluar dari ruangan ini... hehehe...", kata LoryMei yang masih berdiri diatas meja sementara keenam orang tersebut mengelilinginya dalam posisi siaga,


"Heiii... anak muda...! turunlah dan mari kita bicara baik-baik...!", kata seseorang.


"Baik... apa yang akan dibicarakan...?", kata LoryMei kemudian turun dan duduk menghadap meja.


"Begini...! kami lihat kamu mempunyai kekuatan...! bagaimana kalau kita bekerja sama...?", kata sang pemimpin.


"Bekerjasama dalam hal apa...? menguasai kapal yang kalian bicarakan...? hahaha...", kata LoryMei mengejek.


"Dengar dulu...! kalau kamu membantu kami menguasai kapal itu... kami akan membagi hasil rampasan sebesar 20% denganmu...! bagaimana...?", kata seseorang.


"Hmm... apa sebenarnya maksud kalian sehingga ingin menguasai kapal itu...?", tanya LoryMei.


"Apa urusanmu anak muda...? kalau kamu mau ikut bekerjasama dengan kami... kamu akan mendapatkan bayaran...! kalau tidak ya sudah...", kata sang pemimpin.


"Hmm... apa kalian sudah memikirkannya baik-baik...? tidak tahukah kalian siapa pemilik kapal Naga Laut itu...?", tanya LoryMei yang sudah marah.


Sinngg... sinngg... sinngg...


Swingg... swingg... swingg...


Keenam orang tersebut mencabut pedang dan golok mereka dan mengarahkannya kepada LoryMei yang sedang menyamar menjadi seorang pemuda,...


"Anak muda...! walaupun kamu terlihat kuat tapi bagaimana kamu bisa melawan kami berenam...? belum lagi anak buah kami dibawah yang berjumlah 40 orang..!", kata sang pemimpin kelompok itu.


"Baiklah kalau itu mau kalian... dan jangan menyesal...! karena aku sudah memberikan kesempatan kepada kalian sebelumnya...?", kata LoryMei kemudian,...


"Langkah Phoenix Api"


"Kebasan Sayap Phoenix"


Dhuuk...Bhuuk... Dhess... Dhuuk...


Bhuuk... Dhess...


Ahhhkk... Arrgghh... Aduuhh...


Arrgghh... Ahhhkk... Arrgghh...


Keenam orang tersebut terpental sambil mengerang kesakitan terkena pukulan tangan kosong LoryMei, dan tanpa memberi ampun LoryMei mengikat mereka berenam dengan tali api spiritualnya dan menempatkan mereka disudut ruangan,...


"Bajingan kamu...! lepaskan kami mari kita bertarung secara jantan...!", kata seseorang.


"Aku tanya sekali lagi... siapa sebenarnya kalian...? siapa pemimpinnya...? dan dimana markas besar kalian...?", tanya LoryMei.


"Cuuiihhh...! bajingan kamu lepaskan kami...!", kata seorang diantara mereka.


Shuuuttt...


Dhhuuaarr...


Seketika kepala orang tersebut meledak hancur dan isinya beterbangan mengenai wajah dan pakaian kawan-kawannya,...


"Nah itu contoh bagi yang tidak mau mendengar...! sekarang kamu... jawab pertanyaanku...!", kata LoryMei sambil menunjuk seorang yang mereka panggil adik kedua.


"Adik kedua jangan beritahu... besar resikonya buat kita semua...!", kata sang pemimpin.


Shuuuttt...


Dhhuuaarr...


Kembali kepala sang pemimpin yang mereka panggil kakak pertama, hancur dan darah mulai menggenangi lantai tempat mereka terikat karena dua orang sudah tanpa kepala dan masih terikat bersama mereka.


"Bagaimana...? masih ada yang mau menyusul...? sekarang jawab pertanyaanku...!", kata LoryMei tegas.


LoryMei melihat keempat orang yang tersisa mulai gemetar ketakutan melihat pemimpin dan seorang saudara mereka telah tewas dengan kepala hancur, dan disaat mental mereka lagi melemah LoryMei mulai membaca pikiran dan isi hati mereka satu-persatu dan mulai mendapatkan banyak informasi penting karena orang yang mereka panggil adik kedua adalah seorang penghubung antara organisasi-organisasi besar dengan para bajak laut serta dengan Assosiasi Matahari Merah.


"Hmm... baiklah kalau tidak ada yang mau memberikan jawaban...! aku akan mengirim kalian menemani kedua temanmu yang sudah mendahului kealam bawah...!", kata LoryMei kemudian,...


Shuuuttt...


"Tung... ahhhkkk...


Dhuuaarr...


Shuuuttt... shuuuttt... shuuuttt...


Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...


Keempat orang yang tersisa mengalami hal yang sama dengan dua orang sebelumnya, setelah LoryMei mendapatkan informasi dari mereka. Hal ini dilakukan oleh LoryMei karena mereka berenam adalah pimpinan dari 'Kelompok Serigala Hitam', sebuah organinasi hitam di Kota Shang yang selalu melakukan pencurian dan perampasan barang-barang berharga dari para pendatang baru di Kota Shang. Dan juga mereka sering bekerja sama dengan beberapa kelompok bajak laut termasuk Assosiasi Matahari Merah, LoryMei juga mendapat informasi tentang keberadaan Assosiasi tersebut yang bermarkas disebuah desa pinggiran pantai sebelah utara di 'Daratan Seribu Suku' yang bernama desa 'Matahari Terbit' dengan pemimpinnya seseorang yang mereka panggil dengan 'Yang Mulia Berjubah Merah'.


LoryMei kemudian kembali keatas bumbungan atap gedung dan menutup gentengnya kemudian melepaskan formasi yang dia pasang sebelumnya diruangan lantai 2 tersebut, Dia menunggu kedatangan orang-orang yang berada dilantai 1 untuk melihat apa yang akan mereka lakukan. Karena menunggu terlalu lama akhirnya dia memutuskan untuk mengurung gedung tersebut dengan Array/Formasi agar mereka yang berada didalamnya tidak bisa keluar dan juga tidak ada satupun yang bisa memasuki gedung ataupun mendengar sesuatu dari dalam gedung tersebut. Dan dengan cepat dia melesat ketempat kelompok berikutnya yang berada dikomplex pelabuhan, dari aura yang dia rasakan orang-orang tersebut telah bergerak kearah pinggiran pantai bagian ujung utara pelabuhan kemudian dia menyusul dan mendapati mereka sudah berada didalam kelompok mereka yang berjumlah puluhan orang dan sedang menaiki 2 buah perahu besar.


Dengan kesadaran spiritualnya dia melihat pikiran mereka dan mengetahui bahwa mereka akan menyusup kekapal Naga Laut dengan menggunakan perahu dan naik menggunakan tali dari sisi sebelah laut dari kapal Naga Laut...


"Hmm... tindakan bodoh...! baiklah kalau itu mau kalian...!", kata LoryMei dalam hati.


Dengan menggunakan kekuatan Phoenixnya serta teknik tingkat surgawi yang dia miliki, LoryMei melesat dan terbang diatas 2 buah perahu yang sedang melaju kearah dermaga pelabuhan dimana sang Naga laut sedang bersandar. Sebelum mereka mendekati badan kapal Naga Laut, LoryMei telah memulai aksinya,...


"Mata Phoenix Api"


"Phoenix Menyerap Awan"


Whhuuuzzz... whhuuuzzz


LoryMei melumpuhkan kesadaran dan ingatan mereka kemudian menarik mereka sekaligus dengan kedua perahunya dan mengirim mereka kedalam ruang dimensi cincin jiwanya. Kemudian dia kembali kegedung yang telah dia pasangi array/formasi sebelumnya dan melihat mereka masih berada dilantai 1 dan belum sadar jika para pemimpinnya yang berada dilantai 2 telah tewas, segera LoryMei masuk dan langsung turun kelantai 1 dan,...


"Mata Phoenix Api"


"Phoenix Menyerap Awan"


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


Whhuuuzzz... whhuuuzzz...


Keempat puluh orang tersebut sudah berpindah kedalam ruang dimensi cincin jiwa milik LoryMei dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri.


"Hmm... beres... sekarang tinggal menunggu kapal-kapal Assosiasi Matahari Merah...", kata LoryMei dalam hati kemudian melesat kembali kekapal Naga Laut didermaga pelabuhan kota Shang.