Titisan Dewa

Titisan Dewa
Menyerang Markas BaiZhu 3


GongBa yang sudah terluka sebelumnya belum sempat memulihkan stamina dan mengobati lukanya, telah mendapat serangan mendadak dari LunFai dan LunFei yang datang membantu setelah sebelumnya membantu LunGon dan Mayang didermaga pelabuhan,...


"Bajingan...! beraninya kalian main keroyok... hahh...!", teriak GongBa.


"Ilmu Pedang Matahari Merah"


Hiaattt...


Swiinngg... swiinngg... swiinngg...


Dhuaarr... dhuaarr... dhuaarr...


Dengan cepat LunFai dan LunFei bergerak menghindar serangan GongBa,...


"Langkah Langit dan Bumi"


Whuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


"Bayangan diBalik Awan"


Whuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


"Hehehe... hanya begitukah kemampuanmu...? terimalah seranganku ini...", kata LunFai kemudian mengirimkan serangannya.


"Naga Menguasai Langit dan Bumi"


Hiiiaaattt...


Whuutt... whuutt... whuutt...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


"Makan seranganku ini...!", kata LunFei menyambung serangan saudaranya.


"Tarian Pedang Naga"


Hiiiaaattt...


Whuunngg... whuunngg... whuunngg...


Dhuaarr... dhuaarr... dhuaarr...


Aahhkkk...


"Ja... ja...jahanam ka... kalia... an...!", suara GongBa terputus-putus karena nyawanya sedang melayang menuju alam bawah.


Aahhhkkk...


hooeekkhh...


GongBu yang melihat saudaranya telah tewas, mengacaukan konsentrasinya sehingga tidak fokus lagi memperhatikan serangan yang datang dari kedua pasangan suami istri LunPing dan Maya yang sedang mengirimkan serangan mereka kearahnya dan terlihat LunPing yang pertama mengerahkan serangannya,..


"Tebasan Seribu Pedang"


Whhuuzzz... whuuzzz... whuuzzz...


Bhoomm... bhoomm... bhoomm...


Dan disusul oleh Maya yang menyerang dengan teknik,...


"Pedang Naga Api"


Swhuuzzz... swhuuzzz... swhuuzzz...


Dhuuaarr... dhuuaarr... dhuuaarr...


Kedua serangan tersebut dengan telak mengenai tubuh GongBu yang walaupun tingkat kekuatannya berada 1 tingkat diatas LunPing dan sama tingkatannya dengan Maya tapi mendapat 2 serangan sekaligus tidak mampu lagi mengelak dan,...


Aahhkkk... hooeeekkhh...


Tubuhnya ambruk keatas tanah dengan kaki sebelah kanan telah putus dan dibeberapa bagian tubuhnya terlihat hangus terbakar, kemudian tewas dengan mata terbuka lebar seakan tidak percaya bahwa dia sedang menuju alam bawah. Sementara itu ditempat lain terlihat seluruh anggota keluarga Lun telah menyelesaikan pertempuran mereka dan sedang berkumpul membantu beberapa anggota keluarga yang terluka ditengah dermaga,...


"Nak Mayang... pergilah dan bantu saudarimu... biarkan kami yang mengobati mereka yang terluka ini...!", kata kakek Lun Xiao.


"Dan kalian... kumpulkan mayat-mayat itu untuk kita makamkan...!", katanya menambahkan kepada Lun Wei, Lun Da dan LunGon serta beberapa anggota keluarga Lun lainnya.


"Baik kakek...!", kata mereka kemudian pergi melakukan apa yang diperintahkan kakek Lun Xiao.


Mayang segera melesat kearah gedung kediaman BaiZhu dan melihat saudarinya PingYu/YoLun masih bertempur melawan siJubah Merah BaiZhu kemudian dari atas Langit dia mendekati sang kekasih YoLang yang juga sudah berada diatas kediaman BaiZhu melihat pertempuran sang istri,...


"Hmm... kakakmu itu memang sengaja mengulur-ulur waktu sampai stamina BaiZhu terkuras habis...! lihat saja... sebentar lagi dia akan menyelesaikan pertarungan itu...", kata YoLang meyakinkan sang calon istri itu yang terlihat gelisah karena saudarinya YoLun belum selesai mengalahkan lawannya.


"Bagaimana kalau aku membantunya...?", tanya Mayang.


"Jangan biarkan saudarimu itu menyelesaikan hutang diantara mereka...!", kata YoLang menyela maksud sang kekasih.


Disisi pertempuran terlihat BaiZhu mulai melambat gerakannya, banyak serangan YoLun dapat dia tahan dengan menggunakan artefak jubahnya. YoLun memang sengaja menahan serangan terkuatnya karena menginginkan BaiZhu hidup-hidup untuk dimintai pertanggungan jawabannya masalah penculikan, perampokan hingga menewaskan ibunya ShinYu, juga terdapat dendam antara BaiZhu dengan sang nenek Shin YuWen yang belum diketahui oleh anggota keluarga Lun lainnya dan yang mengetahui hal itu hanya sang nenek dan kakek Lun Xiao. Disamping itu sand adik LunGon yang telah menyimpan dendam terhadap BaiZhu juga mengharapkan agar dia yang akan menghakimi BaiZhu nantinya, sementara itu disisi pertarungan terlihat PingYu/YoLun mulai mengerahkan teknik utnuk melumpuhkan lawan,...


"Cahaya Rembulan"


Whhuuunnggg...


"Jari Dewa Petir"


Hiiiyyaaaaa...


Whhhuuuzzz...


Zzhheeebbb...


Gerakan BaiZhu yang sudah melambat karena mulai kehabisan stamina tiba-tiba terbungkus oleh sebuah kabut putih yang terdapat puluhan jarum-jarum petir yang mengitari kabut putih tersebut,..


"Lepaskan...! j@l4ng kerdil... bangsaaaattt...! Aahhkkk... lepaskan...! Aarrggkkhh...!", teriak BaiZhu yang mendapat serangan puluhan jarum-jarum petir disekujur tubuhnya yang sedang terbungkus oleh kabut putih buatan PingYu/YoLun.


"Hmm... berteriaklah semaumu tua bangka...! sampai stamina dan energi spiritualmu habis...! kau tidak akan bisa melepaskan diri dari kurungan kabut pengikat milikku... hehehe...!", kata PingYu/YoLun.


"Lepaskan... mari kita bertarung...!", katanya lagi.


Plaaakkk... plaaakkk...


Tiba-tiba dua tamparan keras mendarat di kedua pipi BaiZhu dari sebuah tangan halus milik si 'Pendekar Selendang Maut',...


"Masih banyak bicara kamu Zhu...?", kata suara yang melayangkan dua tamparan itu.


"YuWen... ka... kamu... aahhh...", kata BaiZhu terperangah melihat orang yang menampar dan barusan menyapanya.


"Hmm... sudah lama aku mencarimu untuk menyelesaikan masalah kita...! hutang nyawa harus kau bayar dengan nyawamu juga...!", kata nenek Shin YuWen, kemudian,...


Bhhuuukkk... Kraaakkk...


"Ini untuk anakku ShinYu... yang mati akibat ulahmu...!", kata nenek Shin YuWen yang memukul pangkal lengan kanan BaiZhu sampai patah dan tergantung lemas dari pundaknya.


Dheeezzz... Kraaakkk...


"Ini untuk ayah dan ibuku yang dibunuh oleh anggota suruhanmu...!", nenek Shin YuWen melanjutkan dengan menendang paha sebelah kiri sampai tulang pahanya patah dan hancur.


Aahhkk... hooeekkhh... Aahhh...


"Dan ini untuk semua anggota keluargaku yang tewas karenamu...!", kata nenek Shin YuWen yang masih melanjutkan dengan mematahkan telapak tangan kiri BaiZhu.


Kraaakkk...


Aaahhkkk...


"Hahh... hahh... ampuni aku YuWen...! bagaimanapun aku masih mencintaimu...! hu... hu... hu... maafkan aku...!", kata BaiZhu tersedu-sedu, dan semua anggota keluarga yang sudah berkumpul mengelilingi BaiZhu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh siJubah Merah tersebut.


"Apakah wujud cintamu kepadaku itu dengan cara membunuh anggota keluargaku Zhu...? ayah dan ibuku, anakku dan saudara-saudaraku...! kenapa kau bunuh...!!! hahh... kenapa...!!!", nenek YuWen yang dalam keadaan emosi tinggi sampai mengeluarkan air mata mengenang kedua orangtuanya tewas terbunuh karena disuruh oleh BaiZhu, hal itu terjadi karena kedua orangtua Shin YuWen menolak lamaran BaiZhu kepadanya, nenek Shin YuWen saat itu lebih memilih menikahi kekasihnya Lun Xiao daripada BaiZhu yang waktu itu memang terkenal seorang anak manja dan sering mempermainkan banyak perempuan hanya karena dia anak orang kaya dan terpandang didaratan timur.


BaiZhu sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia terdiam dan menyesal semua yang telah dilakukannya,...


"Maafkan aku YuWen... bunuhlah aku...! jangan siksa aku lagi... ahh... bunuhlah aku...!!!", teriak BaiZhu memohon.


"Kamu memang pantas menerima penyiksaan ini tua bangka...!!!", suara LunPing yang terlihat sangat marah.


"Hutangmu harus kaubayar lunas bangsaaaattt...!!!", teriak LunGon yang matanya sudah memerah menahan gejolak emosi kemarahan dari dalam hatinya.


Dan secara bersamaan ayah dan anak itu mengirim pukulan spiritual mereka kearah tubuh BaiZhu yang sedang terikat kabut putih buatan PingYu/YoLun,...


Whhuuttt...


Whhuunngg...


Dhhuuaarr... Bhhooommm...


Seketika tubuh BaiZhu meledak hancur berkeping-keping dan potongan-otongan tubuhnya berhamburan diatas tanah, semua orang yang melihat kejadian tersebut hanya menjadi maklum karena mereka juga sudah mendengar perbuatan BaiZhu terhadap anggota keluarga Lun selama 15 tahun terakhir ini. Kemudian YoLang mengambil alih situasi dengan mengatakan untuk mengurus semua anggota matahari merah yang tewas untuk dikuburkan serta membersihan area pelabuhan itu yang telah porak-poranda karena pertempuran mereka, juga tak lupa menyisir semua harta milik BaiZhu dari setiap gudang dan gedung kediaman disekitar kediaman utama dan terakhir mengambil semua harta yang berada digudang bawah tanah dalam kediaman utama BaiZhu. Mereka juga menemukan 20 orang wanita cantik yang dijadikan budak pemuas nafsu oleh BaiZhu dan pembantu-pembantunya, juga puluhan tawanan dipenjara bawah tanah.