
Pelatihan phisik kakak Lun dihari pertama berlangsung sampai malam hari, mulai dari kawasan berumput terus kepepohonan pinggir hutan dan terakhir ketepi danau untuk melatih ketahanan tubuh kakak Lun dengan bermeditasi dalam air. Mulai dengan 10 menit, 20, 30 dan seterusnya sampai 1 jam kakak Lun melakukan latihan meditasi dalam air dengan jedah waktu 10 menit untuk menstabilkan denyut jantung dan aliran darah
dalam tubuh, dan tahap akhir sesi hari pertama latihan YoLang mencoba untuk melihat sampai berapa lama kakak Lun bertahan didalam air untuk itu dia ikut menyelam menemani kakaknya bersemedi sambil berjaga-jaga.
1 jam berlalu kakak Lun terlihat masih kokoh dan bertahan, 75 menit masih kuat, 90 menit mulai terlihat gelembung air keluar dari sudut bibirnya, 100 menit gelembung air semakin banyak dan wajah kakak Lun mulai berubah tapi dia masih bertahan semampunya dan memasuki waktu 2 jam, YoLang melihat kakaknya sudah goyah dan tak bisa bertahan hanya tekad dan semangatnya yang mendorong untuk tetap melanjutkan, tapi YoLang tidak mau mengambil resiko dan langsung memeluk tubuh sang kakak dan menutup mulut sang kakak dengan mulutnya dan mengirimkan energi spiritualnya melalui saluran pernapasan keseluruh organ vital terutama otak, jantung dan paru-paru jika terlambat akan merusak organ-organ vital tersebut serta jaringan sarafnya yang berada didalam tubuh sang kakak kemudian YoLang membawanya keatas permukaan air danau, mendudukkan tubuh yang digendongnya keatas permukaan tanah kemudian menempelkan kedua telapak tangannya didepan dada untuk menyalurkan energi dan membantu pemulihan tubuh sang kakak yang terlihat sudah pingsan.
Proses pemulihan sudah berlangsung 10 menit dan belum ada tanda-tanda kesadaran dari kakak Lun-nya, YoLang kembali mendorong energi dalamnya ke tubuh sang kakak dan terlihat dari kedua telapak tangannya yang menempel didada kakak Lun mengeluarkan asap putih, tanda ada hawa murni yang banyak memasuki tubuh sang kakak.
Hhoooeeekkkk...
Uuhhuuukkkk... uhhuukkk...
Haahhh... uuhhh... haahh...
Beberapa saat kemudian kakak Lun mengeluarkan air yang cukup banyak dari mulutnya sambil terbatuk-batuk, dan menarik napas berkali-kali.
"Ahhh... kakak membuat aku kuatir... kalau sudah tidak kuat berhenti saja...", kata YoLang kemudian menarik kedua tangannya dari depan dada sang kakak kemudian beralih memegang kepala sang kakak dan menarik kedalam pelukannya dan membelainya.
"Latihan berikut... kalau sudah tidak kuat... kakak bilang... atau berhenti... karena aku tidak mau kakak kenapa-kenapa...!", kata YoLang yang masih kuatir keadaan kakaknya yang terlihat masih lemas.
"I... iya... kakak minta maaf... tapi tadi kakak masih merasa kuat... tapi tiba-tiba kekuatan kakak menghilang... hanya karena kakak mengingat ayah dan ibu kakak...!", kata kakak Lun yang erat memeluk tubuh sang adik.
"Hmmm... ayo kita kembali... ganti pakaian diwisma saja...!", ajak YoLang karena mereka berdua dalam keadaan basah setelah dari dalam danau.
Whuuuzzz... whuuuzzz...
Seketika keduanya sudah berada di Wisma didalam kamar YoLang dalam keadaan basah kuyup dan kakak Lun yang masih lemas berada dalam gendongan adiknya, kemudian masing-masing berganti pakaian yang bersih dan duduk bersila saling berhadapan dan YoLang mulai menjelaskan beberapa teknik meditasi yang mudah untuk dilakukan, tapi sebelumnya dia telah mentransfer pengetahuan tentang meditasi/kultivasi serta pengetahuan tentang kekuatan energi alam atau energi hawa murni untuk dipelajari dan dipahami kakak Lun-nya.
"Kakak sudah paham...?", kata YoLang.
"Sudah... tapi kakak haus... kakak buatan teh hangat dulu...! bagaimana...?", kata kakak Lun-nya sambil memainkan teknik senyumannya dihadapan YoLang.
"Aiihhh... kakak... sudah cepat sana buatkan juga untukku kak...", kata YoLang yang merasa senang melihat senyuman kakak Lun-nya terutama lesung dipipinya dan hal itu sudah diketahui sang kakak.
"Hehehe... tunggulah disini... kakak kedapur dulu... menjalan tugas sebagai pelayaan tuan muda pendiri desa ini... hehehe...", kata kakak Lun terkekeh menggoda sang adik kemudian menuju dapur.
Lima menit kemudian kakak Lun masuk kekamar sambil membawa sepoci teh hijau hangat dan 2 cawan, dan berdua mereka minum teh hangat sambil berbincang ringan. Setelah selesai minum teh YoLang kembali mulai mengarahkan sang kakak untuk mulai mencoba teknik meditasi sederhana yang diajarkan YoLang, dan sementara kakak Lun melakukan meditasi disisi lain YoLang mulai berpikir mencari ide untuk melengkapi sang kakak serta apa saja yang akan dia lakukan agar kakak Lun-nya lebih kuat dan dapat ikut mendampinginya melakukan petualangan atau melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan langit di masa depan, disamping Mayang selain seorang pilihan Langit juga yang sudah jelas dikatakan oleh guru-gurunya sebagai calon istrinya dan adiknya LoryMei yang juga sebagai pilihan langit yang akan membantu YoLang.
"Teknik Busur yang bagus... 'Dewi Peri' yang lama telah menghilang tidak ada yang tahu... apakah masih hidup atau ikut tewas dalam pembantaian 1 juta yang lalu... Dewa/Dewi Peri yang baru belum ada...", pikiran YoLang berputar mencerna pengetahuan tentang Alam Surgawi yang terisi dikepalanya dari pemberian guru-guru Dewanya. Kemudian YoLang mendekat kearah sosok yang sedang fokus bermeditasi didepannya kemudian berbisik perlahan didekat telinga sosok itu,...
"Kakak... lanjutkan meditasinya... aku keluar sebentar", katanya kemudian mengecup pipi sang kakak ditempat dimana lesung itu sering terlihat dan,...
Whuuuzzz...
Menghilangnya YoLang, sosok itu membuka matanya yang terlihat tersenyum senang, "Dasar bocah nakal... hmmm... tapi aku suka anak itu...mmm...hahhh...", gumam sosok itu kemudian menutup matanya kembali dan melanjutkan meditasinya yang terganggu.
YoLang sudah berada didalam dunia jiwanya dan mulai mengumpulkan bahan-bahan yang dia perlukan untuk membuat beberapa senjata busur, dan dia telah menetapkan hati untuk memberikan kekuatan elemen petir kepada kakak Lun-nya karena dia beralasan bahwa selama masa pertumbuhan kakak Lun dia juga sedang dalam masa pemantapan kekuatannya yang tempatnya pasti tidak menetap disalah satu alam, apakah di alam fana, alam tinggi, alam dewa atau alam surgawi yang adalah 4 alam yang ada disemesta ini, sehingga dia tidak akan khawatir jika meninggalkan kakak Lun-nya jika suatu saat akan menerima kesengsaraan petir karena dengan elemen petir miliknya dia dapat menahan serangan petir pembaptisan bahkan bisa menyerap kekuatan petir itu menjadi energi kekuatan didalam tubuhnya.
Setelah bahan telah terkumpul YoLang mulai membuat senjata busur dengan campuran dua sampai tiga jenis serta mengisi senjata ciptaannya dengan kekuatan elemen petir didalamnya. Tungku Hua sudah didepannya dan terlihat api surgawi sementara memanggang bagian bawah tungku tersebut, 5 menit kemudian tungku mulai berwarna merah dan bahan terkeras pertama dimasukan setelah bahan itu terlihat mulai mencair dia susulkan bahan-bahan selanjutnya dan tak lupa dalam proses bercampurnya cairan bahan itu dia senantiasa menembakkan elemen petirnya kedalam cairan bahan senjata tersebut. YoLang mulai membentuk cairan itu menjadi sebuah senjata busur karena bentuknya yang unik selama proses pembentukan dia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan membuat senjata pedang, mulai terlihat sebatang busur tembus pandang seperti bahannya, bercahaya terang mengeluarkan aura petir karena batang busur dikelilingi puluhan petir-petir kecil, demikian juga dalam batang busur yang transparan ratusan petir saling menyambar. Senjata itu mendengung keluar perlahan melayang-layang seperti menari diatas tungku dan kemudian,...
Jeedddeeeerrrrrrr.....
Bhhoooommmm......
Akibat sambaran petir terjadi ledakan hebat entah dari mana datangnya padahal YoLang berada didalam dunia jiwanya, dan YoLang terlempar sampai 100 meter dari tempat dia membuat senjata demikian juga dengan tungkunya terlempar jauh dari posisi semula.
"Ahhh... Busur Ilahi... hahaha... hari keberuntungan kembali... Hmmm...hadiah buat kakak Lun-ku yang cantik si 'Putri Utara'... mmm... namanya...? en...'Asmara Intan Petir'... nama Busur yang bagus sesuai dengan imajinasiku...", gumam YoLang dalam hati sambil memegang senjata Busur tingkat Ilahi ciptaanya.
Senjata busur itu menjadi transparan karena bahan utamanya adalah batu intan, dengan campuran baja karbon ditambah biji besi putih dengan komposisi batu intan yang terbanyak, sehingga hasilnya tekstur batu intan menjadi dominan. Tapi YoLang bertanya-tanya dari mana asal petir yang tadi menyambar senjata dan dirinya sehingga membuat ledakan besar, tidak mungkin ada petir dalam dunia jiwanya, kalaupun dia tahu pasti dia akan menyerap kekuatan petir itu menjadi energi kekuatannya dan dapat menaikan tingkat kekuatannya 1 tahap lagi. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat lagi beberapa busur untuk dipakai kakak Lun berlatih atau berpetualang nantinya, tapi tiba-tiba dia mendegar kiriman suara dari orang yang tidak dikenalnya...
"Tidak ada yang tidak mungkin untukku anak muda...? hahaha... 'Bocah Pilihan' para bocah ternyata seorang Brandalan... Hei...! Bocah Brandal...! keluarkan 2 senjata ilahimu Aku akan mengukuhkan keduanya,.. cepat...!"
YoLang terkejut tapi mendapat tekanan spiritual dari suara itu dia menuruti apa kata suara bertekanan spiritual itu. Kemudian mengeluarkan kedua pedang tingkat ilahi yang dibuat sebelumnya yaitu 'Pedang Intan Naga Es' dan 'Pedang Amukan Phoenix Api' dan ketika kotak penyimpanan dia buka kedua senjata Ilahi tersebut langsung melayang keatas langit dunia jiwanya kemudian,...
Jeeddeeeerrrrr.....
Jeeddeeeerrrrr.....
Kemudian kedua pedang ilahi tersebut kembali kedalam kotak penyimpanan dan kotaknya tertutup sendiri seperti ada sosok yang tidak terlihat melakukan hal tersebut.
"Terimalah ini"
Seberkas cahaya putih turun dari langit dan masuk kedalam kepala YoLang dan dia melihat rangkaian kata-kata bercahaya putih yang berjalan didalam kepalanya dan bertuliskan 'Tabib Ilahi' - 'Master Alkemis Ilahi' - 'Master Penempa Ilahi' - 'Master Formasi Ilahi' - 'Bocah Brandal' serta banyak tulisan-tulisan yang menjelaskan apa artinya, kenapa dia mendapat gelar-gelar tersebut dan beberapa pengetahuan yang berhubungan dengan tugas dari langit untuknya, dan ada satu hal yang membuat dia senang dengan pengetahuan sebagai Tabib Ilahi.
"Dan Hadiah ini"
Wwhhhuuuussssss....
Kembali cahaya putih melesat dari langit tapi tidak memasuki tubuhnya melainkan kearah kebun herbalnya dan cahaya putih itu membungkus kawasan tersebut kemudian cahaya itu berganti arah menuju dibeberapa tempat dalam dunia jiwanya dan membungkus juga tempat tersebut sehingga membuat dunia jiwanya menjadi silau karena banyak cahaya dari langit turun. YoLang hanya bisa menutup matanya karena tidak bisa lagi melihat isi dunia jiwanya dan membuka mata setelah merasa tidak ada lagi cahaya yang turun dari langit.
"Siapkan dirimu masuk ranah Surgawi"
YoLang sadar suara spiritual yang menekannya adalah seorang Dewa, makanya dia hanya mengikuti apa yang dikatakan suara itu. Dan dia menyiapkan tubuhnya dari segala kemungkinan karena disuruh bersiap saja.
Sshhuuuuuttttt.....
Cahaya putih kembali masuk ketubuhnya dan,...
Bhuuuuummmmm.......
Dewa Spiritual Perak tahap-9
Segera YoLang menstabilkan energinya yang terlihat kacau karena tiba tiba mengalami peningkatan kekuatan.
"Siapkan dirimu dan terima petir Dewa"
Kembali YoLang dibuat terkejut mendengar nama petir Pembaptisan kekuatan Ranah Alam Tinggi, dan dengan cepat menyelimuti tubuhnya dengan kekuatan energi spiritual dibantu dengan mengaktifkan kalung pelindung dilehernya dan bersiap untuk menyerap energi petir yang sangat langka ini.
JJDDEEEEERRRRR.....
"Aakkkhhhh... Uuhhh...",
"Akhh... Kenapa langsung kuat sekali...? Uuhhh... Haahhh... untung masih kuat..." gumamnya dalam hati karena langsung mendapat petir Dewa terkuat.
"Siapkan dirimu dan terima petir Surgawi"
"Hahhh... Oh... mampus aku kali ini",
Terkejut YoLang mendengar nama petir karena itu adalah pembaptisan ranah Dewa padahal baru beberapa menit yang lalu dia melampaui puncak ranah Dewa dan langsung dibaptis.
JJDDEEEEERRRRR.....
"Hooeeeekkkhhh... Aakkkhhhh...
YoLang mulai goyah kedarannya mulai tidak bisa dia kontrol, dia pasrah tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang menuju pingsan dan sebelum pingsan dia masih sempat mendengar,...
"Terima ini"
Ssshhuuuuuttttt.....
Seketika YoLang tersadar dan merasakan tubuhnya dalam kondisi puncak, stamina dan energi kekuatan serta luka-luka yan dialaminya saat mendapat petir Surgawi hilang seketika, dan dia masih mendengar suara dari Langit itu...
"Periksa Kamar Suci di-Istanamu"
"Baik Dewa Guru...Murid akan melaksanakan perkataan Dewa Guru...!",YoLang mulai membalas perkataan suara Langit itu.
"Bocah Brandal percepat latihanmu...! tugasmu sudah menunggu... jangan kecewakan Aku 'siBocah Tua' dan Ingat...! jangan beritahu kepada Para Bocah itu kalau Aku sudah menemuimu... biarkan mereka bekerja dan minta apa yang kamu mau... karena itu Perintahku kepada mereka...!"
YoLang hanya mendengar dan duduk berlutut dan kepala mengarah keLangit.
"Tugas tambahan untukmu... yaitu untuk membuat pendamping pertamamu... si-Pemilik Busur Ilahi ini untuk bertambah kuat dan seimbang denganmu... dan segera serahkan Pedang Intan Naga Es kepada pendamping keduamu juga Pedang Amukan Phoenix Api kepada adikmu... untuk membiasakan mereka berlatih dengan senjata terkuat mereka...!"
"Semua yang kaubutuhkan sudah berada dikamar suci Istanamu...!"
"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku karena Aku adalah Penguasa... 'siBocah Tua'...!"
"Kita akan segera bertemu kembali... jaga dirimu Bocah Brandal... Aku pergi'...!"
Kemudian YoLang mulai mencerna siapa pemilik suara yang disertai tekanan energi spiritual yang besar.