
Berbagai fasilitas telah dipersiapan PiYo untuk putranya YoLang, ruang belajar membaca, menulis, ilmu sastra, dan berbagai ketrampilan seni (lukis, musik dan memahat) dan semua gurunya adalah anggota keluarga dekat yang memiliki kemampuan dibidang tersebut. Sudah setahun YoLang mulai belajar dan karena kecerdasannya dia dapat mencerna semua ilmu yang diberikan dengan cepat, diusianya yang sekarang 5 tahun YoLang sudah mulai diajarkan dasar-dasar bermeditasi dan beberapa teknik dasar untuk penguatan tubuh, tulang dan otot. Latihan dasar kekuatan phisik dari kakek buyutnya Surapong, berlari keliling lapangan sebanyak 2 putaran, mengangkat beban seberat 1 Kg sampai 2 Kg serta berenang mengitari kolam sebanyak 2 putaran. Rutinitas latihan tersebut dijalani YoLang mulai pagi hari dan dilanjutkan lagi pada sore hari, sedangkan siang hari dia belajar dalam ruangan khusus dengan membaca berbagai pengetahuan.
Malam hari selesai makan YoLang langsung menuju kamar tidurnya untuk beristirahat, walaupun baru berusia 5 tahun tapi dia telah memiliki kamar sendiri dan tidak lagi tidur bersama ayah dan ibunya. YoLang tidak ingin mengganggu ritual malam kedua orangtuanya, sebagaimana yang dia pelajari.
(kecil kecil tapi sudah mengerti ritual segala, memang anak yang pengertian dan berbakti pada orangtuanya 😉).
Menjelang tidur YoLang selalu melakukan meditasi walaupun dalam tahap belajar, namun oleh kakek buyutnya dia dianjurkan untuk melakukannya berulang-ulang sampai dia bisa merasakan adanya energi hawa murni (energi alam Langit dan Bumi) disekitarnya walaupun belum bisa menyerapnya. Dalam khusuk meditasinya YoLang merasakan ada sebuah getaran energi yang sangat besar sedang menghampiri dirinya, karena terkejut dia terjatuh dan membuka matanya,...
"Ahhh...", teriaknya sambil menutup matanya dengan punggung telapak tangan.
Dihadapannya kini duduk bersila sosok pria paruh baya yang seumuran dengan kakeknya, seluruh tubuhnya memancarkan sinar putih yang menyilaukan mata...
"Apa ini...! Uhhh...!", kata YoLang yang masih kaget dengan situasi yang tiba-tiba itu.
Sosok pria bercahaya didepannya terlihat tersenyum kemudian...
"Putra Terpilih...! akhirnya kita bertemu nak...! 1 juta tahun kami menunggumu... jangan takut dan kembalilah duduk dengan baik...", kata sosok pria tersebut dengan suara bergema.
YoLang kembali duduk bersila sama seperti sosok didepannya, dan perlahan cahaya putih didepannya meredup dan terlihat dengan jelas seorang pria paruh baya yang terlihat sisa-sisa ketampanannya waktu muda, memakai pakaian panjang terbungkus oleh jubah putih mengkilap seperti manik-manik...
"Kakek siapa...? masuk seperti pencuri...! bikin kaget saja... lihat meditasiku terganggu...!", kata YoLang yang terlihat kesal.
"Pelan-pelan kakek...! jangan berisik... dan kakek belum menjawab pertanyaanku... juga apa maksud kedatangan kakek yang seperti ini...? kakek mengharapkan apa dariku...?", kata YoLang dengan gayanya yang masih bocah itu.
"Aku suka...! aku senang...! hahaha...",
"Baiklah.... dengarkan aku dengan baik nak...! aku adalah Dewa Cahaya... siBocah Tampan dan akulah yang pertama memilihmu...! dan ketika itu kau masih berada didalam kandungan ibumu... tapi...! walaupun kamu masih dalam bentuk janin...? dengan kekuatanku aku sudah bisa melihat... siapa kamu sebenarnya dan bagaimana masa depanmu...! karena aku adalah Dewa Cahaya... siBocah Tampan... hehehe...", kata sosok pria tersebut.
Dengan serius YoLang mulai mendengarkan perkataan sosok pria paruh baya dihadapannya itu yang mengaku sebagai Dewa Cahaya, walau masih kanak-kanak tapi dia sudah belajar dan mengerti apa, siapa dan bagaimana Dewa itu...
"Pertama...! aku telah bertemu dengan ayahmu sebelumnya dan memberitahukan kepadanya... siapa kamu sebenarnya... dan sekarang aku datang kembali berkunjung untuk menjelaskan latar belakang kenapa kamu yang terpilih...!", kata Dewa Cahaya mulai berkisah.
"Bermula... ketika terjadinya kekacauan yang sangat besar dialam semesta ini pada 1 juta tahun yang lalu... keserakahan, iri hati, kesombongan dan angkara murka menguasai banyak makhluk hidup... karena saat itu tidak ada batasan kekuatan diseluruh alam semesta ini... semua berlomba-lomba menjadi yang terkuat... dan ratusan ribu dari mereka bahkan melebihi kekuatan para Dewa... sehingga membuat keseimbangan diAlam Semesta goyah... dan terjadilah pemusnahan makhluk hidup mulai dari Hewan, Manusia, Peri dan Dewa dalam perang dan pembantaian yang dilakukan oleh mereka yang telah dipenuhi dengan keserakahan dan niat ingin menguasai...", kata Dewa Cahaya melanjutkan kisahnya.
"Didalam siklus kehidupan manusia kami mengetahui bahwa setiap periode 1 juta tahun sekali akan lahir seorang anak manusia yang akan menjadi pilihan kami para 'Dewa Penguasa'... dia akan menjadi seorang pemimpin yang akan menjaga dan membawa alam semesta ini dalam kedamaian dan keseimbangan, berbeda dengan Alam Surgawi siklus itu terjadi setiap 1.000 tahun sekali untuk menjadi Dewa sejati...", kata Dewa Cahaya menjelaskan.
"Maafkan aku kakek Dewa...! saya sudah berlaku tidak sopan sebelumnya...!", kata YoLang dengan penuh hormat.
"Ahh... anak baik... anak baik...! sangat pantas menjadi pilihan langit...! nak... tugasmu sangat berat... makanya kamu akan kami persiapkan sejak dini... dan untuk mengawalinya aku akan bertanya...! maukah kamu menjadi muridku...?", kata Dewa Cahaya siBocah Tampan.