Terjerat Cinta Bodyguard Tampan

Terjerat Cinta Bodyguard Tampan
Malam pertama atau bukan??


Raisa masih berdiri di depan cermin kamar mandi. Memperhatikan lagi penampilannya malam ini. Dress satin tipis berwarna moka itu telah membungkus tubuhnya yang masih indah meski perutnya membuncit. Rambutnya yang di gerai di biarkan separuh ke depan. Bibirnya yang menjadi incaran Adam itu di lapisi dengan lip gloss yang membuat bibir Raisa mengkilap lebih menggoda untuk di cium.


Tak lupa juga Raisa menyemprotkan parfum miliknya yang di sukai Adam. Menyempurnakan penampilannya untuk Adam malam ini.


Tapi sekarang, setelah semuanya sudah siap, Raisa justru merasa gugup. Dia sendiri yang sejak kemarin berniat melayani suaminya, tapi sekarang dia sendiri yang seperti tidak siap.


Mengingat apa yang di lakukan Adam saat memandikannya beberapa hari yang lalu, membuat Raisa sudah berdebar hebat.


Meski rasanya begitu memabukkan, tapi Raisa masih belum bisa mengendalikan dirinya yang tiba-tiba kaku saat Adam mulai menyentuhnya.


"Sayang??"


"Kamu ngapain di dalam kok lama banget?? Kamu nggak papa kan??" Suara Adam terdengar dangat khawatir.


"Iya Mas, sebentar"


Raisa kembali merapihkan rambutnya sebentar. Merapihkan lip glossnya kembali sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar.


"Huuhhhh.. ayo Sa, ini ladang pahala mu" Raisa membuang nafasnya lalu membuka pintu kamar mandi.


Cklek...


"Mas??" Panggil Raisa karena sekarang Adam berdiri membelakanginya.


Mata Adam benar-benar tidak bisa mengendalikan matanya yang langsung melotot saat melihat penampilan istrinya.


Wanita tercantik di dunia menurutnya, namun malam ini Raisa berkali-kali lipat lebih cantik.


Raisa yang mendapat tatapan seperti itu dari Adam tentu saja kembali gugup setengah mati.


"Sayang??"


Adam mulai melangkah semakin mendekat pada Raisa. Tentu saja dia tau apa maksud istrinya berdandan seperti itu. Dan itu ternyata berhasil menyenangkan hatinya.


Di raihnya tangan Raisa yang sejak tadi saling bertautan karena kegugupan wanita itu.


"Kamu cantik banget malam ini sayang"


Adam berhasil membuat Raisa tersipu malu dengan pujian kecilnya.


Adam menarik tangan Raisa dengan lembut hingga kini tangan Adam sudah berpindah pada pinggang Raisa.


Raisa mendongak menatap wajah Adam yang menurutnya terlalu tiggi itu. Menangkap binar mata yang tak biasa dari suaminya.


"Kamu udah siap yank??" Adam membelai pipi Raisa dengan lembut sampai Raisa memejamkan matanya.


Sekarang, mundur pun tak akan bisa bagi Raisa. Akhirnya dia membuang semua rasa malu dan gugupnya demi membahagiakan suaminya.


"Ica milik Mas sepenuhnya" Raisa kembali menatap suaminya yang kini tersenyum tipis namun matanya sudah sayu.


Hap...


Adam langsung menggendong Raisa menuju Rajang, tangan Raisa juga langsung memeluk leher Adam dengan sendirinya. Meski keduanya tak melepaskan tatapan penuh cinta dari keduanya.


Adam menurunkan Raisa di ranjangnya, lalu duduk di hadapan Raisa. Matanya belum lepas mengagumi kecantikan istrinya.


Tangan Adam kembali bergerak, kali ini tak cukup membelai wajah Raisa. Tangannya turun ke leher, pundak, bahu hingga turun ken lengan Raisa. Adam bisa merasakan kulit Raisa yang meremang karena sentuhannya itu.


"Boleh Mas mulai??"


Raisa tak menyahut, dia hanya mengangguk dengan senyum malunya.


Adam yang mendapat lampu hijau itu perlahan mendekatkan wajahnya. Mencium kening Raisa dengan begitu lembut.


"Malam ini, akan jadi malam pertama kita karena untuk pertama kalinya kita melakukannya secara sadar sepenuhnya" Suara Adam begitu rendah dan berbisik.


Cup...


"Mas akan pelan-pelan, nggak akan menyakiti kalian"


Kini bibir ranum Raisa yang mengkilap itu yang menjadi incarannya.


Cup...


Kedua bibir itu akhirnya bertemu. Sensasi lembut dan manis langsung menyambut Adam.


Benar dugaan Adam jika bibir itu akan terasa begitu nikmat.


Adam yang sudah beberapa kali merasakan manisnya bibir Raisa pun mulai memungutnya dengan lembut. Raisa yang tak mau mengecewakan Adam juga mulai mengimbangi permainan suaminya.


Keduanya saling bertukar slavia di dalam sana hingga tubuh keduanya yang semakin memanas dan menginginkan hal yang lebih dari itu.


Tangan Adam mulai bergerak sesuka hatinya. Yang semula tangan itu memeluk pinggang Raisa. Kini kembali naik meraih tengkuk istrinya untuk memperdalam c*umannya.


Decakan demi decakan terdengar di dalam ruangan itu. Menambah suasana menjadi semakin panas di antara mereka berdua.


Hingga Adam melepaskan tautan mereka karena melihat Raisa yang kesusahan mengatur nafasnya.


Dari jarak yang Adam berikan, dia bisa melihat wajah Raisa yang merah padam serta nafasnya yang berantakan, membuat Raisa terlihat semakin menggoda di mata Adam.


Adam beralih menatap pundak kanan Raisa yang hanya terhalang tali spaghetti dari dressnya itu.


Adam meriah tali kecil itu, lali menariknya hingga melewati baju dan menggantung begitu saja di lengan Raisa. Kini pundak dan bahu kanan Raisa benar-benar polos. Kulitnya yang putih bersih mampu mengundang Adam untuk semakin mendekat.


Cup....


Raisa berdesir hebat saat kecupan lembut dan basah itu mendarat sempurna di bahunya. Salah satu titik sensitif miliknya.


Kecupan-kecupan itu mulai naik ke leher sampai rahang Raisa, hingga berakhir di telinga Raisa.


"Ahhhhh...." Pekik Raisa tak tertahan.


Bibir Raisa yang masih terbuka itu langsung di sambar dengan cepat oleh Adam. Kini c*uman mereka berubah menuntut namun masih terkesan lembut.


Adam dengan hati-hati membimbing Raisa untuk berbaring di bawah kungkungannya.


Raisa sudah pasrah dengan apapun yang akan di lakukan Adam kepadanya. Cinta, jiwa dan raganya telah ia berikan untuk Adam.


Malam ini benar-benar menjadi malam penyatuan mereka untuk kedua kalinya, namun untuk yang pertama kalinya dengan cara yang sadar sepenuhnya.


Adam menyelimuti Raisa yang sudah tak berdaya karena kelelahan. Di kecupan kening istrinya itu dengan penuh cinta.


"Makasih sayang"


"Selamat tidur, Mas sangat mencintai mu"


Raisa mendengar sayup-sayup suara Adam itu, dan dia sudah tak mampu menyahut lagi, matanya sudah benar-benar berat dan ingin tertutup. Namun hatinya langsung menjawab dengan cepat.


"Aku juga mencintaimu Mas, sangat mencintaimu"


*


*


*


Gimana??? Siapa yang dari kemarin nungguin buka puasa?? Udah lunas ya???


Tapi maaf nggak bisa lebih hot lagi wkwkwkwk .......