
Dua puluh menit berlalu mobil yang dikendarai Mami Eve pun telah sampai di depan rumah bersamaan dengan mobil Kevin yang baru berhenti di belakang mobil Mami Eve.
"Kevin? Dia baru pulang?" Ucap Mami Eve menatap mobil Kevin dari kaca spion mobilnya. Pandangan Mami Eve pun beralih pada Queen yang masih terlihat lelap dalam tidurnya. Mami Eve pun memutuskan untuk turun dari dalam mobil dan menghampiri Kevin yang juga baru turun dari dalam mobilnya.
"Mami baru pulang?" Tanya Kevin saat Mami Eve sudah berada tepat di depannya.
Mami Eve mengangguk. "Kau juga baru pulang?" Tanyanya.
Kevin mengangguk sebagai jawaban. "Dimana Queen? Kenapa dia tidak keluar?" Tanya Kevin.
"Queen tertidur di dalam mobil. Mami tidak tega membangunkannya karena tidurnya begitu lelap." Jelas Mami Eve.
Kevin menghela nafas sesaat. "Mami masuklah lebih dulu." Ucap Kevin.
"Lalu bagaimana dengan Queen?" Tanya Mami Eve.
"Kevin akan membawanya masuk ke dalam rumah." Balas Kevin.
Mami Eve terdiam sesaat lalu mengangguk sebagai jawaban. "Hati-hati saat membawanya." Titah Mami Eve.
Kevin mengangguk sebagai jawaban. Setelah Mami Eve masuk ke dalam rumah Kevin pun berjalan menuju mobil Mami Eve lalu membuka pintu mobil.
"Apa dia begitu lelah?" Gumam Kevin menatap wajah lelap Queen. Tak ingin banyak berpikir Kevin pun dengan hati-hati mengangkat tubuh Queen agar tidak mengganggu tidur Queen.
"Kenapa badannya ringan sekali?" Gumam Kevin seraya berjalan masuk ke dalam rumah. Saat sudah berada di ruang tamu Kevin menghentikan langkahnya saat melihat Mami dan Papinya tengah duduk diam sambil menatap wajahnya dengan intens.
"Apa kau yakin bisa menggendongnya naik ke atas kamar?" Tanya Papi Niko pelan.
Kevin mengangguk tanpa bersuara.
"Pergilah." Ucap Papi Niko lagi.
"Apa Papi memikirkan apa yang sedang Mami pikirkan?" Tanya Mami Eve setelah kepergian Kevin.
Papi Niko mengangguk sebagai jawaban. "Biarkan Kevin memutuskan jalan apa yang terbaik untuk hidupnya sendiri." Ucap Papi Niko tak ingin ikut campur dengan kehidupan anaknya.
Mami Eve menghela nafas panjang lalu mengangguk sebagai jawaban. "Kalau begitu Mami naik ke kamar dulu." Ucap Mami Eve lalu bangkit dari duduknya.
Papi Niko pun ikut bangkit. "Sekalian saja. Papi juga ingin naik ke kamar." Balas Papi Niko.
*
"Kenapa aku sudah berada di dalam kamar?" Tanya Queen merasa bingung saat baru terjaga dari tidurnya. Pandangannya mengedar menatap ke sekeliling kamar untuk mencari keberadaan seseorang selain dirinya. Siapa lagi jika bukan Kevin suaminya.
Queen pun mengingat-ingat kejadian terakhir sebelum ia tertidur. "Bukankah tadi aku tidur di mobil Mami saat dalam perjalanan pulang?" Tanyanya lagi. "Lalu siapa yang membawaku masuk ke dalam kamar?" Queen semakin dibuat bingung dengan pemikirannya sendiri.
"Aku." Ucap seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Kevin?" Kedua mata Queen membola menatap Kevin yang baru keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya. Queen pun mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Kau bilang jika kau yang membawa aku masuk ke dalam kamar?" Tanya Queen memastikan kembali.
Kevin mengangguk lalu semakin berjalan mendekat ke arah ranjang. Menyadari apa yang Kevin lakukan membuat Queen reflek memundurkan tubuhnya.
"Ke-kev, apa yang kau lakukan?" Tanya Queen saat Kevin semakin mendekatkan tubuhnya padanya hingga Queen dapat mencium aroma khas sabun dari tubuh Kevin
***
Lanjut?
Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk hari seninš¤