Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Untuk apa dia datang?


Karena tidak ingin bertindak konyol seperti beberapa bulan yang lalu dengan menjadi mata-mata Queen, Kevin pun memutuskan untuk menyuruh salah satu anak buahnya yang menjadi mata-mata Queen dan mengabari padanya hal apa saja yang terjadi di tempat pertemuan Queen dan Mirza.


Sebuah pesan masuk yang berisikan video dari anak buahnya membuat Kevin dengan cepat membuka pesan yang anak buahnya kirimkan. Video berdurasi satu menit dua puluh detik itu berhasil memusatkan perhatian Kevin hingga tak berkedip sedikit pun.


"Mereka terlihat akrab sekali." Komentar Kevin setelah mematikan layar ponselnya. Hembusan nafasnya terdengar kasar saat menduga hal apa yang akan terjadi selanjutnya di antara Queen dan Mirza.


Kevin pun menyandarkan kembali punggungnya di sandaran kursi lalu menarik nafas panjang. "Dia bebas melakukan apa pun yang ingin dia lakukan begitu pun sebaliknya." Ucap Kevin mengingat perjanjian awal di antara mereka. "Yang terpenting saat ini dia menjaga anak kami dengan baik dan tidak membahayakannya." Lanjut Kevin kemudian.


Jam istirahat siang itu Kevin habiskan di dalam ruangan kerjanya sembari menunggu video dari orang suruhannya yang berisikan aktivitas Queen selama makan siang bersama Mirza. Walau sudah meyakinkan hatinya agar tidak terlalu perduli dengan apa yang Queen lakukan, namun tetap saja Kevin merasa penasaran dengan isi pembicaraan Queen dan Mirza selama mereka makan bersama siang ini.


*


"Tadi siang kau pergi makan siang bersama pria itu lagi?" Tanya Kevin saat ia dan Queen baru saja selesai menghabiskan makanan masing-masing.


Queen mengelap sisa makanan di sudut bibirnya lalu menatap Kevin. "Kak Mirza maksudmu?" Tanya Queen.


Kevin mengangguk sebagai jawaban.


"Ya. Aku pergi bersama Kak Mirza." Balas Queen apa adanya.


"Kau terlihat dekat dengannya." Pancing Kevin.


Queen tersenyum mendengarnya. "Aku sudah menganggap Kak Mirza sebagai Kakakku sendiri." Balas Queen.


"Bagitu pula dengannya?" Tanya Kevin.


Queen mengangguk. "Dia juga menganggapku sebagai adik." Jawabanya.


Kevin tersenyum miring mendengarnya. Ternyata kau salah menilai perasaan Mirza. Dia menganggapmu lebih dari itu. Ucap Kevin dalam hati.


Kevin menghembuskan nafas bebas di udara. "Besok malam aku tidak bisa ikut karena aku juga mendapatkan undangan makan malam dari rekan kerjaku yang berasal dari kota B." Balas Kevin.


"Yah sayang sekali..." ucap Queen tak bersemangat.


"Jika kau mau aku bisa menemanimu ke sana di hari berikutnya." Tawar Kevin.


"Sayangnya tidak bisa karena di hari berikutnya orang tua Kak Mirza akan kembali ke luar negeri." Jelas Queen.


"Lalu kau akan tetap pergi ke sana seorang diri?" Tanya Kevin.


Queen mengangguk membenarkan. "Ya seperti itulah." Balas Queen apa adanya.


Kevin terdiam lalu mengalihkan pandangannya ke arah samping. Seandainya ia tidak mendapatkan undangan dari rekan kerjanya ia akan bersemangat menemani Queen menghadiri undangan makana malam dari Mirza dan dapat melihat langsung tatapan Mirza pada istrinya.


"Oh ya, aku belum sempat menyampaikan kepadamu jika kemarin pagi Melody datang bertamu ke apartemen ini." Ucap Queen.


Pandangan Kevin seketika beralih pada Queen. "Melody datang ke sini?" Tanya Kevin dengan wajah terkejut. "Ada urusan apa dia datang ke sini?" Tanya Kevin lagi sebelum Queen menjawab pertanyaannya.


***


Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyašŸ¤—


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.