
Setelah terbuka, Afandi segera membuka pintunya dan masuk kedalam.
Afandi pun berjalan mendekati ranjang tempat tidur Nesia, setelah melihat orang yang duduk ditutupi selimut dan mungkin itu adalah Nesia.
Setelah sampai di samping Nesia, "Wanita memalukan ini... " ucap Afandi menatap wanita didepan nya.
Afandi pun segera membuka selimutnya dan mendapati Nesia menundukkan kepalanya yang bertumpu pada lututnya. Segera Afandi melepas headphone ditelinga Nesia.
Merasa ada yang aneh, Nesia segera melihat orang yang mengganggu nya. Dan tampak lah wajah dingin Afandi sambil memegang headphone miliknya.
Nesia pun terkejut dengan adanya Afandi di kamar nya, "Hey, pria menyebalkan ini, apa yang kau lakukan di kamarku!" ucap Nesia beranjak dari tempat tidurnya.
"Cepat keluar... " ucap Nesia membuka pintu kamarnya.
Melihat itu membuat Afandi kesal, "Dasar wanita memalukan ini," gumam Afandi.
"Kami sudah menunggu mu sangat lama, dan kau malah asik mendengarkan musik disini. Memang wanita memalukan... " ucap Afandi kesal.
"Buat apa kau menunggu ku, lagian aku tidak peduli." ucap Nesia malas.
"Hey, apa kau tidak malu berdiri disitu, menggunakan piyama seperti itu." ucap Afandi.
Nesia memang menyukai piyama kimono satin. Memakai itu membuatnya tidur nyaman, apalagi saat tidur ia mematikan AC, karena memang saat tidur ia tidak menyukai AC menyala.
Namun, kedatangan Afandi yang tiba-tiba, membuat nya lupa bahwa ia hanya memakai piyama tidur.
"A-apa... " ucap Nesia menatap dirinya dan segera berlari mengambil selimutnya segera menutup dirinya.
Melihat itu membuat Afandi tersenyum kikuk, Afandi memang jarang sekali tersenyum. Namun, ntah mengapa saat ini senyuman itu ada di wajahnya.
"Kau pasti sangat senang bukan, melihat keadaan ku tadi. " ucap Nesia sinis.
"Aku sama sekali tidak tertarik." ucap Afandi kembali ke mode dinginnya.
Mendengar itu membuat Nesia kesal, "Kenapa kau tidak menutup matamu? Dan kenapa kau seenaknya masuk ke kamarku tanpa izin, apalagi kau bukan suami, kakak, adik atau siapa lah... " ucap Nesia.
"Apa aku perlu izin?" tanya Afandi dingin.
"Tentu saja." ucap Nesia tak habis pikir dengan pria dihadapan nya ini.
"Aku calon suami mu, dan sekarang cepatlah bersiap mereka sudah menunggu sangat lama." ucap Afandi dingin.
"Itu tidak mungkin, sekarang keluar lah... " ucap Nesia malas.
"Menurutmu, apa pantas seorang pria yang bukan siapa-siapa, masuk kekamar seorang wanita tanpa izin?" ucap Afandi dingin.
Mendengar itu membuat Nesia terdiam.
"Hey, cepatlah. Apa perlu aku menggendong mu ke kamar mandi agar lebih cepat. " ucap Afandi.
Mendengar itu membuat Nesia kesal, "Aku akan mandi, jika kau keluar dari sini." ucap Nesia.
"Baiklah, aku akan menunggu di depan pintu, jika kau lama aku akan masuk kembali." ucap Afandi segera melangkahkan kakinya keluar.
"Pria menyebalkan ini... " ucap Nesia.
"Setelah beberapa saat...
Pintu kamar pun terbuka, tampaklah Nesia yang sudah rapi dan cantik dengan balutan gaun yang indah ditubuh nya.
"Kau sangat lama, sekarang ayo mereka sudah menunggu sangat lama." ucap Afandi dingin.
"Kau duluan saja, aku akan berjalan di belakang." ucap Nesia.
Melihat itu membuat Afandi bingung, ia pun segera menghampiri Nesia.
"Ada apa lagi?" tanya Afandi bingung sedangkan Nesia hanya diam saja.
"Aku tidak punya banyak waktu, kenapa kau tidak mengerti. Sekarang, ayo. " ucap Afandi langsung menarik tangan Nesia.
"Ha, lepas... " ucap Nesia mencoba melepaskan tangannya.
***
Melihat kedatangan Afandi dan Nesia, membuat Farhan, Rico, dan Dena bingung.
Afandi pun melepas tangan Nesia, saat dia dan Nesia sudah duduk.
"Wah, apa ini calon menantu mama? Dia sangat cantik." ucap Dena menatap Nesia.
Nesia pun menampakkan senyum nya, lalu berjalan menghampiri Farhan.
Nesia pun segera berlutut di hadapan Farhan. "Kek, maafin sikap Nesia tadi. Nesia sekarang tau, kakek ingin ada yang jagain Nesia. Makasih selalu ada buat Nesia dan terus jagain Nesia. Nesia terima perjodohan ini, tapi kakek janji jangan tinggalin Nesia." ucap Nesia menunduk.
Mendengar itu membuat Farhan tersenyum lega. "Kakek akan terus ada disamping kamu, sekarang bangunlah. Kakek ingin melihat senyum cucu kakek." ucap Farhan.
Nesia pun bangun dan tersenyum pada Farhan.
"Lihat, mereka nantinya akan menjadi mertua mu. Dan pria itu adalah calon suami mu." ucap Farhan menatap mereka.
Nesia pun segera menyalami Rico dan Dena.
"Saya Nesia om. " ucap Nesia mencium tangan Rico begitu juga dengan Dena.
"Kamu jangan panggil tante lagi ya, panggil mama aja. Kan sebentar lagi kalian akan menikah." ucap Dena tersenyum.
"Iya, ma. " jawab Nesia.
Nesia pun segera kembali ke tempat duduknya, yang berada di samping Afandi.
"Baiklah, kapan acara pernikahan nya akan dilaksanakan?" lanjut Rico.
"Tapi, waktu lalu kita putuskan satu minggu kedepan, dan itu hari yang baik." sahut Farhan.
"Wah, itu sebentar lagi. Nesia, jangan lupa ya sering-sering main kerumah mama." ucap Dena tersenyum menatap Nesia.
"Iya ma." jawab Nesia tersenyum.
.
.
.
.
____Bersambung_____
Next?.....
ikutin terus ya....
jangan lupa like and vote ny
see you....