Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Bukan pria yang sama


"Jadi Kak Mirza baru kembali dari luar negeri beberapa hari yang lalu?" Tanya Queen saat ia dan pria yang tadi berbincang dengannya telah masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Mirza mengangguk mengiyakan sambil berjalan mengikuti Queen ke arah sofa.


"Ayo silahkan duduk, Kak." Ucap Queen.


"Terimakasih." Ucap Mirza lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Queen.


"Kenapa Kakak tidak mengabariku jika sudah kembali ke negara ini?" Tanya Queen. Senyuman di wajahnya tak surut sedikit pun seolah kedatangan Mirza adalah kebahagiaan untuknya.


"Karena aku ingin memberikan kejutan untukmu. Namun bukannya memberikan kejutan justru aku yang merasa terkejut mendapat kejutan tak terduga tentang pernikahanmu." Ucap Mirza.


Senyuman di wajah Queen surut seketika. "Maaf, aku sampai lupa mengabari Kakak tentang pernikahanku." Sesal Queen.


"Tak masalah. Mungkin kau melupakan sosok Kakakmu ini karena terlalu sibuk mengurus pernikahanmu." Ucap Mirza.


"Bukan begitu, Kak." Queen merasa tidak enak.


"Namun bukan itu saja. Yang membuatku semakin terkejut adalah pria yang menikahimu." Ucap Mirza dengan wajah berubah serius.


Queen seketika tertunduk.


"Pria yang menikahimu bukanlah pria yang pernah kau kenalkan padaku waktu itu bukan?" Tanya Mirza mengingat pertemuannya dan Daniel beberapa tahun lalu.


"Ya. Pria yang menikahiku bukanlah Daniel." Balas Queen berusaha tetap tersenyum.


"Bagaimana bisa?" Mirza nampak begitu penasaran.


Queen membuang nafas bebas di udara. "Aku rasa untuk masalah ini bisa kita bicarakan lain waktu." Ucap Queen tak ingin mengungkapkan kejadian yang sebenarnya.


Mirza kembali mencoba tersenyum. Untuk saat ini ia tidak ingin memaksa Queen untuk berbicara melihat wajah Queen yang berubah muram setelah mendapatkan pertanyaan darinya. Walau saat ini masih ada beberapa pertanyaan lagi yang ingin ia tanyakan pada Queen namun Mirza mengurungkan niatnya untuk bertanya dan mencari waktu tepat untuk membahasnya dengan Queen.


"Baiklah. Bagaimana untuk menyambut kepulangan Kakak ke negara ini kita makan siang di cafe yang berada tidak jauh dari sini." Ucap Queen kemudian.


"Tawaran menarik. Lagi pula aku sudah sangat merindukan makan bersama denganmu." Balas Mirza.


Queen tersenyum mendengarnya. "Tapi aku harus meminta izin pada suamiku lebih dulu." Ucap Queen lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas sandangnya.


"Aku rasa aku akan meminta izin padanya nanti saja karena dia pasti belum sampai di perusahaannya setelah mengantarkanku tadi." Ucap Queen mengurungkan niatnya.


Mirza mengangguk saja dan memilih untuk diam beberapa saat.


"Apa Kakak sudah sarapan?" Tanya Queen.


"Sudah. Sebelum ke sini aku menyempatkan untuk sarapan lebih dulu." Jawab Mirza.


"Kakak memang tidak pernah berubah. Selalu makan tepat waktu dan tidak sama seperti diriku." Ucap Queen mengingat masa lalu mereka.


"Aku harus membiasakannya karena aku masih tetap ingin hidup sehat." Balas Mirza.


Queen tertawa kecil. "Sepertinya secangkir teh hangat sangat nikmat menemani obrolan kita saat ini." Ucap Queen.


"Tawaran menarik. Sepertinya aku memang membutuhkan minuman untuk melegakan tenggorokanku saat ini." Balas Mirza.


"Kalau begitu tunggu sebentar." Queen beranjak dari duduknya.


"Kau ingin kemana?" Tanya Mirza bingung.


"Aku akan membuatkan minuman untuk Kakak." Jawab Queen.


"Kenapa tidak meminta OB saja?" Tanya Mirza bingung.


"Membuat teh bukanlah hal yang sulit. Selagi bisa aku akan membuatnya sendiri tanpa meminta bantuan OB." Ucap Queen.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.