
Siapa dia? Batin Queen sambil menatap Mami Eve dan wanita asing yang baru pertama kali ia lihat.
"Ayo jalan." Ucap Kevin membuyarkan lamunan Queen.
Queen mengangguk lalu melanjutkan langkahnya. Mendengar suara langkah mendekat ke arah mereka membuat perhatian Mami Eve dan wanita yang sedang berbicara dengannya teralihkan.
"Queen, Kevin, kalian sudah kembali?" Tanya Mami Eve. Wajah Mami Eve terlihat canggung menatap pada Queen yang tak lepas memperhatikan wanita yang sedang bersama Mami Eve.
Queen mengangguk sebagi jawaban sedangkan Kevin hanya diam dengan wajah datarnya. Wanita yang berada di samping Mami Eve pun kini tak melepas pandangannya dari Queen yang juga tengah menatapnya.
Siapa wanita ini? Kenapa aku seperti pernah melihatnya? Queen kembali bertanya dalam hati.
Perhatian mereka pun kini teralihkan pada Papi Niko yang baru saja turun dari lantai atas. Melihat kedatangan Papi Niko, Queen pun segera meraih tangan Papi Niko dan menyalaminya.
"Kalian baru datang?" Tanya Papi Niko lembut.
Queen tersenyum canggung. "Sudah sejak satu jam yang lalu, Pi." Balas Queen.
Papi Niko mengangguk paham. Pandangannya kini berpusat pada Mami Eve yang nampak menatap takut padanya. "Ayo ke ruang makan Papi sudah lapar." Ajak Papi Niko.
Queen mengangguk begitu pun dengan Kevin.
"Ayo." Tangan kekar Kevin kini menggenggam erat tangan mungil Queen lalu membawanya pergi dari ruang tamu.
"Siapa wanita itu?" Tanya Queen seraya berjalan.
"Melody." Balas Kevin dengan singkat.
Deg
Melody? Ulang Queen dalam hati.
"Tidak perlu memikirkan kehadirannya." Ucap Kevin setelah mereka berada di meja makan.
Queen mengangguk saja lalu duduk di kursi yang bersebelahan dengan Kevin. Pandangannya kini nampak kosong memikirkan apa maksud kedatangan Melody yang sudah ia ketahui adalah tunangan dari Kevin.
Tak lama Mami Eve dan Melody pun datang dan bergabung bersama mereka.
"Hai Kevin, boleh aku duduk di sampingmu?" Tanya Melody lembut.
"Duduklah di depan." Balas Kevin sambil menatap datar Melody.
Melody tersenyum kecut lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Kevin. Suasana di meja makan pun mulai canggung sebab Melody kini terus menatap pada Kevin tanpa memperdulikan keberadaan Queen di samping Kevin.
"Ayo makan." Ucap Papi Niko.
Melody pun memutus tatapannya dari Kevin dan mulai mengambil makanan untuk dirinya. Sedangkan Queen memilih mengambil makanan dan lauk pauk untuk Kevin lalu mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
"Kau ingin makan apa?" Tanya Kevin melihat piring Queen belum terisi lauk pauk.
"Sepertinya aku ingin ikan bakar yang ada di depanmu." Ucap Queen pelan.
Kevin mengambil alih piring Queen lalu mengambilkan ikan bakar yang diinginkan Queen.
"Jangan seperti ini. Aku bisa mengambilnya sendiri." Ucap Queen merasa sungkan. Apa lagi saat ini Mami Eve, Papi Niko tak terkecuali Melody tengah menatap pergerakan mereka.
"Kau juga harus makan sayur." Ucap Kevin tanpa memperdulikan ucapan Queen lalu mengambil sayur untuk dimasukkan ke piring Queen.
Queen memilih diam dan membiarkan Kevin mengambilkan makanan untuknya. Di kursi yang berhadapan dengan Kevin, Melody nampak mengepalkan kedua tangannya erat di bawah meja makan. Hatinya benar-benar dibuat panas melihat perhatian Kevin yang terlihat begitu tulus pada Queen. Jauh berbeda jika Kevin makan bersama dengannya.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yukš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.