Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Dia tidak datang?


Saat sudah berada di dalam kamar Queen mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kevin yang tak terlihat oleh kedua matanya. "Kemana dia pergi? Apa dia tidak kembali ke kamar?" Tanya Queen. Untuk memastikan keberadaan Kevin, Queen pun berjalan ke arah kamar mandi karena mungkin saja suaminya itu berada di sana.


"Tidak ada." Ucapnya lalu menghembuskan nafas panjang. Queen pun sudah dapat menebak dimana keberadaan suaminya itu saat ini. Dimana lagi jika bukan di ruangn kerjanya. "Sudahlah, aku tidak ingin mengganggunya." Ucap Queen kemudian. Queen pun memilih mengistirahatkan tubuhnya sambil menunggu Kevin kembali ke dalam kamarnya.


Sedangkan di dalam ruangan kerjanya, Kevin terlihat menatap langit-langit ruangan kerjanya sambil menghembuskan nafas berulang kali. "Kenapa kau selalu saja berpikir jika kehadiranmu adalah kesalahan?" Gumam Kevin mengingat ucapan Queen beberapa saat yang lalu. Kevin pun menyandarkan tubuhnya lalu menatap ke arah layar laptopnya yang sedang menayangkan video pertemuan Queen dan Mirza tadi siang yang belum sempat ia lihat.


"Dia terlihat begitu mencintaimu dari caranya menatapmu." Komentar Kevin setelah video berakhir. "Jika dia memang jodoh yang terbaik untukmu nantinya maka aku dapat tenang untuk melepasmu karena kau bersama dengan pria yang tulus mencintaimu." Ucap Kevin pelan.


*


Di ruangan kerjanya siang itu Queen terlihat terus menatap ke arah pintu berharap seseorang yang sejak tadi ditunggunya mengetuknya dan masuk ke dalam ruangan kerjanya. Namun hingga setengah jam menunggu seseorang yang ia harapkan datang tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.


"Apa Kevin tidak datang membawa makan siang untukku hari ini?" Tanya Queen. Queen pun menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah setengah jam ia melewatkan makan siangnya hanya untuk menunggu kedatangan Kevin. Dan kini perutnya sudah mulai berbunyi meminta untuk diisi.


"Anak Mommy pasti sudah lapar." Ucap Queen seraya mengelus perutnya. "Sudahlah, sepertinya dia tidak akan datang." Ucapnya kemudian bangkit dari duduknya. "Lebih baik aku keluar dan mencari makan siang sendiri. Sudah sejak tadi aku mengabaikan anakku." Sesal Queen pada bayinya.


"Nona, anda ingin kemana?" Tanya Riri melihat Queen yang baru keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Aku ingin makan siang di luar. Apa kau ingin ikut?" Tawar Queen.


"Saya sudah makan, Nona." Balas Riri.


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu." Pamit Queen.


"Sepertinya tidak." Balas Queen apa adanya.


"Oh..." Riri mengangguk-angguk. "Kalau begitu hati-hati di jalan, Nona." Ucapnya kemudian.


Queen tersenyum lalu mengiyakan ucapan Riri. Setelahnya Queen pun kembali melangkah meninggalkan Riri yang tak melepaskan pandangan darinya.


"Tumben sekali Tuan Kevin tidak datang mengantarkan makan siang untuk Nona Queen." Gumam Riri bertanya-tanya. Tak ingin terlalu ikut campur dan banyak berpikir dengan urusan Queen, Riri pun memilih beranjak kembali menuju ruangan kerjanya.


Sedangkan Queen yang sudah berada di salah satu restoran favoritnya terlihat mengembangkan senyumannya membayangkan sebentar lagi ia akan memakan banyak makanan favoritnya jika datang ke restoran ini.


"Makan sendiri di tempat ini tidak masalah bukan?" Gumamnya menatap banyaknya orang yang makan di restoran bersama rekan kerjanya dan pasangannya masing-masing. Queen pun terus melangkah dan mengedarkan pandangannya mencari meja yang masih kosong untuk ia tempati. Seketika pandangan Queen pun terhenti pada dua sosok yang sangat ia kenali tengah makan bersama tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Kevin? Melody?" Ucap Queen dengan wajah terkejut tak percaya.


***


Vote dulu yuk baru lanjut🤗


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.