
"Agh, maaf." Ucap Queen setelah menyadari kesalahannya.
Kevin tersenyum tipis. "Tak masalah. Ayo duduk." Ajak Kevin.
Queen tersenyum kaku lalu menggeleng. "Duduklah lebih dulu. Aku ingin ke dapur sebentar." Ucap Queen.
Kevin mengangguk mengiyakan lalu duduk di sofa ruang tamu lebih dulu dan meletakkan martabak asin yang ia bawa di atas meja. Tak lama menunggu, Queen pun telah kembali dengan membawa secangkir teh hangat beserta piring di tangannya.
"Minumlah." Ucap Queen setelah meletakkan teh hangat di hadapan Kevin.
Kevin tertegun. Sejenak pandangan mereka pun berada hingga akhirnya Queen memutusnya lebih dulu. "Terimakasih." Balas Kevin.
Queen tersenyum lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Kevin. "Apa tak masalah jika aku memakan martabak ini sekarang?" Tanya Queen.
Kevin mengangguk. "Makanlah. Kau pasti sudah menunggunya sejak tadi." Balas Kevin.
"Kau benar. Aku sudah menunggunya sejak tadi." Balas Queen dengan jujur.
Kevin pun kembali diam dan memilih memperhatikan Queen yang kini tengah menyalin martabak asin ke dalam piring.
"Apa kau mau?" Queen mengangkat sendok yang sudah berisi potongan martabak ke arah Kevin.
Kevin menggeleng. "Makanlah." Balas Kevin.
Queen kembali tersenyum lalu mulai menyantap martabaknya dengan lahap tanpa merasa malu karena kini Kevin tengah menatapnya dengan intens. Tak memakan waktu lama, satu porsi martabak asin pun sudah habis tak tersisa di dalam piring.
"Apa kau begitu menyukainya?" Tanya Kevin yang sejak tadi tak lepas memperhatikan wajah Queen.
"Ya. Aku sangat menyukainya sekarang."
"Maksudmu? Kau baru menyukainya setelah hamil?" Tanya Kevin.
Queen mengangguk membenarkan.
"Jika kau mau, aku bisa membawakannya setiap kau menginginkannya." Ucap Kevin.
Queen tersenyum malu. "Terimakasih, Kev. Kau sungguh perhatian pada anak kita." Ucap Queen dengan tulus.
Queen hanya tersenyum seraya mengangguk sebagai jawaban.
*
Satu minggu sudah Kevin dan Queen terikat dalam ikatan suci pernikahan. Dan selama itu pula Kevin selalu menunjukkan jati dirinya sebagai suami dan ayah yang baik bagi Queen dan calon anak mereka. Pun dengan Queen yang selalu melakukan kewajibannya sebagai istri yang baik untuk Kevin walau ia tahu jika statusnya hanya sebagai istri sementara.
"Aku harap kau bisa lebih memperhatikan kondisi tubuhmu saat bekerja." Ucap Kevin sebelum masuk ke dalam mobilnya.
Queen mengangguk paham. "Aku akan istirahat jika lelah. Lagi pula pekerjaanku di perusahaan Papa tidak terlalu berat." Balas Queen.
Kevin mengangguk. "Kalau begitu aku berangat." Ucap Kevin.
Queen mengangguk lalu menatap Kevin masuk ke dalam mobilnya. Setelahnya ia pun turut masuk ke dalam mobilnya.
"Aku sungguh tidak menyangka jika Kevin memiliki rasa perhatian yang begitu besar pada anak kami." Queen tersenyum lebar saat mengingat setiap kebaikan dan sisi perhatian Kevin untuknya dan calon bayi mereka. "Bayiku pasti sangat senang karena memiliki Daddy yang baik dan perhatian seperti Kevin." Gumam Queen sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
Tak lama wajah Queen pun berubah sendu saat mengingat akhir dari pernikahan mereka nanti. "Tak masalah. Itu adalah resiko yang harus aku terima. Lagi pula walau kami berpisah nanti bayiku akan tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari ayah kandungnya." Gumam Queen mencoba menguatkan hati dan pemikirannya walau saat ini ia mulai meragu akan perasaannya.
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
Hadiah
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.