Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Berbesar hati menerimanya


"Itu bukan Zel. Itu nutrijel, Sayang." Ucap Naina seraya mengusap punggung Zeline dengan tangannya.


"Hua... Tatak jahat itu. Nackal juga. Danti ja nama Zel tuh. Dah tantik gini Zel." Adu Zeline dengan tangisan semakin kencang.


"Sayang..." Naina meminta tolong pada Daniel dengan tatapan matanya untuk menenangkan Zeline karena ia tidak mungkin melakukannya.


Daniel mengangguk lalu segera membawa tubuh Zeline duduk di pangkuannya. "Sudah... jangan menangis. Kakak hanya bercanda." Ucap Daniel.


"Nda mahu... nackal itu." Ucapnya seraya menggelengkan kepalanya.


Daniel menghela nafas panjang. "Mah, Nai, Daniel membawa Zel main ke luar dulu." Ucap Daniel lalu bangkit dari duduknya sambil menggendong Zeline.


"Kau ingin membawa Zel keluar kemana?" Tanya Naina.


"Ke taman samping rumah." Balas Daniel.


"Ohh... baiklah." Balas Naina.


Mama Hasna pun menarik nafas sesaat melihat cucu bungsunya yang menangis akibat kenakalan kakak beradik Farhan dan Fahri.


"Naina... maafkan Farhan dan Fahri. Mereka memang sangat sulit untuk dibilang." Ucap Mama Hasna setelah Daniel menjauh dari mereka.


Naina tersenyum. "Tidak masalah, Mah. Namanya juga anak-anak." Balas Naina.


Mama Hasna turut tersenyum. "Sayang... mendekatlah." Ucap Mama Hasna seraya menepuk tempat duduk yang masih kosong di sebelahnya.


Naina mengangguk lalu bangkit dari duduknya.


"Naina... Mama sangat bersyukur karena akan memiliki cucu darimu lagi." Ucap Mama Hasna dengan tulus.


Naina tersenyum mendengarnya. "Nai juga senang karena bisa hamil lagi, Mah." Balas Naina.


Naina mengangguk mengiyakan. Ada perasaan hangat yang kini menyusup ke dadanya saat mendengar ucapan tulus dari Mama Hasna kepadanya.


"Mama sangat bersyukur Tuhan menghadirkanmu menjadi pendamping untuk putra Mama. Semenjak menikah denganmu, Daniel jauh berubah bahkan kini dia sudah menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya." Ucap Mama Hasna.


"Mama terlalu berlebihan. Nai juga sangat bersyukur karena Tuhan telah menakdirkan Nai untuk menjadi pendamping hidup Daniel. Kini Nai merasakan kebahagiaan yang tidak pernah Nai rasakan sebelumnya. Mama benar, Daniel sudah jauh berubah dan Nai dapat merasakan perubahan besarnya itu." Tutur Naina.


Mama Hasna tersenyum senang karena Naina pun turut bersyukur dengan sosok putranya yang kini telah menjadi suaminya. Pembicaraan mereka pun terus berlanjut hingga Daniel kembali dengan membawa Zeline yang sudah tenang digendongannya.


*


Di tengah kebahagiaan Naina, tak jauh di sana Queen pun turut bahagia karena pada akhirnya Kevin akan menikahinya sebagai bentuk tanggung jawabnya pada dirinya dan anak yang ada di dalam kandungannya.


"Tapi... Apa keluarga Kevin bisa semudah itu menerimaku yang sudah menjadi penyebab tertundanya pernikahan Kevin dan Melody?" Kebahagiaan di hati Queen perlahan surut saat mengingat Kevin yang seharusnya menikah dua bulan lagi dengan wanita pilihan kedua orang tuanya namun batal karena Kevin harus menikahinya.


Helaan nafas Queen terdengar kasar. "Apa pun yang terjadi nantinya, aku harus berbesar hati menerimanya karena ini semua terjadi akibat kecerobohanku. Keluarga Kevin pantas jika nanti tidak menyukaiku dan mungkin anak ini. Namun aku harus berbesar hati karena itulah akibat aku menjadi duri dalam hubungan Kevin dan calon istrinya." Ucap Queen menenangkan hati dan pemikirannya.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.