
"Nda mau, Pah. Zel mau main sama Om Dio dan Om Marvel." Rengek Zeline.
"Tidak ada bantahan, Sayang." Ucap Daniel tak ingin menuruti keinginan putrinya.
"Mamah..." rengek Zeline pada Naina yang berjalan di belakang Daniel.
"Daniel..." Naina memberi tanda peringatan pada Daniel. "Apa kau lupa jika aku menginginkan Marvel dan Dio menjaga Zeline untuk dua hari ke depan."
Daniel menghentikan langkahnya. "Bagaimana jika mereka meninggalkan Zel lagi, Sayang?" Ucap Daniel mencoba memberikan pengertian pada Naina.
"Mereka meninggalkan Zel pada Kevin bukan meninggalkannya sendirian." Koreksi Naina.
"Namun tetap saja mereka telah meninggalkan putriku. Aku tidak ingin mereka mengulang kesalahan itu lagi." Tekan Daniel.
"Aku tahu bukan itu yang menjadi alasanmu, Daniel." Naina menekan setiap ucapannya.
"Zel mau main sama Oom ja, Mah..." Zeline mulai mengeluarkan jurus andalan menangisnya.
"Sayang..." Daniel membelai lembut rambut Zeline guna menenangkannya.
"Main sama Oom ja, Pah. Nty Mala sibuk itu main sama Nty Ghata." Ucap Zeline di sela tangisannya.
Membuat Daniel tak bisa berkutik terlebih kini Naina menatapnya dengan tajam.
"Apa Dio dan Marvel ada menghubungimu dan mengatakan jika mereka tidak bisa diganggu untuk dua hari ke depan?" Tanya Naina tanpa melepas tatapannya dari Daniel.
"Tidak." Balas Daniel apa adanya.
"Jika tidak maka biarkan saja Zel bermain bersama mereka. Lagi pula aku masih ngidam ingin melihat mereka merawat Zel selama beberapa hari ke depan." Ucap Naina.
Daniel menghela nafas lalu mengangguk. "Baiklah. Hanya untuk dua hari ke depan." Putusnya pada akhirnya. Bukan tidak ingin putrinya bermain dengan ketiga sahabatnya, namun Daniel hanya menjaga agar Zeline tidak terlalu dekat dengan Queen yang nantinya bisa saja membuat istrinya yang tengah hamil dan sensitif itu salah paham dan cemburu buta.
"Oh astga... air mata buaya." Gumam Daniel sambil mengusap gemas rambut Zeline.
*
Keesokan harinya, dengan terpaksa Daniel kembali mengantarkan putrinya ke perusahaan Marvel untuk bermain di sana sebelum Marvel membawanya bermain ke perusahaan Kevin bersama Dio.
"Awas saja jika kau meninggalkan putriku lagi. Saham yang telah aku berikan bisa aku tarik begitu saja." Ancam Daniel dengan suara pelan pada Marvel.
"Kau tenang saja. Untuk hari ini sampai besok tidak ada pekerjaan penting yang harus aku lakukan. Aku sudah mengerjakannya dan sisanya sudah aku serahkan pada asistenku." Balas Marvel dengan enteng.
Daniel mendengus. Sahabatnya ini memang tidak terlalu serius jika dalam hal bekerja. Namun entah mengapa perusahaannya masih saja berkembang sampai saat ini.
"Sampai kapan kau ingin bermain seperti ini? Apa kau tidak berminat serius dalam bekerja dan menikah?" Tanya Daniel dengan nada serius.
Marvel tertawa mendengarnya. "Aku akan menikah jika sudah waktunya. Dan untuk pekerjaan kau bisa lihat sendiri hasil yang aku dapatkan walau aku terlihat santai dalam bekerja." Balas Marvel.
Daniel tak lagi menjawab ucapan Marvel dan lebih memilih menatap putrinya yang kini sudah asik bermain dengan boneka baru yang baru saja diberikan Marvel padanya.
"Jaga putriku dengan baik dan kirimkan video di setiap aktivitasnya." Pinta Daniel.
"Kau tenang saja. Aku akan mengabarimu setiap waktu." Seloroh Marvel.
***
Lanjut? Vote yang banyak dulu ayukš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.