
Kevin pulang ke apartemennya di saat langit sudah gelap dan waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Kevin menyerngitkan keningnya saat pintu apartemen terbuka dan memperlihat kondisi apartemen yang gelap. "Kenapa lampunya tidak dihidupkan? Apa Queen belum pulang?" Tanyanya. Kevin pun melangkah ke arah saklar dan menghidupkan lampu apartemennya. Setelahnya ia pun segera melangkah ke arah kamar pribadinya untuk meyakinkan pemikirannya jika Queen belum pulang ke apartemen.
"Benar, dia belum pulang." Ucap Kevin saat melihat kamar yang nampak kosong dan tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaaan Queen. "Kemana dia? Kenapa sampai jam segini belum pulang?" Tanya Kevin.
Kevin pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya untuk melihat apakah Queen ada mengirimkan pesan padanya. Mungkin saja Queen sudah mengabarinya alasan kenapa ia belum pulang sampai saat ini. Dan apa yang diharapkan Kevin tidak nyata adanya karena tidak ada satu pun pesan yang Queen kirimkan kepadanya. "Kemana dia pergi? Kenapa tidak mengabariku? Tidak seperti biasanya." Ucap Kevin dengan nada tidak bersahabat.
Kevin pun memilih keluar dari dalam kamar dan berniat mencari keberadaan Queen. "Apa dia masih berada di perusahaan?" Tanya Kevin. Kakinya pun semakin melangkah dengan lebar menuju pintu apartemen saat pemikirannya semakin menebak-nebak keberadaan Queen saat ini.
Pintu apartemen yang tiba-tiba terbuka dari luar menghentikan niat Kevin yang ingin meraih ganggang pintu. Kevin memundurkan tubuhnya dan membiarkan pintu terbuka lebar."Queen?" Ucap Kevin melihat wajah Queen.
Queen hanya diam tanpa balasan.
"Kau dari mana saja?" Tanya Kevin dengan suara sedikit keras.
Queen masih diam dan memilih melangkah masuk ke dalam apartemen. Kevin dibuat bingung dengan reaksi Queen saat ini yang tidak seperti biasanya. "Queen." Kevin meraih pergelangan tangan Queen hingga membuat langkah Queen terhenti. "Katakan kau dari mana saja?" Tanya Kevin.
Queen menghela nafasnya lalu menatap Kevin dengan datar. "Aku baru saja dari apartemen Riri." Jawabnya pada akhirnya.
Kevin menghembuskan nafas lega. Pemikirannya tentang Queen yang tadi berada di perusahaan tidak benar adanya. "Kenapa baru pulang? Dan kenapa tidak mengabariku?" Tanya Kevin lagi.
Queen menatap Kevin dari atas sampai bawah. "Kau juga baru pulang. Dan kenapa aku harus mengabarimu sedangkan dirimu juga tidak mengabariku?" Tanya Queen dengan wajah dan nada datar.
Queen tersenyum miris. Apa pembahasan pernikahan kalian begitu menyenangkan hingga kau tidak sempat melihat ponselmu dan mengabariku? Ucap Queen dalam hati.
"Queen..." Kevin memegang pundak Queen karena Queen tak kunjung bersuara.
Queen melepas tangan Kevin dari pundaknya lalu memundurkan tubuhnya. "Maaf, aku ingin ke kamar dulu. Tubuhku sudah lelah dan mataku sangat mengantuk." Ucap Queen tidak berniat membalas ucapan Kevin yang hanya menyakiti hatinya.
Kevin menghembuskan nafas kasar. "Apa kau sudah makan dan meminum susu hamilmu?" Tanya Kevin.
"Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah melakukannya."
***
Vote dulu yuk baru lanjut🤗
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.