
Ceklek
Baru saja pintu ruangan kerjanya ia buka dari luar Kevin sudah dibuat terkejut melihat Zeline yang kini duduk seorang diri di dalam ruangannya sambil menikmati satu cup es krim di tangannya.
"Om danteng. Dah siap keljanya ini?" Tanya Zeline sambil menatap Kevin yang kini berjalan ke arahnya.
Kevin mengangguk sambil terus berjalan ke arah Zeline. "Kenapa Zel sendiri di sini? Dimana Om Dio dan Om Marvel?" Tanya Kevin merasa bingung.
"Pelgi itu." Balas Zeline singkat karena kini ia sibuk menjilat es krim yang melekat di jarinya.
Kening Kevin mengkerut. "Pergi kemana?" tanyanya.
"Pulang kelja itu Om." Balas Zeline sedikit tidak jelas.
Kevin menghela nafas lalu kembali bangkit dari duduknya. Bertanya pada Zeline rasanya percuma karena ia tidak akan mendapatkan jawaban dengan jelas kemana kedua sahabatnya itu pergi.
"Zelien, tunggu sebentar di sini. Om ingin keluar sebentar." Ucap Kevin yang diangguki Zeline sebagai jawaban.
"Lama juga nda apa ini." Ucap Zeline setelah Kevin pergi meninggalkannya. Lagi pula saat ini ia sedang asik menikmati satu cup es krim yang dibelikan Marvel dan Dio atas persyaratan darinya sebelum ia ditinggalkan di ruangan Kevin seorang diri.
"Kemana perginya Marvel dan Dio?" Tanya Kevin setelah berdiri di depan sekretarisnya yang memang tidak ikut rapat dengannya tadi.
"Tuan Dio dan Tuan Marvel sudah berpamitan kembali ke perusahaan mereka masing-masing Tuan."
"Apa maksudnya ini?" Tanya Kevin.
"Tuan Marvel dan Tuan Dio tiba-tiba mendapat telefon diminta untuk kembali ke perusahaan mereka karena ada hal penting yang harus mereka kerjakan saat ini juga. Dan karena Nona kecil Zeline tidak mau ikut dengan mereka dan memilih keras tetap di sini akhirnya Tuan Dio dan Tuan Kevin menitipkan Nona kecil pada saya dan menyampaikan jika mereka meminta Tuan mengambil alih tugas menjaga Nona kecil sampai sore." Terangnya panjang lebar.
"Oh astaga..." Kevin menghembuskan nafas kasar di udara. Bagaimana bisa ia menjaga Zeline saat ini sedangkan ia harus menjemput Queen di perusahaan mertuanya saat ini juga. "Baiklah. Terimakasih." Ucap Kevin lalu kembali masuk ke dalam ruangan kerjanya.
*Rasanya aku sungguh tidak tega menitipkan Zel pada asistenku. *Ucap Kevin dalam hati sambil menatap Zeline yang kini tengah menatapnya. Lagi pula akan berbahaya jika aku meninggalkan Zel. Daniel pasti akan marah besar kepadaku.
"Zeline sayang..." ucap Kevin sambil mendekat pada Zeline.
"Apa Zel mau ikut Om Kevin menjemput istri Om Kevin di tempatnya bekerja?" Tanya Kevin. Walau pun ia sudah sangat buru-buru ingin menemui Queen saat ini namun Kevin juga tidak bisa mengajak Zeline tanpa meminta persetujuannya lebih dulu.
"Napa jemput itu Om? Kan Anty kelja itu." Tanya Zeline.
"Aunty sedang tidak enak badan saat ini dan Om ingin membawanya pulang." Terang Kevin.
"Ya deh. Zel mau itut Om." Balas Zeline tak banyak pikir.
Kevin menghela nafas lega. "Baiklah. Ayo kita pergi Princess." Ajak Kevin.
"Ayo Om." Balas Zeline lalu merentangkan kedua tangannya pada Kevin.
Kevin tersenyum lalu menggendong tubuh Zeline. Sebelum pergi meninggalkan perusahaannya Kevin menyempatkan lebih dulu mengabari Daniel jika ia membawa Zeline ikut bersamanya untuk menjemput Queen dan mengajak Zeline bermain di apartemennya.
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
Hadiah
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.