Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Mengganggu pikiran


Kevin memasuki apartemen dengan wajah datar dan dinginnya. Semenjak kedatangan Marvel tadi pagi ke perusahaannya membuat aura di wajah Kevin semakin dingin hingga membuat para karyawannya takut untuk sekedar menyapanya.


"Kevin, kau sudah pulang?" Suara lembut yang berasal dari arah dapur berhasil menghentikan langkah Kevin.


Kevin menatap ke sumber suara. Menatap Queen yang masih menggunakan apron di tubuhnya dengan tatapan tak terbaca.


"Kev..." Queen berjalan mendekat pada Kevin karena tak mendapatkan jawaban dari Kevin.


Kevin tersadar dari lamunannya saat Queen sudah berada tepat di depannya.


"Apa kau baru pulang?" Tanya Queen lagi.


Kevin mengangguk. "Ya, aku baru saja pulang." Jawabnya.


Queen mengangguk paham. "Tunggu sebentar. Aku akan membuatkan minuman untukmu." Ucap Queen lembut.


Kevin mengangguk saja mengiyakan ucapan Queen. Lagi pula tidak ada gunanya ia menolak tawaran Queen karena hanya akan berujung sia-sia. Kevin pun memilih menaruh tas kerjanya lebih dulu ke dalam ruangan kerjanya lalu duduk di ruang tamu. Tak menunggu waktu lama Queen pun telah kembali dengan membawa segelas minuman di tangannya.


"Kau belum selesai memasak?" Tanya Kevin karena melihat apron yang masih saja terpasang di tubuh Queen.


"Belum. Masih ada beberapa bahan lagi yang belum dimasak." Jelas Queen.


"Kau masak lebih lama dari biasanya." Ucap Kevin.


Queen mengangguk membenarkan. "Aku baru saja mulai memasak." Balasnya.


"Pantas saja. Apa perutmu terasa sakit kembali?" Tanya Kevin menunjukkan kekhawatirannya.


Queen menggeleng. "Setelah kau pergi tadi pagi rasa sakit di perutku sudah mulai berkurang." Ucap Queen.


Dan kembali terasa sakit kembali karena kedatangan Melody ke sini. Lanjut Queen dalam hati.


"Kalau begitu aku pamit kembali ke dapur untuk menyelesaikan semua masakanku." Ucap Queen.


Kevin mengangguk. "Jangan terlalu lelah." Pesannya.


"Kau tenang saja." Balas Queen dengan tersenyum lalu berjalan ke arah dapur.


Setelah kepergian Queen, Kevin kembali terdiam memikirkan ucapan Marvel yang terus mengusik pemikirannya. "Apa Queen juga menaruh perasaan yang sama dengan pria itu?" Gumamnya bertanya-tanya. Sedikit banyaknya Kevin terbawa pikiran dengan sosok Mirza yang ia ketahui sudah mulai menunjukkan kesungguhannya pada Queen.


"Agh sudahlah. Bagaimana pun perasaannya aku tidak boleh mencampurinya. Aku harus sadar dengan batasan di antara kami." Ucap Kevin lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


*


Sekuat apa pun Kevin berusaha untuk tidak perduli dengan hubungan Queen dan Mirza, namun tetap saja pada akhirnya akal sehatnya mengalahkan logikanya. Setiap harinya Kevin selalu mencuri dengar pembicaraan Queen dan Mirza dari sambungan telefon yang berhasil membuatnya tidak tenang saat berada di perusahaan.


Seperti pagi ini, Kevin kembali dibuat berpikir dengan tujuan pertemuan Queen dan Mirza siang hari nanti. Walau Queen terus meminta izin padanya seperti biasanya untuk bertemu dengan Mirza dan ia selalu mengizinkannya, namun tetap saja dari dalam lubuk hatinya Kevin merasa berat melepaskan Queen bertemu dengan pria yang sudah jelas ia ketahui memiliki ketertarikan sejak lama dengan istrinya itu.


"Apa yang sedang aku rasakan saat ini? Kenapa aku merasa selalu berat melepaskan Queen bertemu dengan pria lain selain diriku?" Kevin menghembuskan nafas bebas di udara. Hingga siang harinya pertemuan Queen dan Mirza pun masih terus memenuhi pemikirannya hingga membuat Kevin memutuskan untuk mendatangi tempat pertemuan Queen dan Mirza untuk memastikan hal apa yang terjadi di sana.


***


Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyašŸ¤—


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.