
"Dia lucu sekali." Ucap Queen menatap wajah Zeline yang kini sudah tertidur pulas. "Wajahnya begitu mirip dengan Naina. Wajah yang membuat orang begitu mudah mencintai dan menyayanginya walau hanya sekali bertemu dengannya." Lanjut Queen kemudian.
Tangan Queen pun terulur mengelus rambut Zeline. "Tidurlah dengan lelap. Aunty akan menjagamu di sini." Ucapnya lalu mengecup kening Zeline barang sejenak. Setelah cukup lama menatap wajah Zeline yang begitu membuatnya candu, perlahan kedua kelopak mata Queen pun ikut terpejam dengan pergerakan tangan yang semakin melemah menepuk bokong Zeline.
*
"Kau yakin putriku akan aman bersama Queen?" Suara Daniel terdengar keras di seberang telefon setelah Kevin mengatakan jika kini putrinya berada di apartemennya bersama dengan Queen. Sedangkan dirinya kini sedang berada di perusahaan setelah menyelesaikan rapat yang cukup menguras pemikirannya.
"Aku yakin. Lagi pula kau tahu betul bagaimana Queen. Dia tidak mungkin menyakiti putrimu." Balas Kevin tenang.
Hembusan nafas Daniel terdengar kasar. "Kau tidak bisa menjamin sikapnya saat ini. Apa lagi saat ini dia tengah hamil dan Zeline adalah anakku dari Naina." Ucap Daniel mengungkapkan kekhawatirannya.
"Percayalah jika Zeline akan baik-baik saja." Balas Kevin. Entah mengapa hati dan perasaannya meyakini jika Zeline aman bersama Queen dan ia juga yakin Queen tidak akan berniat buruk pada keponakannya itu.
"Tahu begini aku takkan meminta kalian menjaga putriku." Gerutu Daniel karena putrinya diopor ke sana ke mari.
"Sudahlah. Tak perlu cemas begitu. Lagi pula Zeline merasa senang saat ini." Ucap Kevin tak memperdulikan gerutuan Daniel.
"Terserah kau saja. Yang terpenting pastikan putriku baik-baik saja sampai nanti malam aku dan Naina menjemputnya." Titah Daniel.
Kevin diam dan kembali fokus pada pekerjaan di depannya. Karena saat ini ia lebih memilih fokus mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai dari pada mendengarkan lebih lanjut ucapan Daniel yang justru membuatnya ikut cemas memikirkan keadaan Zeline saat ini walau ia yakin jika Queen tidak akan berprilaku buruk pada Zeline.
Tak mendapat balasan lagi dari Kevin, Daniel pun memutuskan panggilan telefonnya begitu saja.
*
Suara pintu kamar yang terbuka dari luar tak membuat dua orang wanita yang kini tengah tidur sambil berpelukan itu terjaga dari tidurnya. Di ambang pintu yang sudah terbuka sebagian Kevin terlihat menghela nafas lega sebab apa yang dikhawatirkan Daniel tidak terjadi. Justru kini kecemasan dalam dirinya berganti dengan perasaan hangat melihat dua wanita berbeda usia itu tengah tidur sambil berpelukan layaknya seorang ibu dan anak.
"Queen... aku tahu kau bukan wanita seburuk itu. Aku tahu kau adalah salah satu malaikat tanpa sayap yang diturunkan Tuhan ke bumi ini." Gumam Kevin sambil berjalan mendekat ke ranjang.
Kevin menghentikan langkahnya saat matanya kini sudah dapat melihat dengan jelas wajah cantik Queen dan Zeline yang tengah tertidur. Kedua sudut bibirnya pun tertarik sempurna menyaksikan pemandangan yang sungguh sejuk dipandang mata.
Cukup lama Kevin diam berdiri di tempatnya menatap Queen dan Zeline yang tengah tertidur. Hingga akhirnya tatapannya pun beradu dengan mata Queen yang sudah terbuka dan kini sedang menatap kearahnya.
"Kevin... kau sudah kembali?" Ucap Queen dengan suara parau.
Kevin mengangguk lalu menaruh jari telunjuknya di atas bibir sambil menatap Zeline yang masih lelap dalam tidurnya.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.