
"Dan ingat, anak yang ada di dalam kandunganmu itu adalah calon penerus keluarga kami. Tidak ada perbedaan apa pun untuknya walau kehadirannya terjadi akibat kesalahan dari dirimu dan Kevin. Dia tetap cucu Mami dan Papi. Dan kau harus yakin jika kami pasti akan menyayanginya seperti kami menyayangi Kevin sedari kecil." Tutur Papi Niko lembut.
"Terimakasih Papi, terimakasih Mami." Balas Queen seraya tersenyum.
Papi Niko dan Mami Eve pun turut tersenyum membalas ucapan Queen. Walau saat ini mereka dapat menangkap raut kesedihan yang tiba-tiba muncul di wajah Queen, namun mereka memilih untuk tidak bertanya.
Percakapan ringan di antara mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya Queen berpamitan untuk naik ke kamarnya saat Mami Eve dan Papi Niko juga berniat masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Selama berada di dalam kamar Queen terus mengingat ucapan Papi Niko dan Mami Eve yang begitu tulus kepadanya.
Tidak ada satu pun keraguan dalam hatinya mengingat ucapan kedua orang tua Kevin kepadanya. Saat ini hati dan pemikirannya benar-benar tenang mengingat calon buah hatinya bisa diterima dengan baik di keluarga suaminya. Namun di balik itu semua, ada rasa yang terus mengganggu pemikirannya yang sampai saat ini sulit untuk ia terjemahkan rasa apa itu. Di tambah lagi pemikirannya terus bertambah mengingat kini Kevin sedang berbicara empat mata dengan tunangannya. Ya, Queen tetap menganggap Melody adalah tunangan Queen karena tidak ada kata batal untuk pertunangan mereka bahkan mereka akan tetap menikah setelah anaknya lahir ke dunia.
Di tengah lamunan panjangnya, Queen tersadar saat mendengar suara pintu yang terbuka dari luar.
"Kevin, kau sudah kembali?" Queen tersenyum menatap Kevin yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.
Kevin mengangguk tanpa bersuara. Kakinya terus melangkah ke arah Queen yang kini duduk di atas sofa. Pandangannya kini terisi penuh dengan wajah Queen yang nampak tersenyum manis ke arahnya. Queen tetap tersenyum hingga Kevin kini berada tepat di depannya.
"Kenapa kau belum tidur?" Tanya Kevin.
"Aku belum mengantuk. Lagi pula aku sedang menunggumu masuk ke dalam kamar." Jawab Queen jujur.
"Menungguku? Untuk apa kau menungguku?" Tanya Kevin.
"Karena aku tidak mungkin tidur lebih dulu. Ini adalah kamarmu dan baru pertama kali aku berada di sini. Rasanya cukup canggung jika aku tidur lebih dulu tanpa menunggu kedatanganmu." Jelas Queen tetap tersenyum.
Kening Queen mengkerut lalu sesaat kemudian ia pun menggeleng. "Aku tidak seingin tahu itu dengan percakapan di antara kalian. Aku memang hanya ingin menunggumu kembali masuk ke dalam kamar." Jawab Queen jujur.
Kevin hanya diam dan memilih percaya saja dengan ucapan Queen yang dapat ia lihat tidak ada dusta di dalamnya.
"Kalau begitu ayo tidur. Wanita hamil sepertimu tidak baik tidur terlalu larut." Ajak Kevin.
"Aku akan tidur setelah kau selesai mencuci wajahmu." Balas Queen.
Kevin menghela nafasnya lalu beranjak menuju kamar mandi. "Pindahlah ke atas ranjang." Titahnya sambil terus berjalan.
Queen menurutinya. Ia pun beranjak dari atas sofa lalu berjalan ke arah ranjang.
"Sebenarnya aku cukup penasaran dengan apa yang Melody bicarakan. Namun sepertinya sangat tidak pantas jika aku terlalu ingin tahu tentang urusan dan percakapan di antara mereka. Mungkin saja mereka ingin membahas masalah pernikahan mereka beberapa bulan lagi bukan?" Gumam Queen.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.