Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Untukmu dan anak kita


"Tidak masalah. Kesehatan dirimu dan anak kita lebih penting dari pada pekerjaanku." Balas Kevin.


Deg


Jantung Queen berdetak cukup kencang setelah mendengar ucapan dari Kevin. Entah mengapa ucapan singkat dari Kevin berhasil membuat suasana hatinya menghangat dan ada sebuah perasaan yang datang yang sulit untuk ia jelaskan.


"Sudah selesai. Ayo makan." Ucap Kevin. Menggeser piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk ke hadapan Queen.


"Terimakasih, Kev." Ucap Queen.


Kevin mengangguk lalu mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Kau harus banyak makan agar anak kita tumbuh dengan sehat dan kuat." Ucap Kevin saat Queen mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


Queen mengangguk tanpa bersuara karena kini ia sibuk mengunyah makanan yang terasa sangat enak saat masuk ke dalam mulutnya.


Senyuman tipis pun terbit di wajah Kevin saat melihat Queen begitu lahap menikmati makanan yang ia bawakan. Setelah mendapatkan tatapan perintah dari Queen agar ia ikut makan, Kevin pun mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Dua puluh menit berlalu Queen dan Kevin pun selesai menikmati makanan masing-masing.


"Perutku sungguh terasa penuh." Ucap Queen seraya mengelus perutnya. Wajahnya pun mulai memerah saat menyadari begitu banyak makanan beserta buah yang sudah masuk ke dalam perutnya saat ini.


"Sepertinya aku sungguh kelaparan hingga menghabiskan makanan sebanyak ini." Ucapnya tersenyum kaku.


Kevin tersenyum mendengarnya. "Tak masalah. Justru bagus jika kau banyak menghabiskan makanannya. Dengan begitu aku akan sering membawa makanan ke sini untukmu." Balas Kevin.


"Tidak perlu. Itu sungguh merepotkanmu." Pungkas Queen.


"Aku tidak merasa direpotkan. Lagi pula sudah kewajibanku memenuhi kebutuhan nutrisimu dan anak kita." Tutur Kevin.


Deg


"Walau kau tidak merasa direpotkan namun aku tetap merasa merepotkanmu. Aku tidak ingin karena ini membuat pekerjaanmu tertunda. Kau boleh datang membawakan makanan untukku namun tidak perlu terlalu sering." Jelas Queen.


"Tidak ada bantahan atas apa yang aku ingin lakukan, Queen." Tekan Kevin merasa tak setuju dengan ucapan Queen. Lagi pula sebelum ke perusahaan Queen, Kevin sudah mengatur waktu untuk cepat menyelesaikan tugas-tugasnya di perusahaannya.


Hembusan nafas Queen terdengar melambat. "Terserah kau saja. Namun aku tidak memaksamu untuk melakukannya." Balas Queen tak ingin berdebat.


Kevin tersenyum mendengarnya. Setelah membereskan sisa makanan dan piring bekas makanan mereka, Kevin pun beranjak untuk kembali ke perusahaannya.


"Jangan terlalu lelah bekerja. Ingat aku masih sanggup untuk membiayaimu dan anak kita." Ucap Kevin.


Queen pun turut beranjak lalu menatap sejenak wajah tampan Kevin. "Aku akan istirahat jika lelah." Balasnya seraya tersenyum.


Kevin pun turut tersenyum. "Kalau begitu aku pamit kembali ke perusahaan. Kabari aku jika kau menginginkan sesuatu." Ucap Kevin.


Queen mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya mereka pun berjalan keluar dari dalam ruangan kerja Queen.


"Hati-hati di jalan." Ucap Queen sebelum Kevin berlalu dari hadapannya.


Kevin mengangguk. Tangannya pun tanpa sadar terulur mengelus rambut panjang Queen. Dan tanpa mengucapkan satu kata pun lagi, Kevin pun segera berlalu dari hadapan Queen meninggalkan Queen yang terpaku atas sikapnya.


"Ke-kevin..." lirih Queen sambil memegang dadanya. Dapat ia rasakan saat ini jantungnya berdetak semakin kencang dari sebelumnya.


***


Lanjut? Vote yang banyak dulu yukšŸ–¤


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.