
Akhirnya acara resepsi pun selesai, para tamu undangan pun sudah mulai berhamburan keluar untuk pulang.
Farhan berjalan mendekati Nesia yang duduk disamping Afandi di altar pelaminan. Melihat kedatangan Farhan, Nesia segera melangkahkan kakinya menghampiri Farhan.
"Kakek mau kemana? " tanya Nesia pada Farhan.
Farhan menatap Nesia, "cucu kakek jaga diri baik-baik ya, hormati suamimu, jangan buat ulah. Kamu pasti bisa." ucap Farhan.
"Iya kek, itu pasti. " jawab Nesia.
"Yaudah, kakek duluan ya, jaga diri baik-baik. " ucap Farhan.
"Kakek mau kemana?" tanya Nesia bingung.
"Mau pulang cucu kakek. " ucap Farhan tersenyum.
"Nesia ikut, Nesia nggak mau pisah dari kakek. " ucap Nesia takut memegang tangan Farhan.
"Adik kakak... "ucap Nathan memegang bahu Nesia.
"Adik kakak nggak boleh gitu, kamu kan udah nikah, berarti harus ikut suami kamu. Kamu juga nggak boleh manja lagi, karena semuanya udah berubah. " ucap Nathan melepas tangan Nesia dari Farhan.
"Kakak sama kakek duluan ya, kakek harus istirahat. Jangan nangis ya cantik... " ucap Nathan mengelus kepala Nesia.
"Ayo kek... " ajak Nathan.
"Kakek duluan ya, sering main ya ke rumah kakek." ucap Farhan tersenyum lalu melangkahkan kakinya.
"Kakek... " ucap Nesia memandangi kepergian Farhan dan Nathan.
" Maafin kakak ya dek, langsung ninggalin kamu gitu. Sebenarnya kakak nggak tega, tapi kakak harus gitu, biar kamu kuat, belajar untuk hidup yang baru... " batin Nathan melihat Nesia di belakang nya.
***
Saat ini Afandi dan Nesia berada di perjalanan menuju tempat beristirahat. Ada yang membuat Nesia bingung, mengapa arah jalan menuju rumah Afandi berbeda.
Ia pun membuka suaranya, setelah sedari tadi diam. "Fandi, sepertinya ini bukan jalan menuju rumahmu? " tanya Nesia melihat depannya.
Afandi menatap Nesia sekilas, " ini memang bukan jalan menuju rumahku, tapi menuju apartemen ku." ucap Afandi.
"Aa-pa... tapi kenapa harus kesana?" tanya Nesia gugup.
"Aku tidak ingin orangtua ku kecewa, melihat kita. " ucap Afandi.
***
Sampai di apartemen, Nesia memperhatikan sekeliling nya, apartemen yang sangat bersih dan juga rapi, membuat Nesia terkagum.
"Apa kau akan berdiri disana, sampai besok?" tanya Afandi berdiri di depan pintu kamar.
Nesia pun beralih menatap Afandi yang sepertinya sudah selesai membersihkan dirinya.
"Emm kamar mandi nya ada dimana?" tanya Nesia.
Memang saat ini Nesia ingin cepat mengganti gaun yang ia pakai, karena sudah sangat gerah dan lengket.
"Masuklah... " ucap Afandi membukakan pintu yang ada di belakangnya.
"itu kan kamar... " ucap Nesia bingung.
Sampai di kamar, Nesia membuka tas yang ia bawa untuk Jaga-jaga. Saat mengambil pakaian nya, Nesia tertarik dengan hadiah yang diberikan Dena tadi.
Nesia pun membukanya, dan kaget melihat isi didalam nya. Ternyata isinya lingerie sexy bewarna peach.
" Ha, katanya kado spesial, apanya yang spesial ini sangat memalukan." ucap Nesia malas lalu memasukkan lingerie itu kedalam tasnya.
***
Akhirnya Nesia selesai dengan ritual mandinya, ia pun berjalan keluar dan melihat Afandi duduk di tempat tidur sambil melihat hp.
"Tidurlah disini, aku hanya mempunyai satu kamar. Kalau kau tidak mau, silahkan tidur di ruang tamu." ucap Afandi tanpa menatap Nesia.
Karena Nesia sudah lelah dan sangat mengantuk, akhirnya dia memutuskan tidur di samping Afandi.
" Tidak akan terjadi apa-apa. " batin Nesia mendekati tempat tidur di depan nya.
Saat duduk, Nesia di kejutkan dengan pertanyaan Afandi.
"Kenapa kau berubah?" tanya Afandi.
"Aku tidak berubah, aku masih sama. " jawab Nesia.
"Apa kau masih marah?" tanya Afandi lagi.
Mendengar itu membuat Nesia mengingat kejadian minggu lalu.
"Kenapa kau peduli, aku marah atau tidak?" tanya Nesia balik.
"Aku bukan nya peduli, yang aku tanya kau marah tau tidak?" ucap Afandi.
"Ah, sudahlah... aku tidak ingin membahas itu lagi. " ucap Nesia malas.
"Kau hanya perlu menjawab, lagian apa susahnya?" tanya Afandi menatap Nesia.
"Ya, aku marah karena aku cemburu. Tapi aku tidak masalah, selagi kau bahagia dengannya. " ucap Nesia langsung menidurkan dirinya tak lupa dengan selimut untuk menutupi dirinya.
Mendengar itu, membuat merasa bersalah.
***
Jam 02.00 pagi...
Ntah mengapa, mendengar pengakuan Nesia tadi malam, membuat Afandi tidak bisa tidur. Afandi pun duduk bersandar pada dashboard tempat tidur, beralih menatap Nesia.
Namun ada yang aneh pada Nesia, ia pun segera membuka selimut yang menutupi Nesia. Dan....
______Bersambung_______
Next??? ikutin terus ya.....
Btw, mkasih buat yg udh like, vote, tambah favorit...
tanpa kalian author ngk bisa apa-apa....
makasih bnyk.... 🥰🥰
see you....