
"Untuk Zeline?" Ulang Queen seraya menatap dua boneka yang ada di samping Mami Eve.
"Ya. Boneka-boneka ini untuk Zeline." Balas Mami Eve tanpa melunturkan senyuman di wajahnya.
Wajah Queen pun berubah murung hingga membuat Mami Eve salah mengartikannya.
"Ada apa Queen?" Tanya Mami Eve. Senyuman di wajahnya pun perlahan surut.
Queen mengangkat kepalanya yang tertunduk. "Jika Mami membawakan dua boneka untuk Zeline, lalu Queen harus membawa apa? Queen belum menyiapkan apa-apa untuk dibawa ke rumah Zeline." Ungkap Queen.
Mami Eve hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar jawaban dari Queen yang tidak sesuai dengan pemikirannya. Ia pikir menantunya itu merasa berkecil hati karena dirinya begitu menunjukkan kasih sayangnya pada Zeline sedangkan belum menunjukkan pada cucu kandungnya yang masih berada di dalam kandungan Queen.
"Kau tidak perlu membawa apa pun untuk Zeline. Melihat kedatanganmu dan Mami saja itu sudah cukup membuat Zeline senang." Balas Kevin.
"Tidak bisa begitu. Aku juga ingin membawakan sesuatu untuk Zeline. Lagi pula sejak mengenalnya aku belum pernah memberikan apa pun untuknya." Ucap Queen.
Mami Eve menatap haru wajah menantunya yang begitu tulus saat mengungkapkan keinginannya. Sungguh saat ini Mami Eve seperti melihat sosok wanita yang begitu luar biasa di dalam diri Queen yang belum tentu dapat ia temukan di diri wanita lain. Mendatangi rumah pria yang masih dicintainya dan harus bertemu dengan istri dan anak dari pria itu bukanlah hal yang mudah diterima oleh setiap wanita karena harus melihat pria yang dicintainya telah bahagia bersama wanita pilihannya.
"Mami..." melihat Mami Eve yang terdiam membuat Kevin memanggil Mami Eve.
Lamunan Mami Eve pun buyar. "Kevin benar, Queen. Kau tidak perlu membawa apa pun karena Zeline sudah sangat senang melihat kedatanganmu." Ucap Mami Eve.
Queen menggelengkan kepalanya. "Tapi Queen tetap ingin membawakan sesuatu untuk Zel, Mi." Balas Queen.
Kevin menghela nafasnya. "Kau ingin membawakan apa untuk Zel?" Tanya Kevin tak ingin lagi berdebat.
"Aku akan memikirkannya secepatnya. Tapi.... bisakah nanti malam kau menemaniku membelikan hadiah yang ingin ku berikan untuk Zeline?" Pinta Queen.
Kevin mengangguk. "Aku akan menemanimu." Ucapnya.
Senyuman di wajah Queen terkembang. "Terimakasih, Kev." Ucap Queen.
"Kalau begitu lebih baik sekarang kalian membersihkan diri dan istirahat sejenak sebelum jam makan malam tiba." Ucap Mami Eve.
Queen mengangguk. "Baik, Mami." Ucapnya.
Kevin pun turut mengangguk. "Kalau begitu kami ke atas dulu, Mam." Pamitnya.
"Ya. Sampai bertemu nanti malam." Ucap Mami Eve seraya tersenyum.
Queen dan Kevin mengangguk lalu melangkah ke arah anak tangga.
*
"Kau ingin membawakan baju-baju ini untuk Zeline?" Tanya Kevin menatap banyaknya pilihan baju yang kini berada di tangan Queen.
"Ya. Aku ingin membawakan baju ini untuk Zel. Menurutku baju-baju ini sangat lucu jika dipakai oleh Zeline." Ucap Queen lalu menunjukkan satu persatu baju yang sudah ia pilih pada Kevin.
Kevin menghela nafasnya. Mau tidak mau ia pun mengangguk mengiyakan permintaan istrinya itu. Lagi pula tidak ada gunanya ia berkomentar karena Queen pasti tetap ingin memberikan semua pilihan bajunya untuk Zeline.
"Kalau begitu aku ingin ke sana dulu untuk melihat sepatu untuk Zeline." Ucap Queen dan pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Kevin.
"Gadis kecil itu benar-benar sudah mencuri perhatian semua orang." Gumam Kevin seraya menggelengkan kepalanya.
***
Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyaš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.