Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Mata-mata dadakan


Dan di sinilah Kevin berada. Di depan sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari perusahaan keluarga Queen. Kevin menatap ke sekitarnya. Mencari sosok yang tadi berpamitan dengannya ingin makan siang bersama teman prianya. Melihat tidak adanya tanda-tanda keberadaan Queen dari luar cafe, Kevin pun memutuskan untuk masuk ke dalam cafe.


Dari informasi yang ia dapat Queen memang ingin makan siang di cafe ini. Tapi kenapa saat ia sudah masuk ke dalam cafe Kevin tak kunjung mendapatkan keberadaan Queen? Untung saja saat ini ia telah memakai kaca mata hitam dan masker hingga saat masuk ke dalam cafe tidak banyak yang begitu mengenalinya.


"Sepertinya dia tidak makan di sini." Gumam Kevin setelah memastikan Queen tidak berada di dalam cafe. "Lebih baik aku pergi saja." Ucap Kevin merasa konyol dengan apa yang ia lakukan.


Baru saja ia hendak pergi meninggalkan cafe, dua orang sosok yang baru saja masuk ke dalam cafe menghentikan niatnya untuk pergi. Untung saja kedua sosok itu tengah asik berbicara seraya tertawa hingga tak menyadari keberadaannya di sana. Kevin pun memilih berjalan ke meja yang berada di sudut ruangan lalu duduk di sana.


Dari jarak yang tidak begitu jauh kini ia dapat melihat Queen tengah berbincang dengan sosok yang tadi pagi ia lihat. "Siapa sebenarnya pria itu?" Tanyanya.


Kedatangan seorang pelayan membawakan buku membuat perhatian Kevin teralihkan. "Silahkan dipesan, Tuan." Ucapnya meletakkan buku menu di hadapan Kevin.


Kevin mengangguk sebagai jawaban lalu menyebutkan pesanannya. Setelahnya pelayan pun beranjak dari mejanya hingga kini Kevin kembali menatap ke arah Queen yang masih asik berbincang dengan pria di depannya.


"Sepertinya dia pria baik-baik." Gumam Kevin. Merasa hatinya sudah cukup tenang memastikan Queen bersama pria yang benar Kevin pun memilih beranjak dari mejanya dan meletakkan beberapa lembar uang di atas meja. Untung saja Queen terlalu asik dengan pembicaraannya hingga tak menyadari saat Kevin berjalan melewatinya. Namun sesaat setelah kepergian Kevin Queen menghentikan pembicaraanya saat indera penciumannya menangkap aroma yang tidak asing.


"Kenapa aku seperti mengenali aroma ini." Gumam Queen lalu menatap ke sekeliling cafe. Namun tidak ada satu pun petunjuk tentang siapakah pemilik aroma yang sangat disukainya itu.


"Kau sedang mencari apa?" Tanya Mirza.


"Agh, tidak ada." Balas Queen lalu kembali masuk ke dalam pembicaraan mereka.


Sedangkan Kevin yang sudah berada di dalam mobilnya memilih menatap ke dalam cafe lebih dulu sebelum melajukan mobilnya meninggalkan cafe.


*


Seperti hari sebelumnya, setelah pulang bekerja Kevin pun segera melajukan mobilnya menuju perusahaan keluarga Queen untuk menjemput Queen pulang. Setelah mobilnya sampai di depan gerbang perusahaan Kevin sudah disambut senyum merekah di wajah Queen yang sudah menunggunya di pos security.


"Kenapa kau menungguku di sini?" Tanya Kevin setelah keluar dari dalam mobilnya.


"Karena aku ingin. Lagi pula sudah lama rasanya aku tidak berbincang dengan bapak-bapak yang menjaga di sini." Jawab Queen.


Kevin menatap dua pria yang kini menatapnya dengan tersenyum. Kevin pun membalas senyuman mereka lalu kembali menatap pada Queen. "Ayo kita pulang." Ajak Kevin.


"Baiklah, ayo." Balas Queen lalu berpamitan pada kedua security yang tadi ia ajak berbicara.


Kenapa dia suka sekali berbicara dan dekat dengan pria hari ini? Ucap Kevin dalam hati sambil menatap datar Queen yang sedang melambaikan tangan pada kedua security perusahaannya.


***


Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyašŸ¤—


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.